Tampilkan postingan dengan label Teori Pembangunan Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Pembangunan Sosial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Maret 2023

MAKALAH PEMBANGUNAN PEDESAAN YANG TERPADU

 

MAKALAH

PEMBANGUNAN PEDESAAN YANG TERPADU

Disusun Oleh,

PUTRY ANJANI 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

2020


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                   i

DAFTAR ISI                                                                                                  ii

BAB I PENDAHULUAN                                                                              1

A.   Latar Belakang Masalah                                                                1

B.   Rumusan Masalah                                                                          2

C.   Tujuan                                                                                               2

BAB II PEMBAHASAN                                                                               3

A.   Pengertian Pembangunan Pedesaan Terpadu                          3

B.   Tolak Ukur Pembangunan Pedesaan                                          3

C.   Prinsip-Prinsip Pembangunan Pedesaan                                   3

D.   Tujuan Pembangunan Pedesaan Terpadu                                 5

E.   Strategi Pembangunan Pedesaan Terpadu                               6

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN                                                        8

A.   Kesimpulan                                                                                      8

B.   Saran                                                                                                 9

DAFTAR PUSTAKA                                                                                    10

                                               


BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Berbicara tentang pembangunan desa, selama ini sebagian diantara kita terlalu terpaku pada pembangunan berskala besar (atau proyek pembangunan) di wilayah pedesaan. Padahal pembangunan desa yang sesungguhnya tidaklah terbatas pada pembangunan berskala “proyek” saja, akan tetapi pembangunan dalam lingkup atau cakupan yang lebih luas. Pembangunan yang berlangsung di desa dapat saja berupa berbagai proses pembangunan yang dilakukan di wilayah desa dengan menggunakan sebagian atau seluruh sumber daya (biaya, material, sumber daya manusia) bersumber dari pemerintah (pusat atau daerah), selain itu dapat pula berupa sebagian atau seluruh sumber daya pembangunan bersumber dari desa. Apa sesungguhnya pembangunan desa ?

Sesungguhnya, ada atau tidak ada bantuan pemerintah terhadap desa, denyut nadi kehidupan dan proses pembangunan di desa tetap berjalan. Masyarakat desa memiliki kemandirian yang cukup tinggi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, mengembangkan potensi diri dan keluarganya, serta membangun sarana dan prasarana di desa. Namun demikian, tanpa perhatian dan bantuan serta stimulan dari pihak-pihak luar desa dan pemerintah proses pembangunan di desa berjalan dalam kecepatan yang relatif rendah. Kondisi ini yang menyebabkan pembangunan di desa terkesan lamban dan cenderung terbelakang.

B.   Rumusan Masalah

Adapun masalah yang terkait dengan pembangunan pedesaan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1.    Apa pembangunan pedesaan terpadu itu

2.    Apa saja yang menjadi tolak ukur pembangunan pedesaan 

3.    Bagaimna prinsip pembangunan pedesaan

4.    Apa saja tujuan pembangunan pedesaan terpadu

5.    Apa saja  stategi pembangunan pedesaan terpadu

C.   Tujuan

1.    Mengetahui pengertian pembangunan pedesaan terpadu

2.    Mengetahui apa saja yang menjadi tolak ukur pembangunan pedesaan terpadu

3.    Mengetahui prinsip pembangunan pedesaan terpadu

4.    Mengetahui tujuan dari pembangunan pedesaan terpadu

5.    Mengetshui strategi-strategi pembangunan pedesaan terpadu

 


BAB II

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Pembangunan Pedesaan Terpadu

Pembangunan desa terpadu adalah strategi pembangunan yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari strategi pembangunan desa. Dalam pembangunan desa dilakukan usaha yang intensif dengan tujuan dan kecenderungan memberikan fokus kepada kelompok maupun daerah tertentu, melalui penyampaian pelayanan, bantuan dan informasi kepada masyarakat desa (Poostchi,1986). Dengan demikian, strategi ini lebih banyak menaruh pada proses penyampaian daripada mengembangkan kapasitas dan respon masyarakat. Karena masyarakat desa mempunyai beberapa aspek, pembangunan desa yang bersifat menyelurul semestinya juga meliputi keseluruhan aspek tersebut.

