Kamis, 16 Maret 2023

Makalah Komunikasi Kelompok VS Diskusi Kelompok dan Perspektif Komunikasi Pembangunan

 

MAKALAH

KOMUNIKASI KELOMPOK VS DISKUSI KELOMPOK-STRATEGI DAN PERSPEKTIF KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Strategi Komunikasi Sosial


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam kehidupan bersosial, kita sebagai manusia tidak dapat untuk tidak berkomunikasi. Begitupun halnya saat kita berkelompok. Komunikasi seakan menjadi ruh dalam jasad sebuah kelompok. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi sukses atau gagalnya suatu kelompok bergantung pada komunikasinya. Seberapa intens dan efektif suatu komunikasi dapat dibangun.

Dalam komunikasi kelompok sering kali ada kegiatan penting yang sangat menunjang keberhasilan kelompok tersebut, diskusi contohnya. Namun saat ini, banyak permasalahan yang terjadi di kalangan sebuah kelompok dan inti masalahnya adalah kurangnya komunikasi. Permasalahan komunikasi yang terjadi pun tak hanya intern saja tapi juga eksternalnya.

Diskusi Kelompok adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam bimbingan. Kegiatan diskusi kelompok merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari satu individu. Kegiatan diskusi kelompok ini dapat menjadi alternatif dalam membantu memecahkan permasalahan seorang individu. Diskusi dalam kelompok termasuk komunikasi kelompok kecil (small group communication). Ditinjau dari segi komunikasi, diskusi adalah komunikasi kelompok (group communication).

Dari latar belakang diatas maka makalah ini akan membahas mengenai kommunikasi didalam kelompok dan seperti apa diskusi yang berlangsung.

 

1.2  Rumusan Masalah

Adapun Rumusan Masalah dari Makala ini adalah :

1.      Apa itu komunikasi, kelompok, komunikasi kelompok dan diskusi kelompok?

2.      Bagaimana umpan balik dalam diskusi kelompok?

3.      Apa saja macam-macam komunikasi kelompok?

4.      Apa itu komunikasi pembangunan?

5.      Bagaimana perspektif komunikasi pembangunan?

6.      Strategi apa saja yang digunakan dalam komunikasi pembangunan?

 

1.3  Tujuan

1.      Untuk mendeskripsikan pengertian komunikasi, kelompok, komunikasi kelompok dan diskusi kelompok

2.      Untuk mendeskripsikan umpan balik dalam diskusi kelompok

3.      Untuk mendeskripsikan macam-macam komunikasi kelompok

4.      Untuk mendeskripsikan pengertian komunikasi pembangunan

5.      Untuk mendeskripsikan perspektif komunikasi pembangunan

6.      Untuk mendeskripsikan strategi-strategi komunikasi pembangunan


BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, berupa ide, gagasan, atau pesan dari satu pihak ke pihak lain. Penyampaian informasi tersebut bisa secara lisan (verbal) atau berupa tulisan. Atau bisa juga melalui gerak/bahasa tubuh (non verbal).

Menurut para ahli komunikasi adalah proses pemindahan berita atau pesan dari seorang ke penerima dengan tujuan untuk mengubah perilaku atau keputusan si penerima pesan.

 

2.2  Pengertian Kelompok

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005).

Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

 

2.3  Komunikasi Kelompok

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984).

Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.

Diskusi dalam kelompok termasuk komunikasi kelompok kecil (small group communication). Dalam kegiatan  human  relation diskusi kelompok banyak dilakukan dalam  rangka memecahkan  suatu masalah yang timbul dalam situasi kerja, atau mengembangkan kegairahan kerja para karyawan. Para karyawan adalah pelaksan tujuan yang sedang dicapai oleh organisasi  beserta manajemennya. Seluruh yang akan menggarapnya bukan saja perlu mengetahui tujuan tersebut, tetapi juga perlu dibawa dalam pembicaraan dalam tahap  pelaksanaanya.

 

2.4  Komunikasi Kelompok Kecil

Komunikasi kelompok kecil terjadi ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya dibawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Inti dari definisi ini adalah bahwa masyarakat berinteraksi, mereka saling bergantung, dan saling mempengaruhi. Komunikasi kelompok kecil (small/micro group communication) ialah komunikasi yang :

a.       Ditujukan kepada kognisi komunikan

b.      Prosesnya berlangsung secara dialogis

Ciri-ciri komunikasi kelompok kecil yaitu:

a.       Prosesanya berlangsung secara dialogis

b.      Tidak linear melainkan sirkular

c.       Umpan balik (feed back) terjadi secara verbal

d.      Komunikan dapat menanggapi uraian komunikator, bisa bertanya jika tidak mengerti, dan menyanggah jika tidak setuju.

