Jumat, 17 Maret 2023

Bimbingan dan Konseling

 

Resume Materi

BIMBINGAN DAN KONSELING

PEMBAHASAN

A.    Karakteristik Kompetensi Konselor

Konselor adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling, Konselor bergerak terutama dalam konseling di bidang pendidikan tapi juga merambah pada bidang industry dan organisasi. Penanganan korban bencana dan konseling secara umum di masyarakat.

Karakteristik Konselor

Menurut Carl Rogers:

1)      Congruence:

Memahami dirinya sendiri terlebih dahulu, serasi antara fikiran dan perasaan, sungguh-sungguh menjadi dirinya, tanpa menutupi kekurangan pada dirinya.

2)      Unconditional Positif Regard:

Menerima atau respect kepada klien walaupun dengan keadaan yang tidak diterima oleh lingkungan. Setiap individu menjalani kehidupannya dengan membawa segala nilai-nilai dan kebutuhan yang dimilikinya. Setiap manusia memiliki tendesi mengaktualisasikan dirinya ke arah yang lebih baik. Konselor memberi kepercayaan kepada klien untuk mengembangkan dirinya.

3)      Empathy:

Memahami orang lain dari sudut kerangka berpikirnya, kemampuan yang dapat merasakan dunia pribadi klien tanpa kehilangan kesadaran diri. Komponen dalam empati: penghargaan, positif, rasa hormat, kehangatan, kekonkretan, kesiapan/kesegaran, konfrontasi, dan keaslian.

Pengertian Kompetensi. Kompetensi merujuk kepada penguasaan konsep, penghayatan dan perwujudan nilai, penampilan pribadi yang bersifat membantu, dan unjuk kerja profesional yang akuntabel. Dalam Landasan Bimbingan dan Konseling karya Syamsu Yusuf dan A. Juntika Nurihsan, konselor haruslah kompeten (2009:38)

Macam Kompetensi

1)      Kompetensi Pedagogis

Menguasai teori dan praksis pendidikan, mengaplikasi perkembangan fisiologi dan psikologi, menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling.

2)      Kompetensi Kepribadian

Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai dan menunjung tinggi  nilai-nilai kemanusiaan, individualitas dan kebebasan memilih. Menunjukkan integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat. Menampilkan kinerja berkualitas tinggi.

3)      Kompetensi Sosial

Mengimplementasi kolaborasi intern di tempat kerja, berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi, mengkolaborasi antar profesi.

4)      Kompetensi Profesional

      Memahami konsep dan praksis penelitian untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli.

      Menguasai kerangka teoritis dan praksis bimbingan dan konseling

      Merancang program bimbingan dan konseling

      Mengimpelementasikan program bimbingan dan konseling yang komprehensif.

      Menilai proses dan hasil bimbingan dan konseling

      Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

      Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling.

 

B.     Karakteristik Klien/Konseli

Klien/Konseli adalah setiap individu yang diberikan bantuan profesional oleh konselor permintaan dirinya sendiri atau orang lain

Menurut Rogers:

Klien sebagai individu yang datang ke konselor dalam keadaan cemas dan kongruen

Karakteristik Klien

Sherzter and Stone (1987), mengemukakan keberhasilan konseling ditentukan beberapa fakto berikut:

1)      Kepribadian Klien

Keberhasilan konseling sangat ditentukan oleh kepribadian klien. Aspek kepribadian klien meiputi: sikap, emosi, intelektual, dan motivasi.

2)      Harapan Klien

Harapan klien adalah untuk memperoleh informasi, menurunkan kecemasan, memperoleh jalan keluar dari persoalan yang dialami dan mencari upaya bagaimana dirinya supaya lebih baik

3)      Pengalaman dan Pendidikan Klien

Pendidikan dan pengalaman biasanya akan lebih mudah untuk mengungkapkan perasaannya, seperti pengalaman: diskusi, ceramah, pidato, mengajar, demokratis, dan sebagainya.

Macam-Macam Klien

1)      Klien Sukarela

Hadir secara sukarela, dapat menyesuaikan diri dengan konselor, bersedia mengungkapkan rahasia, bersikap bersahabat, mengikuti proses konseling.

