Selasa, 04 Mei 2021

MAKALAH TINJAUAN PSIKOLOGI SOSIAL TERHADAP PERILAKU ORGANISASI

 

MAKALAH

TINJAUAN PSIKOLOGI SOSIAL TERHADAP PERILAKU ORGANISASI

Disusun untuk memenuhi Tugas Kelompok 2

Mata Kuliah : Psikologi Sosial

Disusun Oleh,

Putry Anjani

2021


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Perilaku organisasi hakikatnya mendasarkan pada ilmu perilaku itu sendiri yang dikembangkan dengan pusat perhatiannya pada tingkah laku manusia dalam suatu organisasi. Kerangka dasar bidang pengetahuan ini didukung paling sedikit dua komponen, yakni individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku tersebut. Ciri peradaban manusia bermasyarakat senantiasa ditandai dengan keterlibatannya dalam suatu organisasi tertentu. Hal ini berarti bahwa manusia tidak dapat melepaskan dirinya untuk tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan berorganisasi.

Pada konteks psikologi social, bidang perilaku organisasi terutama ditinjau dari penekanan aspek-aspek psikologi social yang tercakup dalam dinamika organisasi. Aspek-aspek psikologis itu dapat di bedakan berdasar pada gradasi analisis, yaitu pada tingkat individu, tingkat kelompok dalam organisasi, dan tingkat organisasi. Pada tingkat individual, analisis psikologis lebih ditekankan tinjauan pada aspek kepribadian, persepsi, nilai, sikap, motivasi,modifikasi perilaku, stress, dan pengambilan keputusan. Pada tingkat kelompok, penekanan lebih pada aspek kepemimpinan dan proses komunikasi. Pada tingkat organisasi, tinjauan psikologis difokuskan pada proses perubahan organisasi dan iklim organisasi.

B.     RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari pembuatan makalah ini adalah :

1.      Apa pengertian dari perilaku sosial?

2.     Bagaimana pemahaman terhadap perilaku individu dalam organisasi?

3.     Apa itu perspektif nilai, sikap, dan perilaku dalam organisasi?

4.      Bagaimana persepsi individu terhadap realitas organisasi?

5.      Apa saja strategi untuk peningkatan motivasi kerja?

6.      Bagaimana cara melakukan perancangan jabatan dan perumusan tujuan?

7.     Apa saja yang memengaruhi karakteristik organisasi dan pengaruhnya terhadap individu?

8.      Apa yang menjadi fokus karakteristik organisasi?

9.      Bagaimana kinerja individu dalam organisasi?

C.     TUJUAN

Tujuan dari pembuatan makalah adalah sebagai berikut :

1.      Mengetahui pengertian dari perilaku sosial

2.      Mengetahui pemahaman terhadap perilaku individu dalam organisasi

3.      Mengetahui perspektif nilai, sikap, dan perilaku dalam organisasi

4.      Mengetahui persepsi individu terhadap realitas organisasi

5.      Mengetahui cara meningkatkan motivasi kerja

6.      Mengetahui cara melakukan perancangan jabatan dan perumusan tujuan

7.      Mengetahui karakteristik organisasi dan pengaruhnya terhadap individu

8.      Mengetahui fokus dari karakteristik organisasi

9.      Mengetahui kinerja individu dalam organisasi.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN PERILAKU SOSIAL

Perilaku organisasi dapat didefinisikan sebagai bidang kajian tentang aspek-aspek kemanusiaan dalam organisasi, yang meliputi perilaku individu, perilaku kelompok dan interaksi mereka dengan struktur, latar belakang budaya, dan proses organisasi. Secara normatif, tujuan pengkajian bidang perilaku organisasi adalah untuk memahami dinamika perilaku yang berhubungan dengan usaha-usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Dilihat dari sudut ilmiah, bidang ilmu perilaku organisasi mendapat banyak sumbangan teoritis maupun praktis dari bidang-bidang ilmu social, seperti psikologi, sosiologi, antropologi, ekonomi, dan ilmu politik.

Pada konteks psikologi social, bidang perilaku organisasi terutama ditinjau dari penekanan aspek-aspek psikologi social yang tercakup dalam dinamika organisasi. Aspek-aspek psikologis itu dapat di bedakan berdasar pada gradasi analisis, yaitu pada tingkat individu, tingkat kelompok dalam organisasi, dan tingkat organisasi. Pada tingkat individual, analisis psikologis lebih ditekankan tinjauan pada aspek kepribadian, persepsi, nilai, sikap, motivasi,modifikasi perilaku, stress, dan pengambilan keputusan. Pada tingkat kelompok, penekanan lebih pada aspek kepemimpinan dan proses komunikasi. Pada tingkat organisasi, tinjauan psikologis difokuskan pada proses perubahan organisasi dan iklim organisasi.

