MAKALAH
TINJAUAN
PSIKOLOGI SOSIAL TERHADAP PERILAKU ORGANISASI
Disusun
untuk memenuhi Tugas Kelompok 2
Mata Kuliah : Psikologi Sosial
Disusun
Oleh,
Putry Anjani
2021
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perilaku
organisasi hakikatnya mendasarkan pada ilmu perilaku itu sendiri yang dikembangkan
dengan pusat perhatiannya pada tingkah laku manusia dalam suatu organisasi.
Kerangka dasar bidang pengetahuan ini didukung paling sedikit dua komponen,
yakni individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah
dari perilaku tersebut. Ciri peradaban manusia bermasyarakat senantiasa
ditandai dengan keterlibatannya dalam suatu organisasi tertentu. Hal ini
berarti bahwa manusia tidak dapat melepaskan dirinya untuk tidak terlibat dalam
kegiatan-kegiatan berorganisasi.
Pada konteks
psikologi social, bidang perilaku organisasi terutama ditinjau dari penekanan
aspek-aspek psikologi social yang tercakup dalam dinamika organisasi.
Aspek-aspek psikologis itu dapat di bedakan berdasar pada gradasi analisis,
yaitu pada tingkat individu, tingkat kelompok dalam organisasi, dan tingkat
organisasi. Pada tingkat individual, analisis psikologis lebih ditekankan
tinjauan pada aspek kepribadian, persepsi, nilai, sikap, motivasi,modifikasi
perilaku, stress, dan pengambilan keputusan. Pada tingkat kelompok, penekanan
lebih pada aspek kepemimpinan dan proses komunikasi. Pada tingkat organisasi,
tinjauan psikologis difokuskan pada proses perubahan organisasi dan iklim
organisasi.
B.
RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari
pembuatan makalah ini adalah :
1. Apa
pengertian dari perilaku sosial?
2. Bagaimana
pemahaman terhadap perilaku individu dalam organisasi?
3. Apa
itu perspektif nilai, sikap, dan perilaku dalam organisasi?
4. Bagaimana
persepsi individu terhadap realitas organisasi?
5. Apa
saja strategi untuk peningkatan motivasi kerja?
6. Bagaimana
cara melakukan perancangan jabatan dan perumusan tujuan?
7. Apa
saja yang memengaruhi karakteristik organisasi dan pengaruhnya terhadap
individu?
8. Apa
yang menjadi fokus karakteristik organisasi?
9. Bagaimana
kinerja individu dalam organisasi?
C. TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah
adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui
pengertian dari perilaku sosial
2. Mengetahui
pemahaman terhadap perilaku individu dalam organisasi
3. Mengetahui
perspektif nilai, sikap, dan perilaku dalam organisasi
4. Mengetahui
persepsi individu terhadap realitas organisasi
5. Mengetahui
cara meningkatkan motivasi kerja
6. Mengetahui
cara melakukan perancangan jabatan dan perumusan tujuan
7. Mengetahui
karakteristik organisasi dan pengaruhnya terhadap individu
8. Mengetahui
fokus dari karakteristik organisasi
9. Mengetahui
kinerja individu dalam organisasi.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN PERILAKU SOSIAL
Perilaku
organisasi dapat didefinisikan sebagai bidang kajian tentang aspek-aspek
kemanusiaan dalam organisasi, yang meliputi perilaku individu, perilaku
kelompok dan interaksi mereka dengan struktur, latar belakang budaya, dan
proses organisasi. Secara normatif, tujuan pengkajian bidang perilaku
organisasi adalah untuk memahami dinamika perilaku yang berhubungan dengan
usaha-usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Dilihat dari sudut ilmiah,
bidang ilmu perilaku organisasi mendapat banyak sumbangan teoritis maupun
praktis dari bidang-bidang ilmu social, seperti psikologi, sosiologi,
antropologi, ekonomi, dan ilmu politik.