2)      Klien Terpaksa

Tertutup,enggan bicara, curiga ke konselor, kurang bersahabat, menolak secar halus bantuan konselor.

3)      Klien Enggan

Klien jenis ini dating ke konselor bukan karena ada masalah melainkan karena senang berbincang-bincang, dan konselor diam saja.

4)      Klien bermusuhan/menentang

Tertutup, bermusuhan, menentang, menolak secara terbuka.

5)      Klien Kritis

Klien kritis disebabkan oleh ragam masalah karena musibah seperti: kematian, kebakaran, pemerkosaan, dan sebagainya. Klien ini biasanya; Tertutup, emosional, kurang mampu berfikir rasional, membutuhkan orang lain yang sangat dipercaya.

Sasaran Pembimbingan Peserta Didik

1)      Anak Usia Dini (Pedagogi)

Karakteristik Tahap Perkembangan Kognitif Anak Menurut Jean Piaget

2)      Remaja

Remaja : 12-21 Tahun

a.       Perubahan fisik

b.      Sosialisasi

c.       Pengembangan Kognitif

d.      Pribadi dan emosional

e.       Independen, emosional, dan pemberontak

f.        Moodines ekstrim, identitas diri,hubungan sebaya

g.      Kemandirian, dan batas pengujian

h.      Sifat egois.

3)      Masa Usia Dewasa (Andragogi)

a.       Masa Dewasa Muda

1)      Memilih pasangan hidup.

2)      Belajar hidup bersama pasangan hidup.

3)      Memulai hidup berkeluarga.

4)      Memelihara dan mendidik anak.

5)      Mengelola rumah tangga.

6)      Memulai kegiatan pekerjaan.

7)      Bertanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warga Negara

8)      Menemukan persahabatan dalam kelompok sosial.

b. Masa Usia Dewasa

1)      Memiliki tanggung jawab sosial dan kenegaraan sebagai orang dewasa.

2)      Mengembangkan dan memelihara standar kehidupan ekonomi. \

3)      Membimbing anak dan remaja agar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia

4)      Mengembangkan kegiatan-kegiatan waktu tenggang sebagai orang dewasa, hubungan dengan pasangan- pasangan keluarga lain sebagai pribadi

5)      Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisik sebagai orang setengah baya

6)      Menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai orang tua yang bertambah tua

c. Masa Usia Lanjut (Gerontologi)

1)      Menyesuaikan diri dengan kondisi fisik dan kesehatan yang semakin menurun

2)      Menyesuaikan diri dengan situasi pensiun dan penghasilan yang semakin berkurang

3)      Menyesuaikan diri dengan kematian dari pasangan hidup

4)      Membina hubungan dengan sesama usia lanjut

5)      Memenuhi kewajiban-kewajiban sosial dan kenegaraan

6)      Memelihara kondisi dan kesehatan

7)      Kesiapan menghadapi kematian.

C.    Ragam Masalah

Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Menurut Rahdzi. Pemberian bantuan yang diberikan secara sistematis kepada orang lain (klien) untuk memecahkan segala permasalahan yang dihadapi.

Menurut Sugiyono (2009:52) masalah diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi,antara teori dengan praktek,antara aturan dengan pelaksanaan,antara rencana dengan pelaksanaan

Keadaan taraf hidup kejiwaan klien

Klien menderita gangguan perasaan atau ketegangan batin

Ciri-ciri pokoknya berubah keguncangan mental, keguncangan kepercayaan terhadap tuhan, serta terhadap diri sendiri, timbul perasaan konflik batin yang hebat antara realitas dirinya dengan lingkungan masyarakat, dan lain-lain

Klien telah menderita gangguan dan ketenangan jiwa

Menampakkan ciri-ciri kelainan kejiwaan yang dianggap tidak normal, yang merupakan penyakit jiwa seperti psikokis atau psikoneurosis, baik yang masih dalam taraf ringan maupun yang sudah berat,

Kelainan  Kejiwaan

1)      Neurasthenia

Gejalanya antara lain,tidak dapat tidur,mudah marah atau bertengkar,malas,tidak punya inisiatif,rasa cemas yang berlangsung lama dan sebagainya.

