Kamis, 16 Maret 2023

PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA

REVIEW PENDIDIKAN SOSIAL BUDAYA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MASYARAKAT


Konsep Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

A. Pengertian ilmu sosial dan budaya dasar

    Ilmu Sosial dan Budaya Dasar adalah cabang ilmu pengetahuan yang merupakan integrasi dari dua ilmu lainnya, yaitu ilmu sosial yang juga merupakan sosiologi (sosio:sosial, logos: ilmu) dan ilmu budaya yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial.

    Ilmu sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan berbagai disiplin ilmu untuk menanggapi masalah-masalah sosial, sedangkan ilmu budaya adalah ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya, mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya.

    Istilah ISBD dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus.

    Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu:

a. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )

    Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta.

b. Ilmu-ilmu sosial ( social scince )

    Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.

c. Pengetahuan budaya ( the humanities )

    Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.

    Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll.

    Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

B. Konsep Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

    Theodorson dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai merupakan sesuatu yang abstrak, yang dijadikan pedoman serta prinsip – prinsip umum dalam bertindak dan bertingkah laku

Sedangkan yang dimaksud dengan nilai budaya itu sendiri suduah dirurmuskan oleh beberapa ahli seperti :

▪ Koentjaraningrat

    Menurut Koentjaraningrat (1987:85) lain adalah nilai budaya terdiri dari konsepsi konsepsi yang hidup dalam alam fikiran sebahagian besar warga masyarakat mengenai hal – hal yang mereka anggap amat mulia.

▪ Clyde Kluckhohn dlam Pelly

    Clyde Kluckhohn dalam Pelly (1994) mendefinisikan nilai budaya sebagai konsepsi umum yang terorganisasi, yang mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam alam, hubungan orang dengan orang dan tentang hal – hal yang diingini dan tidak diingini yang mungkin bertalian dengan hubungan orang dengan lingkungan dan sesama manusia.

▪ Sumaatmadja dalam Marpaung

    Sumaatmadja dalam Marpaung (2000) mengatakan bahwa pada perkembangan, pengembangan, penerapan budaya dalam kehidupan, berkembang pula nilai – nilai yang melekat di masyarakat yang mengatur keserasian, keselarasan, serta keseimbangan. Nilai tersebut dikonsepsikan sebagai nilai budaya.

C. Hakikat Kebudayaan

    Beberapa ahli ilmu sosial telah berusaha merumuskan berbagai definisi tentang kebudayaan dalam rangka memberikan pengertian yang benar tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaan tersebut. Dari berbagai definisi yang telah dibuat tersebut, Koentjaraningrat berusaha merangkum pengertian kebudayaan dalam tiga wujudnya, yaitu kebudayaan sebagai wujud cultural system, social system, dan artifact. Kebudayaan sendiri disusun atas beberapa komponen yaitu komponen yang bersifat kognitif, normatif, dan material.

D. Tujuan ilmu sosial dan budaya dasar

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut ISBD diharapkan dapat :

  1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
  2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.\
  3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
  4. Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

E. Ruang lingkup ilmu sosial dan budaya dasar

▪ Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya

▪ Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :

a. Manusia dan cinta kasih

b. Manusia dan Keindahan

c. Manusia dan Penderitaan

d. Manusia dan Keadilan

e. Manusia dan Pandangan hidup

f. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian

g. Manusia dan kegelisahan

h. Manusia dan harapan

F. Fungsi ilmu sosial dan budaya dasar

    Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala gejala social kebudayaan agar daya tanggap , persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan social budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya lebih besar.

G. Kesimpulan

    Ilmu Sosial dan Budaya Dasar adalah cabang ilmu pengetahuan yang merupakan integrasi dari dua ilmu lainnya, yaitu ilmu sosial yang juga merupakan sosiologi (sosio:sosial, logos: ilmu) dan ilmu budaya yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial.

    Nilai budaya ialah suatu bentuk konsepsi umum yang dijadikan pedoman dan petunjuk di dalam bertingkah laku baik secara individual, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan tentang baik buruk, benar salah, patut atau tidak patut.


Budaya dan Kebudayaan

A. Pengertian Budaya dan Kebudayaan

    Pengertian budaya dan kebudayaan pada hakikatnya adalah sama yaitu hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam kajian Antropologi, budaya dianggap merupakan singkatan dari kebudayaan sehingga tidak ada perbedaan berdasarkan definisinya. Namun, berdasarkan penelusuran dari berbagai literatur ada beberapa pengertian budaya dan kebudayaan.Dalam bahasa Inggris, budaya dan kebudayaan disebut culture, yang secara etimologi berasal dari kata Latin Colere, yang artinya mengolah atau mengerjakan. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia yang memiliki arti sama dengan kebudayaan.

B. Pengertian Budaya

    Budaya merupakan suatu cara hidup yang terbentuk dari banyak unsur yang rumit (agama, politik, adat istiadat, bahasa, seni, dll) dan berkembang pada sebuah kelompok orang atau masyarakat. Budaya sering kali dianggap warisan dari generasi ke generasi dan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.Istilah budaya berasal dari bahasa Sansekerta buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi berarti “budi” atau “akal”. Dengan demikian hakikat budaya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia .

    Ada pendapat yang membahas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budidaya yang berarti budi yang diperdayakan. Budi yang merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk, sedangkan daya adalah kemampuan melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak.Dengan demikian budaya dapat diartikan hal-hal yang berkaitan dengan akal dan cara hidup manusia yang selalu berubah dan berkembang dari waktu ke waktu.

C. Pengertian Kebudayaan

    Istilah kebudayaan berasal dari kata dasar budaya sehingga memiliki keterkaitan makna. Kebudayaan merupakan hasil dari budaya yaitu hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.Kebudayaan menunjuk kepada berbagai aspek kehidupan meliputi cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap, dan juga hasil dari kegiatan manusia khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu..Para ahli budaya lebih banyak mendefinisikan kebudayaan daripada budaya. Hal ini menunjukkan bahwa hakikat kebudayaan lebih kompleks dibandingkan dengan budaya

    Beberapa pengertian kebudayaan dari beberapa ahli, antara lain:

1) Koentjaraningrat.

    Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya. Koentjaraningrat membedakan adanya tiga wujud dari kebudayaan yaitu:

(1) Wujud kebudayaan sebagai sebuah kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai- nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.

(2) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam suatu masyrakat.

(3) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia

2) Ki Hajar Dewantara.

    Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

3) Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi.

    Kebudayaan adalah semua hasil karya rasa dan cipta masyarakat. Contoh hasil karya masyarakat adalah teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan manusia untuk mengusai alam sekitarnya.

4) Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski.

    Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Jadi, segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

    Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

5) Andreas Eppink.

    Kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

6) Edward B. Tylor.

    Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

7) Robert H Lowie.

    Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal.

D. Unsur-Unsur Kebudayaan

    Setiap kebudayaan mempunyai tujuh unsur dasar, yaitu: kepercayaan, nilai, norma dan sanksi, simbol, teknologi, bahasa, kesenian dan religi.

a. Kepercayaan

    Kepercayaan berkaitan dengan pandangan tentang bagaimana dunia ini beroperasi. Kepercayaan itu bisa berupa pandangan-pandangan atau interpretasiinterpretasi tentang masa lampau, bisa berupa penjelasan-penjelasan tentang masa sekarang, bisa berupa prediksi-prediksi tentang masa depan, dan bisa juga berdasarkan common sense, akal sehat, kebijaksanaan yang dimiliki suatu bangsa, agama, ilmu pengetahuan, atau semua kombinasi antara semua hal tersebut.Kepercayaan membentuk pengalaman, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman sosial.

b. Nilai

    Jika kepercayaan menjelaskan apa itu sesutu, nilai menjelaskan apa yang seharusnya terjadi. Nilai itu luas, abstrak, standar kebenaran yang harus dimiliki, yang diinginkan, dan yang layak dihormati.Meskipun mendapat pengakuan luas, nilai-nilai pun jarang ditaati oleh setiap anggota masyarakat.Namun nilailah yang memutuskan suasana kehidupan kebudayaan dan masyarakat.Nilai mengacu pada apa atau sesuatu yang oleh manusia dan masyarakat dipandang sebagai yang paling berharga. Dengan perkataan lain, nilai itu berasal dari pandangan hidup suatu masyarakat. Pandangan hidup ini berasal dari sikap manusia terhadap Tuhan, terhadap alam semesta, dan terhadap sesamanya.Sikap ini dibentuk melalui pelbagai pengalaman yang menandai sejarah kehidupan masyarakat yang bersangkutan.

c. Norma dan Sanksi

    Norma adalah standar yang ditetapkan sebagai garis pedoman bagi setiap aktivitas manusia-lahir dan kematian, bercinta dan berperang, apayang harus dimakan dan apa yang harus dipakai, kapan dan dimana orang bisa bercanda, melucu, dan sebagainya.Jika norma-norma adalah garis pedoman, sanksi-sanksi merupakan kekuatan penggeraknya. Sanksi adalah ganjaran ataupun hukuman yang memungkinkan orang mematuhi norma. Sanksi-sanksi itu bersifat formal bisa juga bersifat nonformal.Pelanggaran terhadap norma dan mendatangankan sanksi-sanksi tertentu. Tanpa sanksi, norma-norma kehilangan kekuatan.

d. Teknologi

    Pengetahuan dan teknik-teknik suatu bangsa dipakai untuk membangun kebudayaan materialnya.Dengan pengertahuan dan teknik-teknik yang dimilikinya, suatu bangsa membangun lingkungan fisik, sosial, dan psikologis yang khas.Sebagai hasil penerapan ilmu, teknologi adalah cara kerja manusia. Dengan teknologi manusia secara insentif berhubungan dengan alam dan membangun kebudayaan dunia sekunder yang berbeda dengan dunia primer (alam). Dewasa ini teknologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap manusia, tidak hanya terhadap cara hidup manusia tetapi juga menentukan teknologi berikutnya.

e. Simbol

    Simbol adalah sesuatu yang dapat mengekspresikan atau memberikan makna – sebuah salib atau suatu patung Budha, suatu konstitusi, suatu bendera.Banyak simbol berupa objek-objek fisik yang telah memperoleh makna kultural dan dipergunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih bersifat simbolik ketimbnag tujuan-tujuan yang bersifat instrumental.Simbol-simbol seperti bendera atau salib menampakkan kepercayaan, nilai-nilai, dan norma-norma kultural, dan mengandung banyak arti (Victor Turner, 1967:18).Simbol-simbol lain seperti tanda-tanda lalu lintas mempunyai arti yang lebih sempit dan spesifik.Objek yang sama kalau dipakai untuk tujuan yang sama pun bisa berbeda sekali artinya dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda.