Pada konteks
psikologi social, bidang perilaku organisasi terutama ditinjau dari penekanan
aspek-aspek psikologi social yang tercakup dalam dinamika organisasi.
Aspek-aspek psikologis itu dapat di bedakan berdasar pada gradasi analisis,
yaitu pada tingkat individu, tingkat kelompok dalam organisasi, dan tingkat
organisasi. Pada tingkat individual, analisis psikologis lebih ditekankan tinjauan
pada aspek kepribadian, persepsi, nilai, sikap, motivasi,modifikasi perilaku,
stress, dan pengambilan keputusan. Pada tingkat kelompok, penekanan lebih pada
aspek kepemimpinan dan proses komunikasi. Pada tingkat organisasi, tinjauan
psikologis difokuskan pada proses perubahan organisasi dan iklim organisasi.
B.
PSIKOLOGI INDIVIDU DALAM ORGANISASI
1.
PEMAHAMAN TERHADAP PERILAKU INDIVIDU DALAM
ORGANISASI
Dinamika perilaku organisasi merupakan fungsi dari
dinamika perilaku individu, antarindividu, dan lingkungan tempat seseorang
menjadi anggota atau menjadi karyawan sebuah organisasi.
Tujuan
utama mempelajari perilaku individu dalam organisasi :
1) Pengemangan
empati, sehingga dapat dihindari kesalahan penilaian dan pengambilan keputusan
dalam konteks dinamika organisasi.
2) Pencapaian
ketepatan seleksi dan penempatan individu untuk suatu posisi atau jabatan dalam
organisasi. Melalui pemahaman yang akurat terhadap variasi perilaku individu
dalam organisasi maka seorang pemimpin dapat secara tepat memilih individu yang
sesuai untuk suatu jabatan yang dibutuhkan.
3) Peningkatan
keberhasilan konseling dalam penanganan masalah pribadi anggota organisasi dan
karyawan, sehingga dapat diciptakan kesehatan mental komunitas organisasi
secara memadai.
Menurut Umstot (1988) Kepribadian adalah serangkaian
karakteristik dan kecenderungan yang menetap dalam diri seseorang. Karakteristik dan kecenderungan itu memberi
pengaruh menentukan terhadap pikiran, perasaan dan tindakan seseorang dalam
hubungan saling pengaruh diantara faktor biologis dan social pada rentang waktu
tertentu.
Konsep utama untuk memahami kepribadian individu
adalah konsep diri yang menggambarkan penilaian diri (self esteem) dan pandangan tentang kebermaknaan diri seseorang (self worth).
Secara khusus terdapat 2 konsep utama yang
menggabungkan corak-corak kepribadian dan perilaku, yaitu motivasi dan lokus kendali (locus of control).
2.
PERSPEKTIF NILAI, SIKAP DAN PERILAKU INDIVIDU
DALAM ORGANISASI
Nilai adalah seperangkat keyakinan umum yang diemban
oleh manusia tentang cara-cara berperilaku atau cara-cara untuk mencapai tujuan
tertentu. Pemahaman terhadap nilai seseorang dapat dilihat sebagai unsur utama
untuk memahami perilaku individu. Dalam memberi tanggapan terhadap obyek yang
bersifat khusus, nilai-nilai yang memiliki sifat umum dapat diwujudkan dalam
sikap individu terhadap objek khusus. Sikap adalah tendensi untuk bereaksi
dalam cara evaluatif kearah positif atau negative terhadap objek skap. Objek
sikap dapat bersifat benda, peristiwa atau perilaku.
3.
PERSEPSI INDIVIDU TERHADAP REALITAS ORGANISASI
Menurut Robbin (1989) Persepsi sosial adalah proses
dalam diri seseorang yang menunjukan organisasi dan interpretasi terhadap
kesan-kesan indrawi, dalam usaha untuk memberi makna pada diri orang lain
sebagai objek persepsi.