2)      Psychasthenia

Gejalanya yaitu,takut tidak beralasan,mengerjakan pekerjaan terus menerus tanpa beralasan,selalu di kuasai pikiran terhadap satu soal terus menerus (obsesi) atau tidak mampu mengadakan pilihan terhadap sesuatu.

3)      Hysterianeuroris

Gejalanya yang tampak misalnya lumpuh,hilang ingatan,hilang perasaan panca indera,hilang nafsu makan,gemetaran dan sebagainya.

Jenis- Jenis Ragam Masalah

1)      Masalah Pribadi dan Sosial

Masalah yang berkaitan kehidupan social di lingkungan sekolah, seperti: kesulitan mencari teman, asing dengan pekerjaan kelompok, dosen, adaptasi dengan lingkungan, dan sebagainya.

Bimbingan social pribadi, berkaitan dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif, sikap positif, dan keterampilan pribadi yang tepat

2)      Masalah Karir

Masalah yang berhubungan dengan pekerjaan, pemahaman terhadap jabatan, tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan pemahaman diri, penyesuaian pekerjaan, dan pemecahan-pemecahan masalah yang dihadapi.

3)      Masalah Akademik

Bimbingan diarahkan untuk membantu para individu dalam menghadapi masalah akademik. Seperti: pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan, cara belajar, penyelesaian tugas-tugas latihan, perencanaan pendidikan lanjutan.

Bimbingan yang diberikan kepada individu yang menghadapi masalah belajar, misalnya: mengatur waktu belajar, lingkungan sekolah, penyesuaian dengan pelajaran baru, tata tertib sekolah.

Menurut Roos L. Mooney, mengidentifikasi masalah ke dalam 330 masalah, yang digolongkan kedalam 11 kelompok, yaitu: 1) perkembangan jasmani dan kesehatan, 2) Keuangan, keadaan lingkungan dan pekerjaan, 3) kegiatan social, 4) kegiatan pribadi dan kejiwaan, 5) Moral dan agama, 6) Kedaan keluarga, 7) masa depan pendidikan dan pekerjaan, 8) penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah, 9) Hubungan antar pemuda dan pemudi dan perkawinan, 10) Hubungan social kejiwaan, 11) Kurikulum sekolah dan pengajaran.

4)      Masalah Keluarga

Menurut Moursund “masalah keluarga” berfokus pada dua hal yaitu:

a.       Keluarga dan anak yang mengalami gangguan berat, seperti gangguan perkembangan dan skizofrenia.

b.      Keluarga orangtua yang tidak mampu, menelantarkan anggota keluarganya, salah dalam mengasuh keluarga, dan keluarga yang memiliki berbagai masalah. Dalam perkembangan saat ini masalah keluarga tidak hanya berfokus pada dua hal di atas, tetapi beberapa masalah seperti: anak yang tidak patuh, konflik antar anggota keluarga,perpisahan dengan anggota keluarga karena bekerja di luar daerah, dan anak yang mengalami kesulitan belajar.

5)      Masalah keagamaan

Masalah agama berkaitan dengan keraguan akan nilai-nilai agama, kebimbangan dalam mengikuti aliran agama, konflik keagamaan.

Konselor tidak boleh mempengaruhi agama lain untuk mengikuti agama yang dianut konselor, tetapi membantu klien yang mempunyai masalah.

 

Tambahan Materi

Menurut WS Winkel (1997) dalam Bimbingan dan Konseling di lingkungan pendidikan.

1.      Anak Usia Dini

2.      Usia SD

3.      Usia SMP

4.      Usia SMA

5.      Usia Mahasiswa

a.       Semester 1-IV

b.      Semenster V-VIII

Anak Usia Dini

Kebutuhan pada anak usia dini pada dasarnya berkisar pada kebutuhan jasmani primer dan kebutuhan psikologis, seperti penerimaan kasih sayang, perasaan aman serta terlindung. Tugas perkembangan yang dihadapi oleh anak balita antara lain: menggerakkan anggota-anggota tubuh dengan luwes, berkomunikasi secara lisan, menjalin hubungan emosional yang positif dengan anggota keluarga, guru sekolah dan teman sebaya, memperoleh sejumlah konsep yang sederhana. Program bimbingan yang diberikan dapat berupa bimbingan yang sifatnya preventif.

SD

Kebutuhan mendapatkan kasih sayang dan perhatian, menerima pengakuan terhadap dorongan untuk memajukan perkembangan kognitifnya, serta memperoleh pengakuan dari teman sebaya.  Tugas-tugas perkembangan yang dihadapi oleh peserta didik seusia ini adalah antara lain: mengatur beraneka kegiatan belajarnya dengan bersikap tanggungjawab, bertingkah laku dengan cara yang dapat diterima oleh keluarga dan teman-teman sebayanya, cepat mengembangkan bekal kemampuan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung; mengembangkan kesadaran moral berdasarkan nilai-nilai kehidupan (values), dengan membentuk kata hati.

SMP

Kebutuhan pada masa usia lebih cenderung yang bersifat psikologis, seperti mendapatkan kasih sayang, menerima pengakuan terhadap dorongan untuk semakin mandiri, memperoleh prestasi di berbagai bidang yang dihargai oleh orang dewasa dan teman sebaya, mempunyai hubungan persahabatan dengan teman sebaya, merasa aman dengan perubahan dalam kejasmaniannya sendiri.

Tugas-tugas perkembangan yang dihadapi peserta didik seusia ini adalah: menerima peranannya sebagai pria atau wanita yang sedang berkembang, memperjuangkan taraf kebebasan yang wajar dari orangtua dan kenalan dewasa yang lain, menambah bekal pengetahuan dan pemahaman sebagai dasar untuk pendidikan lebih lanjut, mengembangkan kata hati berdasarkan penghayatan pribadi terhadap nilai-nilai kehidupan (values).

SMA

Kebutuhan anak seusia ini terutama adalah yang bersifat psikologis, seperti mendapat perhatian dan dukungan tanpa pamrih apapun sekalipn negative, mendapat pengakuan terhadap keunikan alam fikiran dan perasaannya, menerima kebebasan yang wajar dalam mengatur kehidupannya sendiri tanpa dilepaskan sama sekali dari perlindungan keluarga, memperoleh prestasi-prestasi yang patut dibanggakan di bidang akademik dan non akademik, membina persahabatan dengan teman sejenis dan lain jenis, memiliki cita-cita hidup yang pantas untuk dikejar.

Mahasiswa PT

Pada umumnya tampak ciri-ciri sebagai berikut: sudah memantapkan diri dalam bidang keahlian yang telah dipilih dan dalam membina hubungan percintaan, memutar-balikan pikiran untuk mengatasi aneka ragam masalah, seperti: kesulitan ekonomi, kesulitan mendapat kepastian tentang bidang pekerjaan kelak, kesulitan membagi perhatian secara seimbang antara tuntutan akademik dan tuntutan kehidupan perkawinan, ketegangan atau stress karena belum berhasil memecahkan berbagai persoalan mendesak secara memuaskan.

Kebutuhan-kebutuhan yang dihayati terutama bersifat psikologis, seperti: mendapat penghargaan dari teman, dosen atau sesame anggota keluarga, mempunyai pandangan spiritual tentang makna kehidupan manusia, menikmati rasa puas karena mencapai sukses dalam studi akademik, memiliki rasa harga diri dengan mendapat tanggapan positif dari jenis yang lain.  

Mahasiswa Semester I- IV

Aneka tugas perkembangan yang dihadapi pada kelompok pertama adalah menyesuaikan diri dengan pola kehidupan di kampus dan di luar kampus, baik yang menyangkut hal-hal akademik maupun non akademik.

Mahasiswa Semester V-VIII

Sedangkan mahasiswa di semester tinggi, harus memantapkan diri dalam mengejar cita-cita di bidang studi akademik, dibidang pekerjaan, dan dibidang kehidupan berkeluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat

  RESUME PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Disusun oleh, Putry Anjani  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS KEGURU...