B.   Tolak Ukur Pembangunan Pedesaan

Pangkal tolak pembangunan desa adalah GBHN atau Trilogi Pembangunan Stabilitas nasional (Pelita I),Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi (Pelita)Pemerataan (8 jalur pemerataan. Pemerataan dititikberatkan pada pembangunan sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi.

C.   Prinsip-Prinsip Pembangunan Desa

Pembangunan pedesaan seharusnya menerapkan pninsip-prinsip yaitu:

(1) transaparansi (keterbukaan), (2) partisipatif, (3) dapat dinikmati mayarakat, (4) dapat dipertanggungjawabkan (akuntabilitas), dan (5) berkelanjutan (sustainable). Kegiatan-kegiatan pembangunan yang dilakukan dapat dilanjutkan dan dikembangkan ke seluruh pelosok daerah, untuk seluruh lapisan masyarakat. Pembanguan itu pada dasarnya adalah dari, oleh dan untuk seluruh rakyat. Oleh karena itu pelibatan masyarakat seharusnya diajak untuk menentukan visi (wawasan) pembangunan masa depan yang akan diwujudkan. Masa depan merupakan impian tentang keadaan masa depan yang lebih baik dan lebih mudah dalam arti tercapainya tingkat kemakmuran yang lebih tinggi. Pembangunan pedesaan dilakukan dengan pendekatan secara multisektoral (holistik), partisipatif, berlandaskan pada semangat kemandirian, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan serta melaksanakan pemanfaatan sumberdaya pembangunan secana serasi dan selaras dan sinergis sehingga tercapai optimalitas.

Ada tiga prinsip pokok pembangunan pedesaan, yaitu :

Kebijaksaan dan langkah-langkah pembangunan di setiap desa mengacu kepada pencapaian sasaran pembangunan berdasarkan Trilogi Pembangunan. Ketiga unsur Trilogi Pembangunan tersebut yaitu

a)    pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya,

b)    pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, dan

c)    stabilitas yang sehat dan dinamis, diterapkan di setiap sektor, temasuk desa dan kota, di setiap wilayah dan antar wilayah secara saling terkait, serta dikembangkan secara selaras dan terpadu.

Pembangunan desa dilaksanakan dengan prinsip-prinsip pembanguna yang berkelanjutan. Penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan mensyaratkan setiap daerah lebih mengandalkan sumber-sumber alam yang terbaharui sebagaisumber pertumbuhan. Disamping itu setiap desa perlu memanfaatkan SDM secara luas, memanfaatkan modal fisik, prasarana mesin-mesin, dan peralatan seefisien mungkin.

Meningkatkan efisiensi masyarakat melalui kebijaksanaan deregulasi, debirokratisasi dan desentralisasi dengan sebaik-baiknya. Dalam melaksanakan kegiatan pembangunan pedesaan diperlukan kerjasama yang erat antar daerah dalam satu wilayah dan antar wilayah. Dalam hubungan ini perlu selalu diperhatikan kesesuaian hubungan antar kota dengan daerah pedesaan sekitarnya, dan antara suatu kota dengan kota-kota sekitarnya. Hal ini disebabkan karena pada umumnya lokasi industri, lokasi kegiatan pertanian atau sektor-sektor lain yang menunjang/terkait cenderung terkonsentrasi hanya pada beberapa daerah administrasi yang berdekatan. Dengan kerjasama antar daerah, maka daerah- daerah yang dimaksud dapat tumbuh secara serasi dan saling menunjang. Melalui kerjasama antara daerah-daerah/wilayah-wilayah dapat diusahakan keseimbangan pertumbuhan antara sektor pertanian dan sektor-sektor lain baik  dari segi nilai tambah maupun dari segi penyiapan tenaga kerja. Strategi Pembangunan Pedesaan.

Pembangunan masyarakat pedesaan merupakan bagian dari pembangunan masyarakat yang diarahkan pula kepada pembangunan kelembagaan dan partisipasi serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan  pada satuan wilayah pedesaan. Di negara-negara berkembang, secara demografis sebagian besar penduduk tinggal di pedesaan dan memiliki tingkat pendidikan rendah.