B.     PSIKOLOGI INDIVIDU DALAM ORGANISASI

1.      PEMAHAMAN TERHADAP PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

Dinamika perilaku organisasi merupakan fungsi dari dinamika perilaku individu, antarindividu, dan lingkungan tempat seseorang menjadi anggota atau menjadi karyawan sebuah organisasi.

Tujuan utama mempelajari perilaku individu dalam organisasi :

1)      Pengemangan empati, sehingga dapat dihindari kesalahan penilaian dan pengambilan keputusan dalam konteks dinamika organisasi.

2)      Pencapaian ketepatan seleksi dan penempatan individu untuk suatu posisi atau jabatan dalam organisasi. Melalui pemahaman yang akurat terhadap variasi perilaku individu dalam organisasi maka seorang pemimpin dapat secara tepat memilih individu yang sesuai untuk suatu jabatan yang dibutuhkan.

3)      Peningkatan keberhasilan konseling dalam penanganan masalah pribadi anggota organisasi dan karyawan, sehingga dapat diciptakan kesehatan mental komunitas organisasi secara memadai.

Menurut Umstot (1988) Kepribadian adalah serangkaian karakteristik dan kecenderungan yang menetap dalam diri seseorang.  Karakteristik dan kecenderungan itu memberi pengaruh menentukan terhadap pikiran, perasaan dan tindakan seseorang dalam hubungan saling pengaruh diantara faktor biologis dan social pada rentang waktu tertentu.

Konsep utama untuk memahami kepribadian individu adalah konsep diri yang menggambarkan penilaian diri (self esteem) dan pandangan tentang kebermaknaan diri seseorang (self worth).

Secara khusus terdapat 2 konsep utama yang menggabungkan corak-corak kepribadian dan perilaku, yaitu  motivasi dan lokus kendali (locus of control).

2.      PERSPEKTIF NILAI, SIKAP DAN PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

Nilai adalah seperangkat keyakinan umum yang diemban oleh manusia tentang cara-cara berperilaku atau cara-cara untuk mencapai tujuan tertentu. Pemahaman terhadap nilai seseorang dapat dilihat sebagai unsur utama untuk memahami perilaku individu. Dalam memberi tanggapan terhadap obyek yang bersifat khusus, nilai-nilai yang memiliki sifat umum dapat diwujudkan dalam sikap individu terhadap objek khusus. Sikap adalah tendensi untuk bereaksi dalam cara evaluatif kearah positif atau negative terhadap objek skap. Objek sikap dapat bersifat benda, peristiwa atau perilaku.

3.      PERSEPSI INDIVIDU TERHADAP REALITAS ORGANISASI

Menurut Robbin (1989) Persepsi sosial adalah proses dalam diri seseorang yang menunjukan organisasi dan interpretasi terhadap kesan-kesan indrawi, dalam usaha untuk memberi makna pada diri orang lain sebagai objek persepsi.

Selain bermanfaat dalam proses interaksi sosial, persepsi sosial sebagai suatu gambaran penyederhanaan kesimpulan terhadap orang lain, terkadang dapat juga menimbulkan masalah-masalah berkenaan dengan kesalahan persepsi. Kesalahan persepsi itu terutama karena terlalu sempitnya sudut tinjauan individu dalam mencoba memahami dan menilai orang lain.

4.      PENINGKATAN MOTIVASI KERJA

Motivasi adalah suatu proses yang menyebabkan perilaku menjadi bersemangat, terarah dan berkelanjutan. Secara umum motivasi timbul karena dorongan-dorongan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Teori harapan (expectancy theory) dan teori tujuan (goal theory) merupakan 2 pendekatan yang cukup sesuai untuk menjelaskan proses timbulnya motivasi. Dalam teori harapan , focus ditekankan pada persepsi tentang keyakinan bahwa suatu perilaku khusus akan timbul sebagai suatu hasil dari usaha seseorang.

Teori perumusan tujuan menekankan usaha-usaha peningkatan motivasi melalui perumusan tujuan organisasi untuk mencapai hasil yang memadai. Perumusan tujuan adalah proses pengembangan, negosiasi dan penetapan sasaran organisasi yang melibatkan karyawan dalam usaha-usaha pencapaiannya.

Teori keseimbangan (equity theory) memiliki fokus pada asas keadilan ganjaran.