f. Bahasa

    Bahasa merupakan sarana utama untuk menangkap, mengkomunikasikan, mendiskusikan, mengubah, dan mewariskan arti-arti ini kepada generasi baru. Kemampuan untuk melakukan komunikasi simbolik, khususnya melalui bahasa,membedakan manusia dari hewan. Namun komunikasi yang dilakukan oleh hewan itu merupakan respon-respon langsug terhadap peristiwa-peristiwa di lingkungan sekitarnya, yang terprogram secara genetik. Namun bahasa bukan sekedar sarana komunikasi atau sarana mengekspresikan sesuatu.Dengan bahasa manusia menciptakan duniannya yang khas manusiawi (kebudayaan). Dengan bahasa manusia membangun cara berpikir, dengan bahasa manusia bahkan menciptakan dirinya sendiri. Semua bahasa mempunyai aturan-aturan tertentu untuk membuat pernyataan, untuk mengajukan pertanyaan, untuk mengingkari sesuatu, untuk memakai ungkapan pasif atau aktif, dan sebagainya.namun berfikir tanpa bahasa adalah nonsense.Bahkan untuk bermimpi pun diperlukan bahasa.Tanpa bahasa kita tak pernah tau tentang mimpi, jadi didalam tidur pun manusia tetap membutuhkan bahasa.

g. Kesenian

    Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mataataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias.Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.

h. Religi

    Koentjaraningrat (1971:77) menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukannya.

E. Sistem Sosial-Budaya Indonesia

    Para ahli kebudayaan memandang tidak mudah menentukan apa yang disebut kebudayaan Indonesia, antara lain dengan melihat kondisi masyarakat yang majemuk.

    Namun secara garis besar, setidak-tidaknya terdapat 3 (tiga) macam kebudayaan, atau subkebudayaan, dalam masyarakat Indonesia, yakni

(1) Kebudayaan Nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45;

(2) Kebudayaan suku-suku bangsa;

(3) Kebudayaan umum lokal sebagai wadah yang mengakomodasi lestarinya perbedaan-perbedaan identitas suku bangsa serta masyarakat-masyarakat yang saling berbeda kebudayaannya yang hidup dalam satu wilayah, misalnya pasar atau kota (Melalatoa, 1997: 6).

    Sementara itu, Harsya W. Bachtiar (1985: 1-17) menyebut berkembangnya 4 (empat) sistem budaya di Indonesia, yakni

(1) Sistem Budaya Etnik: bermacam-macam etnik yang masing-masing memiliki wilayah budaya (18 masyarakat etnik, atau lebih);

(2) Sistem Budaya Agama-agama Besar, yang bersumber dari praktek agama-agama Hindu, Budha, Islam, Kristen, dan Katolik;

(3) Sistem Budaya Indonesia: bahasa Indonesia (dari Melayu), nama Indonesia, Pancasila dan UUD-RI. (4) Sistem Budaya Asing: budaya-budaya India, Belanda, Arab/Timur Tengah, Cina, Amerika, Jepang, dsb.Selain itu, dapat ditambah “Sistem Budaya Campuran.”

F. Perbedaan Budaya dan Kebudayaan

    Dari penjelasan sebelumnya tentang pengertian budaya dan kebudayaan, secara singkat dapat dikatakan perbedaan antara budaya dan kebudayaan adalah bahwa budaya itu merupakan cipta batin (akal budi) suatu masyarakat, sedangkan kebudayaan merupakan hasil kegiatan dan penciptaan budaya masyarakat tersebut seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.

G. Kesimpulan

    Budaya merupakan suatu cara hidup yang terbentuk dari banyak unsur yang rumit (agama, politik, adat istiadat, bahasa, seni, dll) dan berkembang pada sebuah kelompok orang atau masyarakat. Sedangkan kebudayaan merupakan hasil dari budaya yaitu hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Kebudayaan menempati posisi sentral dalam seluruh tatanan hidup manusia. Tak ada manusia yang dapat hidup di luar ruang lingkup kebudayaan. Kebudayaan yang memberi nilai dan makna pada hidup manusia. Seluruh bangunan hidup masyarakat berdiri di atas landasan kebudayaan. Setiap masyarakat bangsa di dunia memiliki kebudayaan, meskipun bentuk dan coraknya berbeda-beda dari masyarakat bangsa yang satu ke masyarakat-bangsa lainnya. Kebudayaan secara jelas menampakkan kesamaan kodrat manusia dari berbagai suku, bangsa, dan ras. Perbedaan antara budaya dan kebudayaan adalah bahwa budaya itu merupakan cipta batin (akal budi) suatu masyarakat, sedangkan kebudayaan merupakan hasil kegiatan dan penciptaan budaya masyarakat tersebut seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.


Hakikat Hidup Manusia dan Peradaban

A. Manusia

    Manusia merupakan makhluk yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Melalui akalnya manusia dituntut untuk berfikir menggunakan akalnya untuk menciptakan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

    Manusia sebagai makhluk individu. Dalam bahasa Latin individu berasal darikata individuum, artinya yang tidak terbagi. Dalam bahasa Inggris individu berasal darikata in dan divied. Kata lain salah satunya mengandung pengertian tidak dan divied artinya terbagi.