Selain bermanfaat dalam proses interaksi sosial,
persepsi sosial sebagai suatu gambaran penyederhanaan kesimpulan terhadap orang
lain, terkadang dapat juga menimbulkan masalah-masalah berkenaan dengan
kesalahan persepsi. Kesalahan persepsi itu terutama karena terlalu sempitnya
sudut tinjauan individu dalam mencoba memahami dan menilai orang lain.
4.
PENINGKATAN MOTIVASI KERJA
Motivasi adalah suatu proses yang menyebabkan
perilaku menjadi bersemangat, terarah dan berkelanjutan. Secara umum motivasi
timbul karena dorongan-dorongan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Teori harapan (expectancy
theory) dan teori tujuan (goal theory)
merupakan 2 pendekatan yang cukup sesuai untuk menjelaskan proses timbulnya
motivasi. Dalam teori harapan , focus ditekankan pada persepsi tentang
keyakinan bahwa suatu perilaku khusus akan timbul sebagai suatu hasil dari
usaha seseorang.
Teori perumusan tujuan menekankan usaha-usaha
peningkatan motivasi melalui perumusan tujuan organisasi untuk mencapai hasil
yang memadai. Perumusan tujuan adalah proses pengembangan, negosiasi dan
penetapan sasaran organisasi yang melibatkan karyawan dalam usaha-usaha
pencapaiannya.
Teori keseimbangan (equity theory) memiliki fokus pada asas keadilan ganjaran.
Strategi
peningkatan motivasi :
a. Modifikasi
Perilaku, adalah proses perubahan perilaku melalui pengelolaan konsekuensi yang
mengikuti suatu perilaku.
b. Sistem
Upah, upah juga merupakan ganjaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan
motivasi kerja.
5.
RANCANGAN JABATAN DAN PERUMUSAN TUJUAN
Rancangan jabatan adalah perencanaan secara cermat
dan bertujuan suatu jabatan yang mencakup aspek-aspek structural, sosial dan
pengaruhnya terhadap para karyawan. Salah satu aspek terpenting perencanaan
jabatan adalah pengayaan jabatan (job
enrichment). Pengayaan jabatan adalah suatu proses untuk membuat jabatan
menjadi lebih menarik, bermakna, dan menantang melalui suatu kombinasi dimensi
dan karakteristik suatu jabatan. Memiliki keuntungan berupa peningkatan kinerja
jabatan dan kepuasan kerja.
Berdasarkan penelitian Campion dan Stevens (1991)
yang melakukan kajian terhadap cara-cara orang melakukan perancangan jabatan
berdasarkan pada tugas dan pengaruh pelatihan terhadap perancangan jabatan,
terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan untuk memahami perilaku
individu dalam organisasi pada konteks rancangan jabatan, yaitu :
a. Para
praktisi perilaku organisasi harus menyadari bahwa variasi perilaku individu
akan memberi pengaruh pada kecenderungan masing-masing untuk mengembangkan
rancangan jabatan.
b. Menyadari
bahwa rancangan jabatan sebagai suatu kesatuan keseluruhan tidak dapat
diramalkan secara mudah dari tugas-tugas individual, maka kecermatan perlu
diperhatikan dalam penilaian kombinasi tugas yang berbeda.
c. Meskipun
pendekatan mekanistik paling sering digunakan untuk orang yang belum mengalami
pelatihan, namun pendekatan lain dapat dikembangkan apabila diberikan semacam
pelatihan.
Perumusan tujuan merupakan salah satu cara yang
paling lazim untuk meningkatkan motivasi kerja para karyawan. Terdapat 4 faktor
yang harus diperhatikan dalam perumusan tujuan yaitu suatu tugas harus
dirumuskan secara jelas, penetapan tingkat kesulitan tugas yang menantang,
umpan balik terhadap upaya dan penerimaan dan komitmen terhadap tujuan yang
telah ditetapkan.
6.