Strategi peningkatan motivasi :

a.       Modifikasi Perilaku, adalah proses perubahan perilaku melalui pengelolaan konsekuensi yang mengikuti suatu perilaku.

b.      Sistem Upah, upah juga merupakan ganjaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi kerja.

5.      RANCANGAN JABATAN DAN PERUMUSAN TUJUAN

Rancangan jabatan adalah perencanaan secara cermat dan bertujuan suatu jabatan yang mencakup aspek-aspek structural, sosial dan pengaruhnya terhadap para karyawan. Salah satu aspek terpenting perencanaan jabatan adalah pengayaan jabatan (job enrichment). Pengayaan jabatan adalah suatu proses untuk membuat jabatan menjadi lebih menarik, bermakna, dan menantang melalui suatu kombinasi dimensi dan karakteristik suatu jabatan. Memiliki keuntungan berupa peningkatan kinerja jabatan dan kepuasan kerja.

Berdasarkan penelitian Campion dan Stevens (1991) yang melakukan kajian terhadap cara-cara orang melakukan perancangan jabatan berdasarkan pada tugas dan pengaruh pelatihan terhadap perancangan jabatan, terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan untuk memahami perilaku individu dalam organisasi pada konteks rancangan jabatan, yaitu :

a.       Para praktisi perilaku organisasi harus menyadari bahwa variasi perilaku individu akan memberi pengaruh pada kecenderungan masing-masing untuk mengembangkan rancangan jabatan.

b.      Menyadari bahwa rancangan jabatan sebagai suatu kesatuan keseluruhan tidak dapat diramalkan secara mudah dari tugas-tugas individual, maka kecermatan perlu diperhatikan dalam penilaian kombinasi tugas yang berbeda.

c.       Meskipun pendekatan mekanistik paling sering digunakan untuk orang yang belum mengalami pelatihan, namun pendekatan lain dapat dikembangkan apabila diberikan semacam pelatihan.

Perumusan tujuan merupakan salah satu cara yang paling lazim untuk meningkatkan motivasi kerja para karyawan. Terdapat 4 faktor yang harus diperhatikan dalam perumusan tujuan yaitu suatu tugas harus dirumuskan secara jelas, penetapan tingkat kesulitan tugas yang menantang, umpan balik terhadap upaya dan penerimaan dan komitmen terhadap tujuan yang telah ditetapkan.

6.      KARAKTERISTIK ORGANISASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP INDIVIDU

1)      Ciri - ciri biografis, yaitu ciri -ciri yang melekat pada individu. Antara lain :

a.       Umur. Dijelaskan secara empiris bahwa umur berpengaruh terhadap bagaimana perilaku seorang individu, termasuk bagaimana kemampuannya untuk bekerja, merespon stimulus yang dilancarkan oleh individu lainnya.

b.      Jenis Kelamin. Penelitian membuktikan bahwa sebenarnya kinerja pria dan wanita dalam menangani pekerjaan relatif sama. Keduanya hampir sama konsistensinya dalam memecahkan masalah, keterampilan analitis dorongan kompetitif, motivasi, sosiabilitas, dan kemampuan belajar. Pendekatan psikologi menyatakan bahwa wanita lebih patuh pada aturan dan otoritas. Sedangkan pria lebih agresif, sehingga lebih besar kemungkinan mencapai sukses walaupun perbedaan ini terbukti sangat kecil. Sehingga sebenarnya dalam pemberian kesempatan kerja tidak perlu ada perbedaan karena tidak ada cukup bukti yang membedakan pria dan wanita dalam hal kepuasan kerja.

c.       Status Perkawinan. Pemaknaan tentang pekerjaan akan berbeda antara karyawan yang single dengan karyawan yang sudah menikah. penelitian membuktikan bahwa orang yang telah berumah tangga relatif lebih baik dibandingkan dengan single baik ditinjau dari segi absensi. Keluar beralih kerja dan kepuasan kerja. Hal ini disebabkan karena oarng yang telah berkeluarga mempunyai rasa tanggungjawab dan membuat pekerjaan lebih ajeg, lebih tertib, dan mengganggap pekerjaan llebih berharga dan lebih penting. Penelitian selama ini belum menjangkau pada orang-orang yang bercerai, janda, duda, dan orang-orang yang kumpul kebo saja.

d.      Jumlah atau Banyaknya Tanggungan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah tanggungan dalam keluarga berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan.

e.       Masa Kerja. Relevansi masa kerja adalah berkaitan langsung dengan senioritas dalam pekerjaan. Artinya tidak relevan membandingkan pria-wanita-tua-muda dan seterusnya karena penelitian menunjukkan bahwa belum tentu yang lebih lama pada pekerjaan memiliki produktifitas yang lebih tinggi. Karena bisa saja orang baru bekerja tetapi memiliki pengalaman yang lebih baik dari pekerjaan masa lalu.sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman masa lalu merupakan penentu masa depan seseorang dalam pekerjaan.