D.   Tujuan Pembangunan Pedesaan Terpadu

Tujuan pembangunan pedesaan jangka panjang adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara langsung melalui peningkatan kesempatan kerja, kesempatan berusaha dan pendapatan berdasarkan pendekatan bina lingkungan, bina usaha dan bina manusia, dan secara tidak langsung adalah meletakkan dasar-dasar yang kokoh bagi pembangunan nasional.Tujuan pembanguan pedesaan jangka pendek adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan ekonomi dan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumberdaya alam.Tujuan pembanguan pedesaan secara spasial adalah terciptanya kawasan pedesaan yang mandiri, berwawasan lingkungan, selaras, serasi, dan bersinergi dengan kawasan-kawasan lain melalui pembangunan holistik dan berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera.

E.   Strategi Pembangunan Pedesaan Terpadu

Pembangunan masyarakat pedesaan merupakan bagian dari pembangunan masyarakat yang diarahkan pula kepada pembangunan kelembagaan dan partisipasi serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan pada satuan wilayah pedesaan. Di negara-negara berkembang, secara demografis sebagian besar penduduk tinggal di pedesaan dan memiliki tingkat pendidikan rendah.

Konsep pembangunan pedesaan menjadi pusat perhatian negara-negara berkembang sejak tahun 1950-an sampai sekarang. Setiap negara menerapkan strategi pembangunannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi terutama menyangkut pertumbuhan penduduk, kemiskinan, urbanisasi, dan pengangguran masyarakatnya. Program dan kegiatan pembangunan pedesaan secara menyeluruh menyangkut bidang ekonomi, sektor-sektor pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan bidang sosial budaya dan lainnya. Seperti dalam pembangunan ekonomi pada umumnya, maka dalam mewujudkan tujuan pembangunan pedesaan, terdapat paling sedikit empat jenis strategi, yaitu:

1.    Strategi pertumbuhan,

2.    Strategi kesejahteraan,

3.    Strategi yang responsif terhadap kebutuhan masyanakat,

4.    Strategi terpadu atau strategi yang menyeluruh.

Pembangunan pedesaan yang memberi fokus pada upaya penanggulangan kemiskinan, jika diorientasikan untuk mewujudkan keberlanjutan proses dan manfaatnya di masa depan, maka strategi yang penting dilaksanakan ialahmenumbuhkan pembangunan yang berdasarkan kepercayaan diri (self-reliantdevelopment). Adapun yang menjadi elemen utama dalam strategi besar tersebutadalah pendekatan people driven dimana rakyat akan menjadi aktor penting dalam setiap formulasi kebijakan dan pengambilan keputusan politis. Juga diperlukan pelaksanaan perubahan paradigma yang meredefinisi peran pemerintah yang akanlebih memberi otonomi pada rakyat, adanya transformasi kelembagaan dari yang bersifat represif menjadi representatif, dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan.

Secara konsepsional pendekatan pembangunan dengan rakyat sebagai subjeknya berada pada jalan yang tepat, tetapi salah satu hal yang perlu disadari bahwa hasil dari pendekatan yang digunakan itu secara umum belum mencapai kondisi yang diinginkan, yaitu kemandirian masyarakat perdesaan. Proses penguatan penduduk miskin yang mencakup lima aspek yaitu; pengembangan sumber daya manusia, penyediaan modal kerja, penciptaan peluang dankesempatan berusaha, mengembangkan kelembagaan penduduk miskin, dan penciptaan sistem pelayanan kepada penduduk miskin yang sederhana dan efisien.


BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A.   Kesimpulan

Pembangunan desa terpadu adalah strategi pembangunan yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari strategi pembangunan desa.

Pangkal tolak pembangunan desa adalah GBHN atau Trilogi Pembangunan Stabilitas nasional (Pelita I),Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi (Pelita)Pemerataan (8 jalur pemerataan. Kegiatan-kegiatan pembangunan yang dilakukan dapat dilanjutkan dan dikembangkan ke seluruh pelosok daerah, untuk seluruh lapisan masyarakat. Kebijaksaan dan langkah-langkah pembangunan di setiap desa mengacu kepada pencapaian sasaran pembangunan berdasarkan Trilogi Pembangunan.

Pembangunan desa dilaksanakan dengan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Meningkatkan efisiensi masyarakat melalui kebijaksanaan deregulasi, debirokratisasi dan desentralisasi dengan sebaik-baiknya. Dalam melaksanakan kegiatan pembangunan pedesaan diperlukan kerjasama yang erat antar daerah dalam satu wilayah dan antar wilayah.

Pembangunan masyarakat pedesaan merupakan bagian dari pembangunan masyarakat yang diarahkan pula kepada pembangunan kelembagaan dan partisipasi serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan pada satuan wilayah pedesaan.

Konsep pembangunan pedesaan menjadi pusat perhatian negara-negara berkembang sejak tahun 1950-an sampai sekarang. Setiap negara menerapkan strategi pembangunannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi terutama menyangkut pertumbuhan penduduk, kemiskinan, urbanisasi, dan pengangguran masyarakatnya.

Pembangunan pedesaan yang memberi fokus pada upaya penanggulangan kemiskinan, jika diorientasikan untuk mewujudkan keberlanjutan proses dan manfaatnya di masa depan, maka strategi yang penting dilaksanakan ialah menumbuhkan pembangunan yang berdasarkan kepercayaan diri (self-reliantdevelopment).

Secara konsepsional pendekatan pembangunan dengan rakyat sebagai subjeknya berada pada jalan yang tepat, tetapi salah satu hal yang perlu disadari bahwa hasil dari pendekatan yang digunakan itu secara umum belum mencapai kondisi yang diinginkan, yaitu kemandirian masyarakat perdesaan.

Proses penguatan penduduk miskin yang mencakup lima aspek yaitu; pengembangan sumber daya manusia, penyediaan modal kerja, penciptaan peluang dankesempatan berusaha, mengembangkan kelembagaan penduduk miskin, dan penciptaan sistem pelayanan kepada penduduk miskin yang sederhana dan efisien.

B.   Saran

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak sekali kesalahan, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun selalu penulis tunggu sebagai media koreksi untuk pembuatan makalah selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA

Umam K.A, 2014. Makalah Pembangunan Desa Terpadu (Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat),  http://pasinaonpls43.blogspot.com/2014/04/makalah-pembangunan-desa-terpadu-mata.html. diakses pada 4 November 2020.

 

Gusri Randa, 2013. Pembangunan Pedesaan, https://rhandayouuww.blogspot.com/2013/03/pembangunan-pedesaan.html. diakses pada 4 November 2020.

 

Unknown, 2014. Makalah Model Pembangunan Desa, http://karangsengo.blogspot.com/2014/05/makalah-model-pembangunan-desa.html. diakses pada 4 November 2020.

 

MAKALAH PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN SOSIAL Sub Topik “Aspek-Aspek Perubahan Sosial”

 

MAKALAH

PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN SOSIAL

Sub Topik “Aspek-Aspek Perubahan Sosial”

 

Disusun untuk memenuhi Tugas Individu

Mata Kuliah : Teori Pembangunan Sosial

Disusun oleh,

Nama : Putry Anjani

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

2020


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                               i

DAFTAR ISI                                                                                                              ii

BAB I

PENDAHULUAN                                                                                                     1

A.   LATAR BELAKANG                                                                                    1

B.   RUMUSAN MASALAH                                                                               1

C.   TUJUAN                                                                                                        1

BAB II

PEMBAHASAN                                                                                                        2

A.   PENGERTIAN PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN SOSIAL          2

B.   SEBAB-SEBAB PERUBAHAN SOSIAL                                                  3

C.   ASPEK-ASPEK PERUBAHAN SOSIAL                                                  5

D.   CARA-CARA MENGATASI PERUBAHAN SOSIAL                              6

BAB III

PENUTUP                                                                                                                 8

KESIMPULAN                                                                                                          8

DAFTAR PUSTAKA                                                                                                9

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Setiap kehidupan manusia senantiasa mengalami perubahan-perubahan. Hal ini terjadi karena manusia mempunyai kepentingan-kepentingan yang berbeda, dan perubahan ini merupakan fenomena sosial yang wajar dalam kehidupan manusia baik itu individu maupun kelompok.

Perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat, dapat terjadi karena proses penyebaran manusia dari individu yang satu ke individu yang lain. Hal ini dikarenakan, proses perubahan sosial tidak saja berasal melalui proses evaluasi, namun juga dapat terjadi melalui proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan antar masyarakat.

B.   RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari pembuatan makalah ini adalah :

1.    Apa pengertian dari perubahan sosial

2.    Apa saja sebab-sebab dari perubahan sosial

3.    Apa saja aspek perubahan sosial

4.    Bagaimana cara mengatasi perubahan sosial

C.   TUJUAN

1.    Mengetahui pengertian dari pembangunan perubahan sosial

2.    Mengetahui penyebab dari perubahan sosial

3.    Mengetahui aspek-aspek perubahan sosial

4.    Mengetahui cara-cara mengatasi perubahan sosial

 


BAB II

PEMBAHASAN

A.   PENGERTIAN PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN SOSIAL

Secara terminologis, pembangunan identik dengan istilah development, modernization, westernization, empowering, industrialization, economic growth, europanization, bahkan terma political change. Identifikasi tersebut lahir karena pembangunan memiliki makna yang multi-interpretable sehinggga istilah tersebut sering disamakan dengan beberapa terma lain yang berlainan arti (Moeljarto Tjokrowinoto, 2004: 23). Makna dasar dari development adalah pembangunan. Artinya serangkaian upaya atau langkah untuk memajukan kondisi masyarakat sebuah kawasan atau negara dengan konsep pembangunan tertentu.

Pembangunan adalah upaya memajukan atau memperbaiki serta meningkatkan nilai sesuatu yang sudah ada. Pembangunan juga berarti seperangkat usaha manusia untuk mengarahkan perubahan sosial dan kebudayaan sesuai dengan tujuan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu mencapai pertumbuhan peradaban kehidupan sosial dan kebudayaan atas dasar target-target yang telah ditetapkan.

Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.

Pengertian perubahan sosial menurut para ahli:

a.    William F. Ogburn mengemukakan bahwa “ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial”.

b.    Kingsley Davis mengartikan “perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat”.

c.    Mac Iver mengatakan “perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial”.

 

B.   SEBAB-SEBAB PERUBAHAN SOSIAL

Menurut Prof. Soerjono Soekamto ada dua penyebab terjadinya perubahan sosial yaitu perubahan yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri (intern) dan dari luar (ekstern).

1.    Sebab Intern

Merupakan sebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri, antara lain:

a.    Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk di suatu desa. Pertambahan penduduk akan menyebabkan perubahan pada tempat tinggal. Tempat tinggal yang semula terpusat pada lingkungan kerabat akan berubah atau terpancar karena faktor pekerjaan. Berkurangnya penduduk pedesan juga akan menyebabkan perubahan sosial budaya.

b.    Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).

c.    Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.

2.    Sebab Ekstern

Merupakan sebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri, antara lain:

a.    Adanya pengaruh bencana alam.

Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya.

b.    Adanya peperangan.

Peristiwa peperangan, baik perang saudara maupun perang antar negara dapat menyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.

c.    Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain.

Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.

 

C.   ASPEK-ASPEK PERUBAHAN SOSIAL

1.    Demokratisasi

Terjadinya reformasi secara besar-besaran yang mencakup kondisi penduduk Indonesia dan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di seluruh wilayah Negara Indonesia ini telah menyebabkan terjadinya perubahan dasar yang melingkupi segala aspek kehidupan manusia seperto pada bidang politik, ekonomi, hukum, kebudayaan dan juga pendidikan. Adanya sistem pemerintahan yang merubah seluruh penyelenggaraan sentralistik dengan menghapuskan segala bentuk inisiatif atau parakarsa, kreativitas, segala macam keseragaman baik secara pribadi maupun bermasyarakat.