KARAKTERISTIK ORGANISASI DAN PENGARUHNYA
TERHADAP INDIVIDU
1) Ciri
- ciri biografis, yaitu ciri -ciri yang melekat pada individu. Antara lain :
a. Umur.
Dijelaskan secara empiris bahwa umur berpengaruh terhadap bagaimana perilaku
seorang individu, termasuk bagaimana kemampuannya untuk bekerja, merespon
stimulus yang dilancarkan oleh individu lainnya.
b. Jenis
Kelamin. Penelitian membuktikan bahwa sebenarnya kinerja pria dan wanita dalam
menangani pekerjaan relatif sama. Keduanya hampir sama konsistensinya dalam
memecahkan masalah, keterampilan analitis dorongan kompetitif, motivasi,
sosiabilitas, dan kemampuan belajar. Pendekatan psikologi menyatakan bahwa
wanita lebih patuh pada aturan dan otoritas. Sedangkan pria lebih agresif, sehingga
lebih besar kemungkinan mencapai sukses walaupun perbedaan ini terbukti sangat
kecil. Sehingga sebenarnya dalam pemberian kesempatan kerja tidak perlu ada
perbedaan karena tidak ada cukup bukti yang membedakan pria dan wanita dalam
hal kepuasan kerja.
c. Status
Perkawinan. Pemaknaan tentang pekerjaan akan berbeda antara karyawan yang
single dengan karyawan yang sudah menikah. penelitian membuktikan bahwa orang
yang telah berumah tangga relatif lebih baik dibandingkan dengan single baik
ditinjau dari segi absensi. Keluar beralih kerja dan kepuasan kerja. Hal ini
disebabkan karena oarng yang telah berkeluarga mempunyai rasa tanggungjawab dan
membuat pekerjaan lebih ajeg, lebih tertib, dan mengganggap pekerjaan llebih
berharga dan lebih penting. Penelitian selama ini belum menjangkau pada
orang-orang yang bercerai, janda, duda, dan orang-orang yang kumpul kebo saja.
d. Jumlah
atau Banyaknya Tanggungan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak
jumlah tanggungan dalam keluarga berpengaruh terhadap produktivitas kerja
karyawan.
e. Masa
Kerja. Relevansi masa kerja adalah berkaitan langsung dengan senioritas dalam
pekerjaan. Artinya tidak relevan membandingkan pria-wanita-tua-muda dan
seterusnya karena penelitian menunjukkan bahwa belum tentu yang lebih lama pada
pekerjaan memiliki produktifitas yang lebih tinggi. Karena bisa saja orang baru
bekerja tetapi memiliki pengalaman yang lebih baik dari pekerjaan masa
lalu.sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman masa lalu merupakan penentu
masa depan seseorang dalam pekerjaan.
2) Kepribadian
Menurut
Gordon Allport kepribadian adalah organisasi dinamis di dalam masingmasing dari
sistem-sistem psikofisik yang menentukan penyesuaian unit terhadap lingkungannya.
Kepribadian sebagai jumlah total dari cara-cara dalam mana seorang individu
bereaki dan berinteraksi dengan orang-orang lain. Kepribadian seorang dewasa
umumnya dibentuk oleh faktor keturunan, maupun lingkungan, yang dimoderasi oleh
situasi dan kondisi.
3) Sikap
(Attitude)
Sikap
merupakan satu faktor yang harus dipahami kita dapat memahami perilaku orang
lain. Dengan saling memahami individu maka organisasi akan dapat dikelola
dengan baik. Definisi sikap dapat dijelaskan dalam tiga komponen sikap, yaitu
afektif, kognitif dan psikomotorik. Afektif berkenaan dengan komponen emosional
atau perasaan sesorang. Komponon kognitif ini berkaitan dengan proses berfikir
yang menekankan pada rasionalitas dan logika. Komponen psikomotorik merupakan
kecenderungan seseorang dalam bertindak terhadap lingkungannya.