2)      Kepribadian

Menurut Gordon Allport kepribadian adalah organisasi dinamis di dalam masingmasing dari sistem-sistem psikofisik yang menentukan penyesuaian unit terhadap lingkungannya. Kepribadian sebagai jumlah total dari cara-cara dalam mana seorang individu bereaki dan berinteraksi dengan orang-orang lain. Kepribadian seorang dewasa umumnya dibentuk oleh faktor keturunan, maupun lingkungan, yang dimoderasi oleh situasi dan kondisi.

3)      Sikap (Attitude)

Sikap merupakan satu faktor yang harus dipahami kita dapat memahami perilaku orang lain. Dengan saling memahami individu maka organisasi akan dapat dikelola dengan baik. Definisi sikap dapat dijelaskan dalam tiga komponen sikap, yaitu afektif, kognitif dan psikomotorik. Afektif berkenaan dengan komponen emosional atau perasaan sesorang. Komponon kognitif ini berkaitan dengan proses berfikir yang menekankan pada rasionalitas dan logika. Komponen psikomotorik merupakan kecenderungan seseorang dalam bertindak terhadap lingkungannya.

4)      Kemampuan

Yang dimaksud dengan istilah kemampuan adalah kapasitas seseorang untuk melaksanakan beberapa kegiatan dalam satu pekerjaab. Pencapaian tujuanorganisasi atau manajemen yang berhasil adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengeksploitasikan kelebihan sebesar-besarnya dan menekankan kekurangannya dari berbagai orang untuk bersama-sama meningkatkan produktifitas. Kategori dikelompokkan menjadi dua yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan phisik.

a)      Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental

b)      Kemampuan fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan keterampilan.

5)      Persepsi

Persepsi adalah suatu proses dengan mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar member makna kepada lingkungan mereka. Perilaku seseorang didasarkan pada persepsi mereka mengenai apa realitas itu, bukan mengenai realitas itu sendiri.

6)      Belajar

Robbins (1993) menyebutkan belajar adalah proses perubahan yang relatif konstan dalam tingkah laku yang terjadi karena adanya suatu pengalaman atau latihan. Dari pengetian tersebut, dapat dipahami ada tiga komponen belajar yaitu (1) belajar melibatkan adanya perubahan, dari buruk menjadi baik, dari tidak tahu menjadi tah, dari tidak bisa menjadi bisa. (2) perubahan yang terjadi relatif permanen. Perubahan yang bersifat sementara menunjukkan kegagalan dalam proses belajar. (3) belajar berarti ada perubahan perilaku. Belajar tidak hanya mengubah pikiran dan sikap, tetapi ada yang lebih penting lagi adalah belajar harus mengubah perilaku subjek ajar.

7)      Nilai

Nilai menyatakan keyakinan-keyakinan dasar bahwa suatu modus (cara) perilaku atau keadaan akhir dari eksistensi yang khas lebih disukai secara pribadi atau sosial daripada keadaan akhir eksistensi yang berlawanan atau kebalikannya. Nilai mengandung suatu unsur pertimbangan yang mengemban gagasan-gagasan individu mengenai apa yang benar, apa yang baik dan apa yang diinginkannya. Dalam nilai terdapat atribut isi dan intensitas.

Allport dkk mengidentifikasikan ada enam tipe nilai yaitu: 1) teoritis, 2) Ekonomis, 3) Estetis, 4) Sosial, 5) Politis, dan 6) Religius.

8)       Kepuasan kerja

Kepuasan kerja merujuk kepada sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Seorang karyawan dengan tingkat kepuasan kerja tinggi menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaan itu sendiri. Karyawan yang tidak puas dengan pekerjaannya menunjukkan sikap yang negative terhadap pekerjaannya. Faktor-faktor yang menentukan kepuasan kerja karyawan adalah kerja yang secara mental menantang, ganjaran yang pantas, kondisi kerja yang mendukung, dan rekan sekerja yang mendukung.