Oleh karena itu, dewasa ini kita membuthkan sesuatu yang  mendorong pengaktualisasi dan peningkatan segala bentuk aspirasi masyarakat. Terjadinya kehidupan masyarakat yang baru ini dapat memberikan banyak kesempatan kepada masyarakat, ciri-ciri kelompok sosial, organisasi dan seluruh warga untuk terus memberikan pendapat, mengambil peran secara aktif namun sesuai dengan kapasitas masing-masing. Akan tetapi hal tersebut tidak boleh kelaur dari jalur atau menyimpang dari hal-hal yang mnegatur dan berlaku sebagai falsafah kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia.

2.    Globalisasi

Dewasa ini, seluruh umat manusia di dunia dihadapkan pada sebuah tantangan-tantangan penyebab terjadinya konflik yang meliputi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat masalah kesejahteraan material dan spiritual yang semakin kompleks serta pada cepatnya perubahan sosial. Globalisasi ini telah menempatkan manusia untuk memasuki dan mempelajari seluruh kehidupan masyarakat globa yang terjadi di seluruh aspek kehidupan masyarakat sepert politik, ekonomi, budaya dan teknologi.

3.    Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi seluruh kehiduapan masyarakat secara global. Hasil dari penelitian-penelitian terbaru menyebutkan bahwa adanya kenyatan yang mutlak dan tidak bisa dihindari bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan teknologi, maka akan menghasilkan berbagai perangkat seperti halnya transportasi, telekomunikasi, komputer dan peralatan perang. Akibat dari dampak positif dan negatif perubahan sosial ,kemajuan yang cepat dan lebih mudah antara beberpaa bidang terebut dapat senantiasa memenuhi kebutuhan manusia secara cepat dan lebih mudah disamping adanya suatu penciptaan yang terjadi di berbagai bidang seperti kesehatan, pemukiman, aspek pendidikan dan sebagainya.

 

D.   CARA-CARA MENGATASI PERUBAHAN SOSIAL

1.    Memberi pengetahuan atau informasi baru, menghilangkan pandangan-pandangan sempit, memperluas pengetahuan dari masyarakat yang terbatas.

2.    Mengadakan diskusi-diskusi dalam kelompok-kelompok kecil mengenai pengetahuan, masalah-masalah dan kejadian-kejadian baru.

3.    Mengadakan kegiatan-kegiatan dalam kelompok kecil. Jikalau diskusi dalam kelompok tidak diikuti oleh kegiatan-kegiatan maka akan timbul kemacetan dan kekosongan dan kebosanan.

Menciptakan wadah baru, misalnya koperasi simpan pinjam, organisasi wanita, organisasi muda-mudi dengan mengggunakan metode kelompok kerja.


BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Pembangunan adalah upaya memajukan atau memperbaiki serta meningkatkan nilai sesuatu yang sudah ada. Pembangunan juga berarti seperangkat usaha manusia untuk mengarahkan perubahan sosial dan kebudayaan sesuai dengan tujuan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu mencapai pertumbuhan peradaban kehidupan sosial dan kebudayaan atas dasar target-target yang telah ditetapkan.

Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.

Menurut Prof. Soerjono Soekamto ada dua penyebab terjadinya perubahan sosial yaitu perubahan yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri (intern) dan dari luar (ekstern).

Aspek-aspek perubahan sosial :

1.    Demokratisasi

2.    Globalisasi

3.    Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang.


DAFTAR PUSTAKA

http://rinitarosalinda.blogspot.com/2015/09/perubahan-sosial-dan-pembangunan.html

https://materiips.com/aspek-aspek-perubahan-sosial#:~:text=Sedangkan%20aspek%2Daspek%20perubahan%20sosial,perkembangan%20teknologi%20yang%20semakin%20maju.

http://aliahsan27.blogspot.com/2014/02/makalah-perubahan-sosial-masyarakat-desa.html

 

Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat

  RESUME PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Disusun oleh, Putry Anjani  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS KEGURU...