4) Kemampuan
Yang
dimaksud dengan istilah kemampuan adalah kapasitas seseorang untuk melaksanakan
beberapa kegiatan dalam satu pekerjaab. Pencapaian tujuanorganisasi atau
manajemen yang berhasil adalah kemampuan seorang pemimpin untuk
mengeksploitasikan kelebihan sebesar-besarnya dan menekankan kekurangannya dari
berbagai orang untuk bersama-sama meningkatkan produktifitas. Kategori
dikelompokkan menjadi dua yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan phisik.
a) Kemampuan
intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental
b) Kemampuan
fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang
menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan keterampilan.
5) Persepsi
Persepsi
adalah suatu proses dengan mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan
kesan indera mereka agar member makna kepada lingkungan mereka. Perilaku
seseorang didasarkan pada persepsi mereka mengenai apa realitas itu, bukan mengenai
realitas itu sendiri.
6) Belajar
Robbins
(1993) menyebutkan belajar adalah proses perubahan yang relatif konstan dalam
tingkah laku yang terjadi karena adanya suatu pengalaman atau latihan. Dari
pengetian tersebut, dapat dipahami ada tiga komponen belajar yaitu (1) belajar
melibatkan adanya perubahan, dari buruk menjadi baik, dari tidak tahu menjadi
tah, dari tidak bisa menjadi bisa. (2) perubahan yang terjadi relatif permanen.
Perubahan yang bersifat sementara menunjukkan kegagalan dalam proses belajar.
(3) belajar berarti ada perubahan perilaku. Belajar tidak hanya mengubah
pikiran dan sikap, tetapi ada yang lebih penting lagi adalah belajar harus
mengubah perilaku subjek ajar.
7) Nilai
Nilai
menyatakan keyakinan-keyakinan dasar bahwa suatu modus (cara) perilaku atau keadaan
akhir dari eksistensi yang khas lebih disukai secara pribadi atau sosial daripada
keadaan akhir eksistensi yang berlawanan atau kebalikannya. Nilai mengandung
suatu unsur pertimbangan yang mengemban gagasan-gagasan individu mengenai apa
yang benar, apa yang baik dan apa yang diinginkannya. Dalam nilai terdapat
atribut isi dan intensitas.
Allport
dkk mengidentifikasikan ada enam tipe nilai yaitu: 1) teoritis, 2) Ekonomis, 3)
Estetis, 4) Sosial, 5) Politis, dan 6) Religius.
8) Kepuasan kerja
Kepuasan kerja
merujuk kepada sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Seorang
karyawan dengan tingkat kepuasan kerja tinggi menunjukkan sikap yang positif
terhadap pekerjaan itu sendiri. Karyawan yang tidak puas dengan pekerjaannya
menunjukkan sikap yang negative terhadap pekerjaannya. Faktor-faktor yang
menentukan kepuasan kerja karyawan adalah kerja yang secara mental menantang,
ganjaran yang pantas, kondisi kerja yang mendukung, dan rekan sekerja yang
mendukung.
7.
KARAKTERISTIK PERILAKU ORGANISASI
1) Dalam
mempelajari perilaku organisasi, dipusatkan dalam tiga karakteristik yaitu:
Perilaku Fokus dari perilaku organisasi adalah perilaku individu dalam
organisasi, sehingga untuk memahami perilaku organisasi maka terlebih dulu
harus dipahami perilaku berbagai individu di dalam organisasi.
2) Struktur
Struktur berkaitan dengan hubungan yang bersifat tetap dalam organisasi,
bagaimana pekerjaan-pekerjaan dalam organisai dirancang, bagaimana pekerjaan
itu diatur dalam bagan organisasi. Struktur organisasi berpengaruh besar
terhadap perilaku individu atau orang-orang dalam organisasi serta efektivitas
dari organisasi tersebut.