 

2.5  Komunikasi Kelompok Besar

Sebagai kebalikan dari komunikasi kelompok kecil, komunikasi kelompok besara (large/marco group communication) adalah komunikasi yang: (a) Ditujukan kepada efeksi komunikan. (b) Prosesnya berlangsung secara linear

Mereka yang heterogen dalam jumlah yang relatif sangat banyak dan berada di suatu tempat. Khalayak yang diterpa suatu pesan dalam kondisi seperti ini menaggapinya lebih banyak dengan perasaan ketimbang pikiran, logika tidak berjalan. Dalam situasi kelompok besar ada yang dinamakan “congtagion mantale” yang berarti wabah mental.

Ciri komunikasi kelompok besar ialah bersifat linear atau satu arah dari satu titik ke titik yang lain, dari komunikator ke komunikan. Tidak seperti pada komunikasi kelompok kecil yang seperti telah diterangkan tadi berlangsung secara sikular dialogis, bertanya jawab.

 

2.6  Diskusi Kelompok

Diskusi kelompok adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam bimbingan. Kegiatan diskusi kelompok merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari satu individu. Kegiatan diskusi kelompok ini dapat menjadi alternatif dalam membantu memecahkan permasalahan seorang individu.

Moh. Surya (1975:107) mendefinisikan diskusi kelompok merupakan suatu proses bimbingan dimana murid-murid akan mendapatkan suatu kesempatan untuk menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan masalah bersama. Dalam diskusi ini tetanam pula tanggung jawab dan harga diri.

Moh. Uzer  Usman (2005:94) menyatakan bahwa diskusi kelompok merupakan suatu proses yang  teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan atau pemecahan masalah.

Berdasarkan pengertian diskusi kelompok tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa diskusi kelompok yaitu suatu cara atau teknik bimbingan yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka, dimana setiap anggota kelompok akan mendapatkan kesempatan untuk menyumbankan pikiran masing-masing serta berbagi pengalaman atau informasi guna pemecahan masalah atau pengambilan keputusan. Dalam diskusi kelompok anggota kelompok menunjuk moderator (pimpinan), menentukan tujuan, dan agenda yang harus ditaati.

 

2.7  Umpan Balik dalam Diskusi Kelompok

Ditinjau dari segi komunikasi, diskusi adalah komunikasi kelompok (group communication). Komunikasi berlangsung secara tatap muka (face-to-face) dan secara dua arah timbal balik (two way reciprocal communication). Komuniktor (dalam hal ini manejer atau pemimpin kelompok) mengetahui tanggapan komunikasi (para karyawan) secara langsung. Itulah umpan balik atau feedback. Dan itulah keuntungan pemimpin kelompok dalam diskusi atau komunikasi kelompok. Meskipun para karyawan peserta diskusi lebih dari seorang, namun pemimpin kelompok dapat berdialog dengan mereka. Ia dapat mengetahui segera tanggapan mereka.

Komunikasi akan sukses, jika komunikator memhami frame of reference komunikan.  Dalam diskusi pemimpin kelompok mengetahui  frame of reference para karyawan, yang dapat dipakai sebagai pegangan dalam berkomunikasi. Akan tetapi faktor situasi perlu diperhitungkan. Adalah tidak tepat untuk mengadakan diskusi pada saat para karyawan akan pulang, pada waktu menjelang  magrib atau pada saat para karyawan ditimpa kesedihan, dalam keadaan marah atau ngantuk. Dalam sifat seperti itu, perhatian para karyawan tidak akan sepenuhnya kepada pembahasan diskusi. Diskusi tidak akan sukses.

 

2.8  Macam-macam Komunikasi Kelompok

Didalam komunikasi kelompok terdapat berbagai macam jenis diskusi, diantaranya:

2.8.1         Brainstorming

Brainstorming adalah salah satu jenis komunikasi yang dirancang untuk membantu sebuah kelompok menyamakan gagasan atau ide. Selama proses berlangsungnya brainstorming, setiap anggota kelompok berinisiatif untuk menyajikan ide atau gagasan yang dimiliki. Kemudian, para anggota kelompok melakukan evaluasi terhadap sejumlah ide atau gagasan yang telah disampaikan dan memutuskan ide atau gagasan yang paling sesuai dengan tujuan kelompok. Agar brainstorming menjadi lebih efektif, setiap anggota kelompok hendaknya tidak melakukan pembatasan atau membatasi kreativitas anggota kelompok lainnya.