    Jadi, individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan. Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang di katakan sebagai manusia individu mana kala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Individu adalah manusia yang memiliki kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia “perseorangan” atau ”orang seorang” yang memiliki keunikan. Ciri seorang individu tidak hanya mudah di kenali lewat ciri fisik atau biologisnya. Sifat, karakter, perangai, atau gaya dan selera orang juga beda-beda. Lewat ciri-ciri fisik seseorang pertama kali mudah di kenali. Seorang individu adalah perpaduan faktor genotipe dan fenotipe.

    Faktor genotipe adalah faktor yang di bawa sejak lahir. Faktor fenotip adalah faktor lingkungan. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial.

    Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian. Menurut Nursyid Samaatmadja, kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi biopsikofisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakkan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Manusia sebagai makhluk sosial. Manusia dikatakan sebagi makhluk sosial, juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan oranglain. Ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengsn orang lain.Manusia dikatakan juga sebagai makhluk social, karena manusia tidak akan bisa hidup sebagi manusia jika tidak hidup di tengah-tengah manusia.

    Cooley memberi nama looking-glass self untuk melihat bahwa seseorang di pengaruhi orang lain. Cooley berpendapat bahwa looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap. Pada tahap pertama, seseorang mempunyai presepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap kedua, seseorang mempunyai presepsi mengenai pandangan orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga, seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang di rasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya. Manusia dikatakan makhluk sosial apabila kita tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan pertolongan dari orang lain. Menurut George Herbert Mead, pengembangan diri manusia berlangsung beberapa tahap, yaitu Play Stage (bermain),Game Stage (bertanding), Significant Other (bersama orang dekat), dan Generalized Other (Bersama masyarakat secara umum).

    Dalam proses interaksi antarmanusia lahirlah suatu bentuk kebudayaan. Kebudayaan diperoleh manusia melalui proses belajar, baik dengan pengamatan langsung maupun dengan cara mempelajari lingkungannya. Secara umum, kebudayaan dapat diterima dengan tiga bentuk atau cara :

1) Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan.

2) Melalui pengalaman hidup sebagai makhluk sosial.

3) Melalui komunikasi simbolik (benda, tubuh, gerak tubuh, peristiwa atau pengalaman).

    Setiap kebudayaan pasti memiliki kekhasan tertentu yang menjadikannya berbeda dengan yang lainnya. Namun pada dasarnya kebudayaan memiliki hakikat yang sama, antara lain :

1) Terwujud dan tersalurkan melalui perilaku manusia.

2) Sudah terbentuk sejak lama dan terus ada dari generasi ke generasi.

3) Merupakan aturan yang berisi kewajiban, juga tindakan yang diterima atau tidak, anjuran atau perintah, larangan serta pantangan.

    Bronislaw Malinowski menyatakan ada 4 unsur pokok kebudayaan, yaitu;

1) Sistem norma-norma yang memungkinkan kerja sama antar para anggota masyarakat agar menyesuaikan dengan alam sekelilingnya,

2) organisasi ekonomi,

3) alat dan lembaga atau petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama), dan

4) organisasi kekuatan (politik).

    Kliucckhohn menyebutkan ada 7 unsur kebudayan, yaitu:

1) Sistem mata pencaharian hidup,

2) sistem peralatan dan teknologi,

3) sistem organisasi kemasyarakatan,

4) sistem pengetahuan,

5) bahasa,

6) kesenian, dan

7) sistem religi dan upacara keagamaan.

B. Peradaban

    Peradaban dalam Bahasa Inggris adalah Civilization diartikan sebagai

(1) group of people living and working together for the purpose of creating an organized society,

(2) The highest cultural grouping of people which distinguishes humans from other species,

(3) complex systems or network of cities that emerge from pre-urban culture. Atau dibilang Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.

    Definisi peradaban menurut Koentjaraningrat menyatakan bahwa peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi. Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor yaitu Pendidikan, Kemajuan Teknologi, dan Ilmu Pengetahuan.

    Menurut Fairchild, dkk. (1980:41) dalam Nursyid (1996:67): Peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang di cirikan oleh tarah intelektual, keindahan, teknologi, dan spiritual tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya taraf kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai mencapai peradaban yang tinggi.

    Hakikat peradaban bisa dimulai dengan definisi “peradaban” itu sendiri. Peradaban mengambil dari kata civilitation yang berarti nilai hidup satu kelompok atau bangsa dalammerespons tantangan masa yang dihadapinya dalam era tertentu (Oxport DictionaryEnglish oleh Hassan Shadily: 2003). Peradaban adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut bagian-bagian atau unsur-unsur suatu kebudayaan yang dianggap halus, maju,dan indah. Dalam definisi peradaban juga mengandung adanya perkembangan pengetahuan dan kecakapan, sehingga orang memungkinkan memiliki tabiat “beradab”. Salah satu ciri manusia beradab adalah mampu mengendalikan diri, yakni menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa. Peradaban juga sering merujuk pada kemajuane konomi, teknologi, dan politik.