7.      KARAKTERISTIK PERILAKU ORGANISASI

1)      Dalam mempelajari perilaku organisasi, dipusatkan dalam tiga karakteristik yaitu: Perilaku Fokus dari perilaku organisasi adalah perilaku individu dalam organisasi, sehingga untuk memahami perilaku organisasi maka terlebih dulu harus dipahami perilaku berbagai individu di dalam organisasi.

2)      Struktur Struktur berkaitan dengan hubungan yang bersifat tetap dalam organisasi, bagaimana pekerjaan-pekerjaan dalam organisai dirancang, bagaimana pekerjaan itu diatur dalam bagan organisasi. Struktur organisasi berpengaruh besar terhadap perilaku individu atau orang-orang dalam organisasi serta efektivitas dari organisasi tersebut.

3)      Proses Proses organisasi berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara anggota organisasi. Proses organisasi antara lain meliputi komunikasi, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan dan kekuasaan. Salah satu pertimbangan utama dalam merancang struktur organisasi yang efektif adalah agar berbagai proses organisasi tersebut dapat dilakukan dengan efisien dan efektif.

8.      KINERJA INDIVIDU

Perilaku individu dapat dipengaruhi oleh effort (usaha), ability (kemampuan) dan situasi lingkungan.

1)      Effort

Usaha individu diwujudkan dalam bentuk motivasi. Motivasi adalah kekuatan yang dimiliki seseorang dan kekuatan tersebut akan melahirkan intensitas dan ketekunan yang dilakukan secara sukarela. Motivasi ada 2 macam ;

a.       Motivasi dari dalam : keinginan yang besar yang muncul dari dalam diri individu  tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan dalam hidupnya.

b.      Motivasi dari luar : motivasi yang bersumber dari luar diri yang menjadi kekuatan bagi individu tersebut untuk meraih cita-tujuan-tujuan hidupnya seperti pengaruh atasan, teman, keluarga, dsb.

2)      Ability

Ability seorang individu diwujudkan dalam bentuk komoetensi. Individu yang kompeten memiliki pengetahuan dan keahlian. Sejak dilahirkan setiap individu dianugerahi Tuhan dengan bakat dan kemampuan. Bakat adalah kcerdasan alami yang bersifat bawaan. Kemampuan adalah kecerdasan individu yang diperoleh malalui belajar.

3)      Situasi Lingkungan

Lingkungan dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Situasi yang kondusif misalnya dukungan dari atasan, teman kerja, sarana dan prasarana yang memadai, dll. Situasi lingkungan yang negatif misalnya suasana kerja yang tidak nyaman karena sarana san prasarana yang tidak memadai, tidak adanya dukungan dari atasan, teman kerja, dll.

 


BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Berdasarkan pemahaman mendalam terhadap kajian psikologi sosial terhadap perilaku individu dalam organisasi maka dapat dilihat berbagai dinamika psikologis yang mencakup didalamnya. Dinamika psikologis itu tercakup dalam pembahasan tentang: pemahaman perilaku individu dalam organisasi; perspektif pemahaman perilaku individu dalam organisasi; persepsi individu terhadap realitas organisasi; peningkatan motivasi kerja; rancangan jabatan dan perumusan tujuan; karakteristik organisasi dan pengaruhnya terhadap individu; karakteristik perilaku organisasi; dan kinerja individu.

B.     SARAN

Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Diharapkan melalui pemahaman mendalam itu dapat dihasilkan suatu pengetahuan yang langsung berhubungan dengan praktk-praktik intervensi pengelolaan perilaku individu dalam organisasi. Praktik-praktik ini ditunjukan untuk dapat mencapai tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan, dengan memerhatikan aspek kebutuhan psikologis maupun fisik.

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Fattah Hanurawan. 2015. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Marita Ahdiyana, M.Si. 2011.  PERILAKU ORGANISASI. Makalah. Dikutip dari http://staffnew.uny.ac.id/upload/197303182008122001/pendidikan/diktat-perilaku-organisasi.pdf. (diakses pada 28 April 2021)

Kartika S N L A S. 2011. Perilaku Individu dalam Organisasi. Makalah. Dikutip dari http://kartika-s-n-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-37086-hardskill%20-PERILAKU%20INDIVIDU%20DALAM%20ORGANISASI%20.html (diakses pada 18 April 2021)

Dr. Rahmi Widyanti, M.Si. 2019. Perilaku Organisasi (Teori dan Konsep) Jilid I. Banjarmasin :  Universitas Islam Kalimantan MAB. http://eprints.uniska-bjm.ac.id/3262/1/Buku%20Perilaku%20Organisasi.Rahmi%20Widyanti.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat

  RESUME PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Disusun oleh, Putry Anjani  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS KEGURU...