2.8.2         Polarisasi

Polarisasi adalah proses pengambilan keputusan dalam kelompok yang mengarah pada penguatan posisi terkait argumentasi yang mendukung sikap atau tindakan tertentu. Polarisasi dapat terjadi manakala para anggota kelompok telah memiliki sikap untuk mendukung tindakan tertentu sebelum dilakukannya diskusi kelompok.

Setelah diskusi kelompok dilakukan, sikap mendukung tindakan tertentu ini menjadi semakin kuat. Polarisasi dapat berdampak negatif karena memperbesar peluang terjadinya kesalahan, menurunnya produktivitas kerja kelompok, serta mendorong ekstremisme.

2.8.3         Groupthink

Groupthink merupakan salah satu jenis permasalahan komunikasi kelompok. Groupthink terjadi pada kelompok yang sangat kohesif dimana para anggota kelompok merasakan tekanan untuk bersepakat satu sama lain. Ketika jenis komunikasi ini terjadi, para anggota kelompok berusaha untuk mempertahankan konsensus kelompok dan dimungkinkan tidak dapat membuat keputusan terbaik. Gejala ini juga dapat terjadi ketika para anggota kelompok merasa takut pada peimimpin kelompok atau merasa takut untuk menyatakan ide atau gagasan yang dimiliki.

2.8.4         Web conferencing

Web conferencing dapat dilakukan melalui teks atau pertemuan. Web conferencing pada umumnya digunakan sebagai sebuah diskusi kelompok. Dalam web conferencing, setiap anggota kelompok mengekspresikan atau menyatakan pendapatnya dalam bentuk teks dan menyimpan pendapat tersebut agar dapat dibaca oleh anggota kelompok lainnya dan diberikan komentar. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, salah satunya adalah menjaga komentar tetap utuh dan tidak mengalami perubahan serta dapat diakses oleh anggota kelompok setiap saat

2.8.5         Groupware dan Centralized Forum

Forum terpusat atau centralized forum merupakan salah satu jenis web conferencing dimana pesan-pesan disimpan untuk menciptakan dialog yang berkelanjutan antar anggota kelompok. Groupware maupun centralized forum memiliki proses yang sama namun memiliki fitur-fitur yang jauh lebih komplet seperti adanya fitur penjadwalan, templates, toolboxes, dan document sharing.

 

2.9  Pengertian Komunikasi Pembangunan

         Komunikasi pembangunan adalah upaya organisasi untuk meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi, biasanya menggunakan proses komunikasi dan media, seperti banyak dilakukan pada negara-negara berkembang (Dilla, 2007: 115).

         Dalam penyelenggaraan pembangunan, diperlukan suatu sistem komunikasi agar terjalin komunikasi efektif dan memiliki makna yang mampu mengarahkan pencapaian tujuan pembangunan. Hal itu perlu sekali dilakukan karena proses pembangunan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Komunikasi pembangunan ini harus mengedepankan sikap aspiratif, konsultatif dan relationship. Karena pembangunan tidak akan berjalan dengan optimal tanpa adanya hubungan sinergis antara pelaku dan obyek pembangunan. Apalagi proses pembangunan ke depan cenderung akan semakin mengurangi peran pemerintah, seiring semakin besarnya peran masyarakat.

         Konsep komunikasi pembangunan sangat membuka peluang untuk mendorong komunikasi intensif melalui dialog dengan kelompok-kelompok strategis dalam rangka membangun kemitraan untuk mempengaruhi kebijakan publik sebelum diputuskan. Berbagai kelompok yang perlu dilibatkan dalam kemitraan antara lain Perguruan Tinggi, LSM, pers dan berbagai elemen pendukung pembangunan lainnya. Agar komunikasi pembangunan berjalan dengan efektif, maka diperlukan suatu pusat komunikasi yang menjadi rujukan dari pelaku-pelaku pembangunan maupun pihak-pihak yang berkompeten dalam penyelenggaraan pembangunan untuk memperoleh informasi dan koordinasi pembangunan secara terpadu.

 

2.10 Perspektif Komunikasi Pembangunan

2.10.1     Komunikasi Pembangunan dalam Perspektif Psikologi

            Uraian Hagen (1962: E. M. Hagen. On the theory of social change, Homewood III, Dorsey Press) dan McClelland (1961: The Achieving Society. Princeton: Van Nostran) dalam Nasution (2004) melihat pembangunan dengan pendekatan psikologi interaksional. Salah satu pandangan Hagen yang kuat relevansinya dengan peranan komunikasi dalam pembangunan adalah penekanan analisis yang lebih mendalam pada masalah efek komunikasi. Sementara McClelland lebih melihat peran opini publik sebagai proses komunikasi dalam pembangunan.

2.10.2     Komunikasi Pembangunan dalam Perspektif Ilmu Komunikasi

            Wilbur Scharmm (1976: Mass media and national development: the role of information in developing countries. Stanford university press) dalam kajian tentang komunikasi dalam pembangunan nasional menjelaskan peran media massa:

1.      Menyampaikan kepada masyarakat informasi tentang pembangunan, agar mereka memusatkan perhatian pada kebutuhan akan perubahan, kesempatan dan cara mengadakan perubahan, sarana-sarana perubahan, dan membangkitkan aspirasi nasional.

2.      Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian secara aktif dalam proses pembuatan keputusan, memperluas dialog agar melibatkan semua pihak yang akan membuat keputusan mengenai perubahan, memberi kesempatan kepada para pemimpin masyarakat untuk memimpin dan mendengarkan pendapat rakyat kecil, dan menciptakan arus informasi yang berjalan lancar dari atas ke bawah.

3.      Mendidik tenaga kerja yang diperlukan pembangunan, mulai orang dewasa hingga anak-anak, sejak baca tulis hingga keterampilan teknis yang mengubah hidup masyarakat.

2.10.3     Komunikasi Pembangunan: Masalah distribusi informasi-penerangan, pendidikan-keterampilan, rekayasa sosial, dan perubahan perilaku

     Berdasarkan berbagai pemikiran yang dikemukakan para ahli komunikasi, Dila (2007) menyimpulkan bahwa komunikasi pembangunan merupakan proses penyebaran informasi, penerangan, pendidikan dan keterampilan, rekayasa sosial dan perubahan perilaku.

1.      Sebagai proses penyebaran informasi dan penerangan kepada masyarakat, titik pandang komunikasi pembangunan difokuskan pada usaha penyampaian dan pembagian (sharing) ide, gagasan, dan inovasi pembangunan antara pemerintah dan masyarakat. Pada proses tersebut, informasi dibagi dan dimanfaatkan bersama-sama dan seluas-luasnya sebagai sesuai yang berguna untuk kehidupan.

2.      Sebagai proses pendidikan dan keterampilan bagi masyarakat, titik pandang komunikasi pembangunan difokuskan pada penyediaan model pembelajaran publik yang murah dan mudah dalam mendidik, dan mengajarkan keterampilan yang bermanfaat. Dengan bekal pendidikan dan keterampilan yang dimiliki, masyarakat dapat lebih kritis dan mandiri memahami posisinya serta lingkungannya.

3.      Sebagai proses rekayasa sosial, komunikasi pembangunan dipandang sebagai bentuk pengembangan tindakan komunikasi yang sistematis, terencana dan terarah, dalam melakukan transformasi ide, gagasan atau inovasi melalui informasi yang disebarluaskan dan diterima sehingga menimbulkan partisipasi masyarakat dalam melakukan perubahan. Pada tingkat ini, intervensi komunikasi dalam mengarahkan bentuk rekayasa sosial yang diinginkan dapat berwujud interaksi, partisipasi, dan dukungan atas informasi yang mereka terima.

4.      Sebagai proses perubahan perilaku, komunikasi pembangunan dipandang sebagai proses psikologis, proses sebagai tindakan komunikasi yang berkesinambungan, terarah, dan bertujuan. Proses ini berhubungan dengan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental, dalam melakukan perubahan. Kredibilitas sumber, isi pesan dan saluran komunikasi sangat berpengaruh dan menentukan perubahan perilaku.

 

2.11 Strategi Komunikasi Pembangunan

            Menurut Academy Educational Development (1985:Beyond the flipchart: Three decades of development communication. Washington DC) ada empat strategi komunikasi pembangunan yang telah digunakan saat ini:

2.11.1     Strategi-strategi yang didasarkan pada pada media yang dipakai

Para komunikator biasanya mengelompokkan kegiatan mereka di sekitar medium tertentu yang mereka sukai. Strategi ini paling mudah, paling populer, tapi kurang efektif.

2.11.2     Strategi-strategi desain instruksional

Umumnya yang menggunakan pendidik. Mereka memfokuskan strateginya pada pembelajaran individu-individu yang dituju sebagai suatu sasaran yang fundamental. Strategi kelompok ini, mendasarkan diri pada teori-teori belajar formal, dan berfokus pada pendekatan sistem untuk mengembangkan bahan-bahan belajar.

Para desainer intruksional merupakan orang-orang yang berorientasi rencana dan sistem (plan and system oriented). Mereka pertama-tama melakukan identifikasi mengenai:

a.       Tujuan yang hendak dicapai

b.      Kriteria keberhasilan

c.       Partisipan

d.      Sumber-sumber

e.       Pendekatan yang digunakan

f.        Waktu

2.11.3     Strategi-strategi partisipasi

            Dalam strategi ini, prinsip-prinsip penting dalam mengorganisir kegiatan adalah kerjasama komunitas dan pertumbuhan pribadi. Yang dipentingkan dalam strategi ini bukan berapa banyak informasi yang dipelajari seseorang melalui program komunikasi pembangunan, tapi lebih pada pengalaman keikutsertaan sebagai seorang yang sederajat dalam proses berbagi pengetahuan atau keterampilan.

2.11.4     Strategi-strategi pemasaran

            Strategi ini tumbuh sebagai suatu strategi komunikasi yang sifatnya paling langsung dan terasa biasa. “Kalau anda bisa menjual produk, kenapa tidak dapat menjual kesehatan, pertanian, dan keluarga berencana?”.


BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

      Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya. Ada dua kategori didalam komunikasi kelompok yaitu komunikasi kelompok kecil dan komunikasi kelompok besar.

      Diskusi kelompok adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam bimbingan. Kegiatan diskusi kelompok merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari satu individu. Kegiatan diskusi kelompok ini dapat menjadi alternatif dalam membantu memecahkan permasalahan seorang individu

      Komunikasi pembangunan adalah upaya organisasi untuk meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi, biasanya menggunakan proses komunikasi dan media, seperti banyak dilakukan pada negara-negara berkembang. Dalam penyelenggaraan pembangunan, diperlukan suatu sistem komunikasi agar terjalin komunikasi efektif dan memiliki makna yang mampu mengarahkan pencapaian tujuan pembangunan.


DAFTAR PUSTAKA

Ari, Sedaryaldi. (2022). Berbagai Rumusan Baru Tentang Perspektif Komunikasi Pembangunan. Diakses pada 23 November 2022, dari https://www.harianatjeh.com/news/berbagai-rumusan-baru-tentang-perspektif-komunikasi-pembangunan/index.html

Fisipol. (2022). Pengertian Komunikasi Kelompok. Diakses pada 23 November 2022, dari https://fisipol.uma.ac.id/pengertian-komunikasi-kelompok/

FSPI. (2015). Contoh Makalah Diskusi Kelompok. Diakses pada 23 November 2022, dari https://fspi.fisip.unila.ac.id/contoh-makalah-komunikasi-kelompok/

Mahfud, Asrul. Makalah Komunikasi Kelompok Group Discussion. Diakses pada 23 November 2022, dari https://www.academia.edu/39814683/Makalah_Komunikasi_Kelompok_Group_Discussion

Noor, Marzuki. Strategi Komunikasi dan Pembangunan Pusat Masyarakat Perikanan. Diakses pada 23 November 2022, dari https://jurnaljam.ub.ac.id/index.php/jam/article/download/1878/1404

Ruang Dosen. (2008). Komunikasi Inovasi dalam Perspektif Komunikasi Pembangunan. Diakses pada 23 November 2022, pada https://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/09/komunikasi-inovasi-dalam-perspektif-komunikasi-pembangunan/

Universitas Kristen Petra. (2016). Komunikasi Kelompok. Diakses pada 23 November 2022, dari https://dewey.petra.ac.id/repository/jiunkpe/jiunkpe/s1/ikom/2016/jiunkpe-is-s1-2016-51409103-37244-kelompok-chapter2.pdf          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat

  RESUME PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Disusun oleh, Putry Anjani  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS KEGURU...