    Peradaban adalah sebuah entitas terluas dari budaya, yang teridentifikasi melalui unsurunsur objektif umum, seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, maupun melalui identifikasi diri yang subjektif. Peradaban selalui mengalami pasang surut. Terkadang peradaban berkembang dengan pesat, tetapi kadang juga dapat hilang ditelan bumi dan terkubur di dalam pasir-pasir masa, tak lagi relevan dengan kehidupan manusia.

    Makna hakiki manusia beradab digambarkan dengan ketenangan, kenyamanan, ketentraman dan kedamaian, dengan kata lain kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum. Peradaban merupakan perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya yang mencakup seluruh kehidupan sosial, ekonomi, politik dan teknik.

    Suatu budaya senantiasa tidak lepas dari kemanusiaan dan adanya penerimaansecara umum terhadap nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, orientasi-orientasi, perilaku- perilaku, dan institusi-institusi oleh umat manusia di seluruh dunia. Kondisi tersebut terjadi pada masyarakat modern yang melahirkan proses globalisasi. Dalam alam yang canggihsuatu kebudayaan dapat diserap dan mendunia jika memiliki perangkatnya, yaitutransportasi dan komunikasi. Oleh karena itu negara maju cenderung mampu memprakarsai “peradaban masyarakat dunia” karena mempunyai akses yang besar dalam perangkat tersebut yang mampu membentuk opini dunia.

C. Peradaban Manusia dan Upaya Pelestariannya

    Peradaban merupakan tahap tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula, yang telah mecapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang telah maju. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan mempengaruhi peradaban sebuah bangsa dan menjadikan bangsa itu dianggap lebih maju dari bangsabangsa lain pada zamannya.

    Dalam perjalanan peradaban manusia, ada suatu fenomena yang harus dihadapi, yaitu terjadinya benturan peradaban. Pada zaman modern, Hutington meyakini bahwa peradaban-peradaban yang muncul akan menimbulkan proses benturan-benturan. Benturan itu terjadi bisa antara peradaban Barat dan Timur. Satu hal yang tidak boleh terjadi adalah berhenti mempelajari peradaban manusia. Peradaban manusia harus terus dikaji atau dipelajari. Sejarah peradaban manusia dari tiap masa tidak boleh hilang. Karena dari belajar peradaban di masa lalu itulah, kita bisa becermin untuk mengembangkan peradaban manusia masa mendatang.

    Adanya perkembangan informasi dapat mengikis nilai-nilai budaya yang berlaku di masyarakat sehingga ada beberapa orang dalam suatu masyarakat yang sudah tidak melakukan nilai-nilai budaya karena mendapat pengaruh yang intens oleh adanya kemajuan peradaban teknologi informasi dan komunikasi yang amat pesat sehingga mereka dapat menambah berbagai pengetahuan tentang nilai-nilai budaya baru dari lain daerah, antara lain seperangkat aturan atau norma yang berlaku didalam masyarakat. Disamping itu mereka yang terkena perkembangan komunikasi akan jauh lebih responsif dan mudah beradaptasi dengan modernisasi. Oleh karena itulah maka adat istiadat yang dulu dilakukan mulai berkurang atau disederhanakan bentuknya karena mungkin sekarang hal itu dianggap merupakan pemborosan belaka yang tidak bisa dikatakan efisien lagi. Proses perkembangan komunikasi yang secara jelas telah menyebabkan berbagai perubahan nilai-nilai budaya tradisional hal itu kiranya didukung oleh berbagai produk teknologi, seperti: media cetak (surat kabar, majalah, dll) dan media elektronik (radio, televisi, komputer, dll). Dalam mengahadapi perkembangan komunikasi yang memunculkan dampak pada nilai-nilai budaya ini, agaknya yang perlu diperhatikan adalah segolongan masyarakat yang ingin mempertahankan nila-nilai tersebut, juga mereka yang tidak atau memang belum siap menerima perubahan. 

    Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemajuan perkembangan komunikasi telah merubah cara hidup masyarakat di dunia dalam menjalankan aktivitas seharihari. Keberadaan dan peranan teknologi informasi di segala sektor kehidupan, tanpa sadar telah membawa dunia memasuki era globalisasi lebih cepat dari yang dibayangkan semula.

    Dampaknya tidak hanya berpengaruh pada sisi makro ekonomi dan politik masing-masing negara yang dipengaruhinya, tetapi lebih jauh telah merasuki aspek-aspek sosial budaya manusia. Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan. Sedangkan wujud peradaban moral adalah Nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dalam kesusilaan, norma, etika dan estetika.

    Arus informasi yang berkembang cepat menumbuhkan cakrawala pandangan manusia makin terbuka luas. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan diri manusia, dewasa ini telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu‟ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia.

    Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. Dampak globalisasi Terhadap Peradaban Manusia Akibat globalisasi diantaranya masyarakat mengalami anomi/ tidak punya norma atau heteronomy/ banyak norma, sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap melanggar normatunggal masyarakat.

Globalisasi memunculkan perubahan perubahan diantaranya:

1) Perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi.

2) Perubahan dari teknologi yang mengandalkan kekuatan tenaga ke teknologi canggih.

3) Perubahan dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia.

4) Perubahan dari jangka pendek ke jangka panjang

D. Peradaban Memiliki Kaitan Erat Dengan Kebudayaan

    Kebudayaan hakikatnya adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia. Kemampuan akal: manusia menghasilkan ilmu pengetahuan. Kamampuan rasa: melalui alat-alat inderanya menghasilkan beragam barang seni dan bentuk kesenian. Kemampuan karsa: menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan dan kebahagiaan sehingga menghasilkan berbagai aktifitas hidup manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap masyarakat atau bangsa dimanapun selalu berkebudayaan, tetapi tidak semuanya telah memiliki peradaban.

    Peradaban merupakan tahap tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang telah maju.

    Globalisasi informasi dan budaya yang terjadi seperti saat ini adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan. Kita harus beradaptasi dengannya karena banyak manfaat yang bisa diperoleh. Harus diakui bahwa teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah produkdari modernisasi yang bermanfaat besar bagi terciptanya dialog dan demokratisasi budaya secara massal dan merata. Globalisasi mempunyai dampak yang besar terhadap budaya. Kontak budaya melalui media massa menyadarkan dan memberikan informasi tentang keberadaan nilai-nilai budaya lain yang berbeda dari yang dimiliki dan dikenal selama ini. Kontak budaya ini memberikan masukan yang penting bagi perubahanperubahan dan pengembangan-pengembangan nilai-nilai dan persepsi dikalangan masyarakat yang terlibat dalam proses ini.

    Kesenian bangsa Indonesia yang memiliki kekuatan etnis dari berbagai macam daerah juga tidak dapat lepas dari pengaruh kontak budaya ini. Sehingga untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan-perubahan diperlukan pengembanganpengembangan yang bersifat global namun tetap bercirikan kekuatan lokal atau etnis.

    Globalisasi budaya yang begitu pesat harus diantisipasi dengan memperkuat identitas kebudayaan nasional. Berbagai kesenian tradisional yang sesungguhnya menjadi asset kekayaan kebudayaan nasional jangan sampai hanya menjadi alat atau slogan para pemegang kebijaksanaan, khususnya pemerintah dalam rangka keperluan turisme, politik dan sebagainya.

    Selama ini pembinaan dan pengembangan kesenian tradisional yang dilakukan lembaga pemerintah masih sebatas pada unsur formalitas belaka, tanpa menyentuh esensi kehidupan kesenian yang bersangkutan. Akibatnya, kesenian tradisional tersebut bukannya berkembang dan lestari, namun justru semakin dijauhi masyarakat.Dengan demikian, tantangan yang dihadapi oleh kesenian rakyat cukup berat. Karena padaera teknologi informasi dan komunikasi yang sangat canggih dan modern ini masyarakat dihadapkan kepada banyaknya alternatif sebagai pilihan, baik dalam menentukan kualitas maupun selera. Hal ini sangat memungkinkan keberadaan dan eksistensi kesenian rakyat dapat dipandang dengan sebelah mata oleh masyarakat, jika dibandingkan dengan kesenian modern yang merupakan imbas dari budaya pop.

E. Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat

1) Kemajuan IPTEK Bagi Peradaban Manusia

    Secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indra dan otak manusia.

    Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai ”keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia” Pengertian teknologi secara umum adalah:

a. Proses yang meningkatkan nilai tambah.

b. Produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja.

c. Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan.

    Sedangkan dampak adalah suatu akibat yang ditimbulkan oleh sesuatu. Jadi dampak teknologi adalah akibat yang ditimbulkan oleh suatu teknologi, bisa akibat baik bisa juga akibat buruk dalam kehidupan manusia.

    Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaatyang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisilain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

2) Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia

    Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri .

    Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar(bahasa juga salah satu budaya bangsa).

    Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalahmajalah luar negeri yang ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia .

    Derasnya arus informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya internet, turut serta menyumbang bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat telah menjadi trend dilingkungan anak muda. Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilaisosial dan budaya Timur (termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai ketimuran.

F. Kesimpulan

    Antara manusia dan peradaban sangat erat hubungannya karena keduanya saling mendukung dalam menciptakan suatu kehidupan sesuai kodratnya. Peradaban timbul karena manusia yang menciptakannya. Masyarakat yang beradab diartikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan budi pekerti yang baik. Makna hakiki manusia beradab digambarkan dengan ketenangan, kenyamanan, ketentraman dan kedamaian, dengan kata lain kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum. Peradaban merupakan perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. yang mencakup seluruh kehidupan sosial, ekonomi, politik dan teknik. Sedangkan kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih murni diatas tujuan yang praktis hubungannya dengan masyarakat. Jadi Peradaban merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu yang telah mencapai kebudayaan tertentu, yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pngetahuan, teknologi dan seni yang telah maju. Masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial signifikan sehingga taraf kehidupannya makin kompleks. Manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab tentunya mempunyai tanggungjawab dalam melangsungkan hiduapnya. Manusia yang bertanggungjawab adalah manusia yang bertindak baik menurut norma umum. Makna hakiki manusia beradab adalah manusiasenantiasa menjunjung tinggi aturan-aturan, norma-norma, adat-istiadat, ugeran dan wejangan atau nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat yang diwujudkan ketaatan pada berbagai pranata sosial atau aturan sosial, sehingga tercipta kehidupan di masyarakat yang tenang, nyaman, tentram dan damai.

    Konsep masyarakat adab adalah kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum. Hal ini sesuai dengan aspek rohani dan jasmani yang ada pada manusia. Sehingga kehidupan manusia selalu dibimbing oleh nilai-nilai spiritualisme dan materialisme. Maka sepatutnya menserasikan kedua pasangan nilai. Namun kenyataan manusia dalam memandang kedudukan dan peranan seseorang di masyarakat lebih banyak mempergunakan tolak ukur materi. Hal ini disebabkan karrena tabiat manusia akan selalu mencari peluang kebebasan. Pada kelanjutannya mengenai pasangan nilai tersebut mengalami pergeseran tekanan pada nilai-nilai tertentu. Pergeseran nilai tersebut adalah nilai-nilai materialism yang dapat menimbulkan perubahan nilai yang berpengaruh terhadap masa depan. Perubahan nilai tersebut merambah pada perubahan sosial.


Manusia Sebagai Individu dan Makhluk Sosial

A. Manusia Sebagai Makhluk Individu

    Dalam bahasa latin Individu berasal dari kata individuum. Artinya : yang tak terbagi Dalam bahasa Inggris Individu berasal dari kata in dan divided. Artinya : tidak dan terbagi. Jadi Individu artinya : tidak terbagi, atau suatu kesatuan

    Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotipe dan fenotipe.

    Faktor genotipe adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan dibawa individu sejak lahir. Kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi biopsikofisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan.

    Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi yang khas dengan corak kepribadiannya. Artinya, kepribadian seseorang individu berbeda dengan individu lainnya walaupun saudara kembar. Sebagai individu manusia mengalami pertumbuhan (secara fisik) dan perkembangan (secara mental/psikologis)

Ada 3 pandangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan tersebut, yakni :

1. Pandangan Navistik : Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Misalnya kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ayah memiliki keahlian di bidang seni lukis maka kemungkinan besar anaknya juga menjadi pelukis dan sejenisnya.

2. Pandangan Empiristik : Menurut pendirian ini menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang banyak dibicarakan. Pendirian semacam ini biasa disebut pendirian yang environmentalistik. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendirian ini pada hakikatnya adalah kelanjutan dari faham emperisme.

3. Pandangan Konvergensi : Konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan lingkungan

B. Peranan Manusia Sebagai Makhluk Individu

    Sebagai makhluk individu manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal sebagai berikut :

1. Menjaga dan mempertahankan harkat dan martabatnya

2. Mengupayakan terpenuhi hak-hak dasarnya sebagai manusia

3. Merealisasikan segenap potensi diri baik sisi jasmani maupun rohani

4. Memenuhi kebutuhan dan kepentingan diri demi kesejahteraan hidupnya

C. Kebutuhan Manusia menurut Abraham Maslow

    Kebutuhan Manusia menurut Abraham Maslow Seorang pelopor psikologi humanistik Abraham Maslow berpendapat bahwa kebutuhan manusia terbagi menjadi lima :

1) Kebutuhan fisiologis

    Beberapa hal yang dikategorikan sebagai kebutuhan fisiologis atau mendasar ialah makan, minum, pakaian, seksual, dan lain sebagianya.

2) Kebutuhan rasa aman dan perlindungan

    Kebutuhan yang satu ini mencakup beberapa hal, seperti bebas dari rasa takut, terlindungi dari bahaya, ancaman penyakit, perang, dan beberapa hal lainnya.

3) Kebutuhan sosial

    Dicintai, diakui sebagai masyarakat, dan diperhitungkan secara peribadi tergolong kebutuhan sosial yang dibutuhkan manusia.

4) Kebutuhan akan penghargaan

    Seperti namanya, kebutuhan pernghargaan tentu dibutuhkan manusia untuk dihargai kemampuannya, jabatan, kedudukan, dan lain-lain.

5) Kebutuhan akan aktualisasi diri

    Kebutuhan yang satu ini dibutuhkan manusia, yakni memaksimalkan potensi diri, ekspresi diri, dan kreativitas.

D. Manusia Sebagai Makhluk Sosial

    Dalam bahasa Inggris kata masyarakat disebut society, asal katanya socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa Arab yaitu syirk, artinya bergaul. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh unsur-unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan (Soelaeman, 1989).

Konteks sosial = setiap orang akan mengenal orang lain oleh karena itu perilaku manusia selalu terkait dengan orang lain.

Manusia = makhluk sosial, karena ada dorongan untuk berhubungan dengan orang lain. Ada kebutuhan sosial untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Kebutuhan untuk berteman dengan orang didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya. Manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial karena:

1. Manusia tunduk pada aturan dan norma sosial

2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain

3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain

4. Potensi manusia akan berkembang bila berada ditengah-tengah masyarakat

E. Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial

    Ciri manusia sebagai makhluk sosial adalah dengan adanya interaksi sosial dalam hubungannya dengan manusia lain. Secara garis besar, ada beberapa faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia dengan manusia lainnya, yaitu:

1. Tekanan emosional. Tekanan emosional yang tinggi membuat manusia bersimpati dan berempati dengan apa yang terjadi pada manusia lainnya, sehingga mendorong mereka untuk membantu manusia tersebut keluar dari permasalahannya ataupun ikut merasakannya.

2. Harga diri. Harga diri mendorong manusia untuk berinteraksi dengan orang lain. Ketika kondisi harga diri mereka rendah, maka mereka akan terpacu untuk melakukan hubungan dengan orang lain karena pada kondisi ini mereka membutuhkan dukungan atau kasih sayang dari orang lain untuk bangkit dari masalahnya.

3. Isolasi sosial. Isolasi sosial memaksa seseorang untuk bersoasialisasi dengan manusia lainnya yang memiliki pemikiran yang sepaham agar terbentuk interaksi sosial yang harmonis.

F. Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Sosial

    Ada berbagai pemahaman terhadap Manusia, yang paling umum adalah tiga pemahaman di bawah ini :

1) Materialisme Antropologik, yaitu menjelaskan bahwa manusia pada hakikatnya adalah materi. Manusia adalah jasad yang tersusun dari bahan-bahan material dari dunia anorganik.

2) Materialisme Biologik, menjelaskan bahwa manusia merupakan badan yang hidup atau organisme yang mempersatukan segala pembawaan kegiatan kehidupan badan di dalam dirinya. Struktur kehidupan manusia yang memilikikewaspadaan indrawi berlaku juga bagi hewan. Dalam Kenyataan manusia memang merupakan bagian dari kehidupan organik yang dapat ditelusuri.

3) Idealisme Antropologik, Menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki unsurunsur spiritual-intelektual yang secara intrinsik tidak bergantung pada materi.

    Manusia tidak dapat dijelaskan dengan satu prinsip saja, karena dalam diri manusia bergabung berbagai prinsip yang menyusun suatu pemahaman tentang dirinya secara utuh dan lengkap.

Manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan, yaitu :

1. Manusia tunduk pada norma sosial, aturan

2. Perilaku manusia mengharapkan penilaian dari orang lain

3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain

4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia

G. Agen Sosialisasi

    Sosialisasi terjadi di seluruh rentang hidup. Interaksi sosial meliputi perpindahan individu dari satu tempat ke tempat yang lain, peran dalam hidup mereka mulai dari lulus sekolah, memperoleh pekerjaan, menikah, memiliki anak, hingga pensiun.

Berikut merupakan agen-agen sosialisasi:

1) Keluarga

    Keluarga merupakan agen sosialisasi pertama dan terpenting. Agen sosialisasi keluarga terdiri dari sistem keluarga inti (nuclear family) dan sistem kekerabatan (extended family). Keluarga inti meliputi ayah, ibu, dan saudara kandung maupun angkat yang tinggal dalam satu rumah. Sedangkan sistem kekerabatan meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi.

    Keluarga termasuk kelompok primer yang memiliki intensitas tinggi dalam mengawasi anggota keluarganya. Sosialisasi dalam keluarga dapat memengaruhi pembentukan kepribadian anak.

2) Sekolah

    Individu dihadapkan pada berbagai pengalaman berbeda di sekolah. Mereka berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang agama, kelas sosial, ras, etnis, dan kebudayaan. Sosialisasi di sekolah memiliki tujuan menanamkan nilai kedisiplinan yang berorientasi mempersiapkan peran peserta didik pada masa mendatang. Agen sosialisasi sekolah merupakan bentuk dari sosialisasi sekunder.

3) Kelompok sepermainan

    Sosialisasi juga terjadi di antara kelompok sepermainan, baik teman sebaya maupun tidak sebaya. Kelompok sepermainan dapat memengaruhi kebiasaan belajar, selera musik, sudut pandang, dan bahkan gaya berpakaian. Agen sosialisasi kelompok sepermainan merupakan bentuk dari sosialisasi sekunder.

4) Media massa

    Media massa adalah sarana komunikasi satu arah ke masyarakat luas. Informasi yang disampaikan melalui media dapat menyebar secara cepat dan luas ke seluruh lapisan dan golongan masyarakat. Jenis media massa dapat berupa televisi, surat kabar, majalah, film, radio, dan media sosial digital lainnya. Individu akan dihadapkan pada berbagai perilaku, ide, kepercayaan, dan nilai melalui media. Agen sosialisasi media massa merupakan bentuk dari sosialisasi sekunder

H. Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Individu

    Sebagai makhluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi atau kelompok, manusia harus memiliki kesadaran diri yang dimulai dari kesadaran pribadi di antara segala kesadaran terhadap segala sesuatu. Kesadaran diri tersebut meliputi kesadaran diri di antara realita, self-respect, self-narcisme, egoisme, martabat kepribadian, perbedaan dan persamaan dengan pribadi lain, khususnya kesadaran akan potensi-potensi pribadi yang menjadi dasar bagi self-realisation.

    Sebagai makhluk individu, manusia memerlukan pola tingkah laku yang bukan merupakan tindakan instingtif belaka. Manusia yang biasa dikenal dengan Homo sapiens memiliki akal pikiran yang dapat digunakan untuk berpikir dan berlaku bijaksana. Dengan akal tersebut, manusia dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam dirinya seperti, karya, cipta, dan karsa. Dengan pengembangan potensi-potensi yang ada, manusia mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia seutuhnya yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

    Perkembangan manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahakan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Upaya pendidikan dalam menjadikan manusia semakin berkembang. Perkembangan keindividualan memungkinkan seseorang untuk mengmbangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal.

    Sebagai makhluk individu manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri.

    Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilainilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

    Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih saying, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.

    Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yangdimiliki oleh manusia. Imanuel Kant mengatakan, “manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan”. Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang. Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani.

I. Kesimpulan

    Sebagai makhluk individu manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri.

    Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilainilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat

  RESUME PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Disusun oleh, Putry Anjani  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS KEGURU...