3) Proses
Proses organisasi berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara anggota
organisasi. Proses organisasi antara lain meliputi komunikasi, kepemimpinan,
proses pengambilan keputusan dan kekuasaan. Salah satu pertimbangan utama dalam
merancang struktur organisasi yang efektif adalah agar berbagai proses
organisasi tersebut dapat dilakukan dengan efisien dan efektif.
8.
KINERJA INDIVIDU
Perilaku individu dapat dipengaruhi oleh effort
(usaha), ability (kemampuan) dan situasi lingkungan.
1) Effort
Usaha individu
diwujudkan dalam bentuk motivasi. Motivasi adalah kekuatan yang dimiliki
seseorang dan kekuatan tersebut akan melahirkan intensitas dan ketekunan yang
dilakukan secara sukarela. Motivasi ada 2 macam ;
a. Motivasi
dari dalam : keinginan yang besar yang muncul dari dalam diri individu tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan dalam
hidupnya.
b. Motivasi
dari luar : motivasi yang bersumber dari luar diri yang menjadi kekuatan bagi
individu tersebut untuk meraih cita-tujuan-tujuan hidupnya seperti pengaruh
atasan, teman, keluarga, dsb.
2) Ability
Ability seorang
individu diwujudkan dalam bentuk komoetensi. Individu yang kompeten memiliki
pengetahuan dan keahlian. Sejak dilahirkan setiap individu dianugerahi Tuhan
dengan bakat dan kemampuan. Bakat adalah kcerdasan alami yang bersifat bawaan.
Kemampuan adalah kecerdasan individu yang diperoleh malalui belajar.
3) Situasi
Lingkungan
Lingkungan dapat memberikan dampak
positif maupun negatif. Situasi yang kondusif misalnya dukungan dari atasan,
teman kerja, sarana dan prasarana yang memadai, dll. Situasi lingkungan yang
negatif misalnya suasana kerja yang tidak nyaman karena sarana san prasarana
yang tidak memadai, tidak adanya dukungan dari atasan, teman kerja, dll.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan
pemahaman mendalam terhadap kajian psikologi sosial terhadap perilaku individu
dalam organisasi maka dapat dilihat berbagai dinamika psikologis yang mencakup
didalamnya. Dinamika psikologis itu tercakup dalam pembahasan tentang:
pemahaman perilaku individu dalam organisasi; perspektif pemahaman perilaku
individu dalam organisasi; persepsi individu terhadap realitas organisasi;
peningkatan motivasi kerja; rancangan jabatan dan perumusan tujuan;
karakteristik organisasi dan pengaruhnya terhadap individu; karakteristik
perilaku organisasi; dan kinerja individu.
B. SARAN
Dalam Penulisan
makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan
saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Diharapkan
melalui pemahaman mendalam itu dapat dihasilkan suatu pengetahuan yang langsung
berhubungan dengan praktk-praktik intervensi pengelolaan perilaku individu
dalam organisasi. Praktik-praktik ini ditunjukan untuk dapat mencapai
tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan, dengan memerhatikan aspek
kebutuhan psikologis maupun fisik.
Penulis
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang
membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang
telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas ini.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Fattah Hanurawan. 2015. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Marita Ahdiyana, M.Si. 2011. PERILAKU ORGANISASI. Makalah. Dikutip dari http://staffnew.uny.ac.id/upload/197303182008122001/pendidikan/diktat-perilaku-organisasi.pdf. (diakses pada 28 April 2021)
Kartika S N L A
S. 2011. Perilaku Individu dalam Organisasi. Makalah.
Dikutip dari http://kartika-s-n-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-37086-hardskill%20-PERILAKU%20INDIVIDU%20DALAM%20ORGANISASI%20.html (diakses pada 18 April 2021)
Dr. Rahmi Widyanti, M.Si. 2019. Perilaku Organisasi (Teori dan Konsep) Jilid I. Banjarmasin : Universitas Islam Kalimantan MAB. http://eprints.uniska-bjm.ac.id/3262/1/Buku%20Perilaku%20Organisasi.Rahmi%20Widyanti.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar