MAKALAH
KOMUNIKASI KELOMPOK VS DISKUSI
KELOMPOK-STRATEGI DAN PERSPEKTIF KOMUNIKASI PEMBANGUNAN
Disusun untuk
memenuhi tugas kelompok mata kuliah Strategi Komunikasi Sosial
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
2.7 Umpan Balik dalam Diskusi Kelompok
2.8 Macam-macam Komunikasi Kelompok
2.8.5 Groupware dan Centralized Forum
2.9 Pengertian Komunikasi Pembangunan
2.10 Perspektif Komunikasi Pembangunan
2.10.1 Komunikasi Pembangunan
dalam Perspektif Psikologi
2.10.2 Komunikasi Pembangunan dalam
Perspektif Ilmu Komunikasi
2.11 Strategi Komunikasi Pembangunan
2.11.1 Strategi-strategi yang
didasarkan pada pada media yang dipakai
2.11.2 Strategi-strategi
desain instruksional
2.11.3 Strategi-strategi
partisipasi
2.11.4 Strategi-strategi
pemasaran
BAB III PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan bersosial, kita
sebagai manusia tidak dapat untuk tidak berkomunikasi. Begitupun halnya saat
kita berkelompok. Komunikasi seakan menjadi ruh dalam jasad sebuah kelompok.
Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi sukses atau gagalnya suatu
kelompok bergantung pada komunikasinya. Seberapa intens dan efektif suatu
komunikasi dapat dibangun.
Dalam komunikasi kelompok sering kali
ada kegiatan penting yang sangat menunjang keberhasilan kelompok tersebut,
diskusi contohnya. Namun saat ini, banyak permasalahan yang terjadi di kalangan
sebuah kelompok dan inti masalahnya adalah kurangnya komunikasi. Permasalahan
komunikasi yang terjadi pun tak hanya intern saja tapi juga eksternalnya.
Diskusi Kelompok adalah
salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam bimbingan. Kegiatan diskusi
kelompok merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari satu
individu. Kegiatan diskusi kelompok ini dapat menjadi alternatif dalam membantu
memecahkan permasalahan seorang individu. Diskusi dalam kelompok termasuk
komunikasi kelompok kecil (small group communication). Ditinjau dari segi
komunikasi, diskusi adalah komunikasi kelompok (group communication).
Dari
latar belakang diatas maka makalah ini akan membahas mengenai kommunikasi
didalam kelompok dan seperti apa diskusi yang berlangsung.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun Rumusan Masalah dari Makala ini adalah :
1.
Apa itu
komunikasi, kelompok, komunikasi kelompok dan diskusi kelompok?
2.
Bagaimana umpan
balik dalam diskusi kelompok?
3.
Apa saja
macam-macam komunikasi kelompok?
4.
Apa itu komunikasi
pembangunan?
5.
Bagaimana
perspektif komunikasi pembangunan?
6.
Strategi apa saja
yang digunakan dalam komunikasi pembangunan?
1.3 Tujuan
1.
Untuk
mendeskripsikan pengertian komunikasi, kelompok, komunikasi kelompok dan
diskusi kelompok
2.
Untuk
mendeskripsikan umpan balik dalam diskusi kelompok
3.
Untuk mendeskripsikan
macam-macam komunikasi kelompok
4.
Untuk
mendeskripsikan pengertian komunikasi pembangunan
5.
Untuk
mendeskripsikan perspektif komunikasi pembangunan
6.
Untuk
mendeskripsikan strategi-strategi komunikasi pembangunan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Komunikasi
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi, berupa ide, gagasan, atau pesan dari
satu pihak ke pihak lain. Penyampaian informasi tersebut bisa secara lisan
(verbal) atau berupa tulisan. Atau bisa juga melalui gerak/bahasa tubuh (non
verbal).
Menurut
para ahli komunikasi
adalah proses pemindahan berita atau pesan dari seorang ke penerima dengan tujuan untuk mengubah perilaku atau
keputusan si penerima pesan.
2.2 Pengertian Kelompok
Kelompok
adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu
sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan
memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005).
Kelompok
ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah,
atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam
komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu
kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
2.3 Komunikasi Kelompok
Komunikasi
kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu
kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya
(Anwar Arifin, 1984).
Michael
Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai
interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang
telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah,
yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi
anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di
atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi
lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk
mencapai tujuan kelompok.
Diskusi
dalam kelompok termasuk komunikasi kelompok kecil (small group communication).
Dalam kegiatan human relation diskusi kelompok banyak dilakukan
dalam rangka memecahkan suatu masalah yang timbul dalam situasi kerja,
atau mengembangkan kegairahan kerja para karyawan. Para karyawan adalah
pelaksan tujuan yang sedang dicapai oleh organisasi beserta manajemennya.
Seluruh yang akan menggarapnya bukan saja perlu mengetahui tujuan tersebut,
tetapi juga perlu dibawa dalam pembicaraan dalam tahap pelaksanaanya.
2.4 Komunikasi Kelompok Kecil
Komunikasi
kelompok kecil terjadi ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya
dibawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama
dan mempengaruhi satu sama lain. Inti dari definisi ini adalah bahwa masyarakat
berinteraksi, mereka saling bergantung, dan saling mempengaruhi. Komunikasi
kelompok kecil (small/micro group communication) ialah komunikasi yang :
a.
Ditujukan kepada kognisi komunikan
b. Prosesnya
berlangsung secara dialogis
Ciri-ciri komunikasi kelompok kecil
yaitu:
a. Prosesanya
berlangsung secara dialogis
b. Tidak linear
melainkan sirkular
c. Umpan balik (feed
back) terjadi secara verbal
d. Komunikan
dapat menanggapi uraian komunikator, bisa bertanya jika tidak mengerti, dan
menyanggah jika tidak setuju.
2.5 Komunikasi Kelompok Besar
Sebagai
kebalikan dari komunikasi kelompok kecil, komunikasi kelompok besara
(large/marco group communication) adalah komunikasi yang: (a) Ditujukan kepada
efeksi komunikan. (b) Prosesnya berlangsung secara linear
Mereka yang
heterogen dalam jumlah yang relatif sangat banyak dan berada di suatu tempat.
Khalayak yang diterpa suatu pesan dalam kondisi seperti ini menaggapinya lebih
banyak dengan perasaan ketimbang pikiran, logika tidak berjalan. Dalam situasi
kelompok besar ada yang dinamakan “congtagion mantale” yang berarti
wabah mental.
Ciri
komunikasi kelompok besar ialah bersifat linear atau satu arah dari satu titik
ke titik yang lain, dari komunikator ke komunikan. Tidak seperti pada
komunikasi kelompok kecil yang seperti telah diterangkan tadi berlangsung
secara sikular dialogis, bertanya jawab.
2.6 Diskusi Kelompok
Diskusi
kelompok adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam bimbingan.
Kegiatan diskusi kelompok merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan
lebih dari satu individu. Kegiatan diskusi kelompok ini dapat menjadi
alternatif dalam membantu memecahkan permasalahan seorang individu.
Moh. Surya (1975:107) mendefinisikan diskusi kelompok merupakan
suatu proses bimbingan dimana murid-murid akan mendapatkan suatu kesempatan
untuk menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan masalah bersama.
Dalam diskusi ini tetanam pula tanggung jawab dan harga diri.
Moh. Uzer Usman (2005:94) menyatakan bahwa diskusi kelompok merupakan suatu proses
yang teratur yang melibatkan sekelompok
orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau
informasi, pengambilan kesimpulan atau pemecahan masalah.
Berdasarkan pengertian diskusi kelompok tersebut, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa diskusi kelompok yaitu suatu cara atau teknik bimbingan
yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka, dimana setiap
anggota kelompok akan mendapatkan kesempatan untuk menyumbankan pikiran
masing-masing serta berbagi pengalaman atau informasi guna pemecahan masalah
atau pengambilan keputusan. Dalam diskusi kelompok anggota kelompok
menunjuk moderator (pimpinan), menentukan tujuan, dan agenda yang harus
ditaati.
2.7 Umpan Balik dalam Diskusi Kelompok
Ditinjau
dari segi komunikasi, diskusi adalah komunikasi kelompok (group communication).
Komunikasi berlangsung secara tatap muka (face-to-face) dan secara dua arah
timbal balik (two way reciprocal communication). Komuniktor (dalam hal ini
manejer atau pemimpin kelompok) mengetahui tanggapan komunikasi (para karyawan)
secara langsung. Itulah umpan balik atau feedback. Dan itulah keuntungan
pemimpin kelompok dalam diskusi atau komunikasi kelompok. Meskipun para
karyawan peserta diskusi lebih dari seorang, namun pemimpin kelompok dapat
berdialog dengan mereka. Ia dapat mengetahui segera tanggapan mereka.
Komunikasi
akan sukses, jika komunikator memhami frame of reference komunikan. Dalam diskusi pemimpin kelompok mengetahui
frame of reference para karyawan, yang dapat dipakai sebagai pegangan
dalam berkomunikasi. Akan tetapi faktor situasi perlu diperhitungkan. Adalah
tidak tepat untuk mengadakan diskusi pada saat para karyawan akan pulang, pada
waktu menjelang magrib atau pada saat
para karyawan ditimpa kesedihan, dalam keadaan marah atau ngantuk. Dalam sifat
seperti itu, perhatian para karyawan tidak akan sepenuhnya kepada pembahasan
diskusi. Diskusi tidak akan sukses.
2.8 Macam-macam Komunikasi Kelompok
Didalam
komunikasi kelompok terdapat berbagai macam jenis diskusi, diantaranya:
2.8.1
Brainstorming
Brainstorming adalah
salah satu jenis komunikasi yang dirancang untuk membantu sebuah kelompok
menyamakan gagasan atau ide. Selama proses berlangsungnya brainstorming,
setiap anggota kelompok berinisiatif untuk menyajikan ide atau gagasan yang
dimiliki. Kemudian, para anggota kelompok melakukan evaluasi terhadap sejumlah
ide atau gagasan yang telah disampaikan dan memutuskan ide atau gagasan yang
paling sesuai dengan tujuan kelompok. Agar brainstorming menjadi lebih
efektif, setiap anggota kelompok hendaknya tidak melakukan pembatasan atau
membatasi kreativitas anggota kelompok lainnya.
2.8.2
Polarisasi
Polarisasi adalah proses pengambilan keputusan dalam
kelompok yang mengarah pada penguatan posisi terkait argumentasi yang mendukung
sikap atau tindakan tertentu. Polarisasi dapat terjadi manakala para anggota
kelompok telah memiliki sikap untuk mendukung tindakan tertentu sebelum
dilakukannya diskusi kelompok.
Setelah diskusi kelompok dilakukan, sikap mendukung
tindakan tertentu ini menjadi semakin kuat. Polarisasi dapat berdampak negatif
karena memperbesar peluang terjadinya kesalahan, menurunnya produktivitas kerja
kelompok, serta mendorong ekstremisme.
2.8.3
Groupthink
Groupthink
merupakan salah satu jenis permasalahan komunikasi kelompok. Groupthink
terjadi pada kelompok yang sangat kohesif dimana para anggota kelompok
merasakan tekanan untuk bersepakat satu sama lain. Ketika jenis komunikasi ini
terjadi, para anggota kelompok berusaha untuk mempertahankan konsensus kelompok
dan dimungkinkan tidak dapat membuat keputusan terbaik. Gejala ini juga dapat
terjadi ketika para anggota kelompok merasa takut pada peimimpin kelompok atau
merasa takut untuk menyatakan ide atau gagasan yang dimiliki.
2.8.4
Web conferencing
Web
conferencing dapat dilakukan melalui teks atau
pertemuan. Web conferencing pada umumnya digunakan sebagai sebuah
diskusi kelompok. Dalam web conferencing, setiap anggota kelompok
mengekspresikan atau menyatakan pendapatnya dalam bentuk teks dan menyimpan
pendapat tersebut agar dapat dibaca oleh anggota kelompok lainnya dan diberikan
komentar. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, salah satunya adalah menjaga
komentar tetap utuh dan tidak mengalami perubahan serta dapat diakses oleh
anggota kelompok setiap saat
2.8.5
Groupware dan Centralized Forum
Forum terpusat atau centralized forum
merupakan salah satu jenis web conferencing dimana pesan-pesan
disimpan untuk menciptakan dialog yang berkelanjutan antar anggota kelompok. Groupware maupun
centralized forum memiliki proses yang sama namun memiliki fitur-fitur
yang jauh lebih komplet seperti adanya fitur penjadwalan, templates,
toolboxes, dan document sharing.
2.9 Pengertian Komunikasi Pembangunan
Komunikasi pembangunan adalah upaya organisasi untuk meningkatkan kondisi
sosial dan ekonomi, biasanya menggunakan proses komunikasi dan media,
seperti banyak dilakukan pada negara-negara berkembang (Dilla, 2007: 115).
Dalam
penyelenggaraan pembangunan, diperlukan suatu sistem komunikasi agar terjalin
komunikasi efektif dan memiliki makna yang mampu mengarahkan pencapaian tujuan
pembangunan. Hal itu perlu sekali dilakukan karena proses pembangunan
melibatkan berbagai elemen masyarakat. Komunikasi pembangunan ini harus
mengedepankan sikap aspiratif, konsultatif dan relationship. Karena pembangunan
tidak akan berjalan dengan optimal tanpa adanya hubungan sinergis antara pelaku
dan obyek pembangunan. Apalagi proses pembangunan ke depan cenderung akan
semakin mengurangi peran pemerintah, seiring semakin besarnya peran masyarakat.
Konsep komunikasi pembangunan sangat
membuka peluang untuk mendorong komunikasi intensif melalui dialog dengan
kelompok-kelompok strategis dalam rangka membangun kemitraan untuk mempengaruhi
kebijakan publik sebelum diputuskan. Berbagai kelompok yang perlu dilibatkan
dalam kemitraan antara lain Perguruan Tinggi, LSM, pers dan berbagai elemen
pendukung pembangunan lainnya. Agar komunikasi pembangunan berjalan dengan
efektif, maka diperlukan suatu pusat komunikasi yang menjadi rujukan dari
pelaku-pelaku pembangunan maupun pihak-pihak yang berkompeten dalam
penyelenggaraan pembangunan untuk memperoleh informasi dan koordinasi
pembangunan secara terpadu.
2.10 Perspektif Komunikasi Pembangunan
2.10.1
Komunikasi Pembangunan dalam
Perspektif Psikologi
Uraian Hagen (1962: E.
M. Hagen. On the theory of social change, Homewood III, Dorsey Press) dan
McClelland (1961: The Achieving Society. Princeton: Van Nostran) dalam Nasution
(2004) melihat pembangunan dengan pendekatan psikologi interaksional. Salah
satu pandangan Hagen yang kuat relevansinya dengan peranan komunikasi dalam
pembangunan adalah penekanan analisis yang lebih mendalam pada masalah efek
komunikasi. Sementara McClelland lebih melihat peran opini publik sebagai
proses komunikasi dalam pembangunan.
2.10.2
Komunikasi Pembangunan dalam
Perspektif Ilmu Komunikasi
Wilbur
Scharmm (1976: Mass media and national development: the role of information
in developing countries. Stanford university press) dalam kajian tentang
komunikasi dalam pembangunan nasional menjelaskan peran media massa:
1. Menyampaikan
kepada masyarakat informasi tentang pembangunan, agar mereka memusatkan
perhatian pada kebutuhan akan perubahan, kesempatan dan cara mengadakan
perubahan, sarana-sarana perubahan, dan membangkitkan aspirasi nasional.
2. Memberikan
kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian secara aktif dalam proses
pembuatan keputusan, memperluas dialog agar melibatkan semua pihak yang akan
membuat keputusan mengenai perubahan, memberi kesempatan kepada para pemimpin
masyarakat untuk memimpin dan mendengarkan pendapat rakyat kecil, dan
menciptakan arus informasi yang berjalan lancar dari atas ke bawah.
3. Mendidik
tenaga kerja yang diperlukan pembangunan, mulai orang dewasa hingga anak-anak,
sejak baca tulis hingga keterampilan teknis yang mengubah hidup masyarakat.
2.10.3
Komunikasi Pembangunan: Masalah
distribusi informasi-penerangan, pendidikan-keterampilan, rekayasa sosial, dan
perubahan perilaku
Berdasarkan berbagai pemikiran yang
dikemukakan para ahli komunikasi, Dila (2007) menyimpulkan bahwa komunikasi
pembangunan merupakan proses penyebaran informasi, penerangan, pendidikan dan
keterampilan, rekayasa sosial dan perubahan perilaku.
1. Sebagai proses
penyebaran informasi dan penerangan kepada masyarakat, titik
pandang komunikasi pembangunan difokuskan pada usaha penyampaian dan pembagian
(sharing) ide, gagasan, dan inovasi pembangunan antara pemerintah dan
masyarakat. Pada proses tersebut, informasi dibagi dan dimanfaatkan
bersama-sama dan seluas-luasnya sebagai sesuai yang berguna untuk kehidupan.
2. Sebagai
proses pendidikan dan keterampilan bagi masyarakat, titik
pandang komunikasi pembangunan difokuskan pada penyediaan model pembelajaran
publik yang murah dan mudah dalam mendidik, dan mengajarkan keterampilan yang
bermanfaat. Dengan bekal pendidikan dan keterampilan yang dimiliki, masyarakat
dapat lebih kritis dan mandiri memahami posisinya serta lingkungannya.
3.
Sebagai proses rekayasa sosial, komunikasi
pembangunan dipandang sebagai bentuk pengembangan tindakan komunikasi yang
sistematis, terencana dan terarah, dalam melakukan transformasi ide, gagasan
atau inovasi melalui informasi yang disebarluaskan dan diterima sehingga
menimbulkan partisipasi masyarakat dalam melakukan perubahan. Pada tingkat ini,
intervensi komunikasi dalam mengarahkan bentuk rekayasa sosial yang diinginkan
dapat berwujud interaksi, partisipasi, dan dukungan atas informasi yang mereka
terima.
4.
Sebagai proses perubahan perilaku, komunikasi
pembangunan dipandang sebagai proses psikologis, proses sebagai tindakan
komunikasi yang berkesinambungan, terarah, dan bertujuan. Proses ini
berhubungan dengan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental, dalam
melakukan perubahan. Kredibilitas sumber, isi pesan dan saluran komunikasi
sangat berpengaruh dan menentukan perubahan perilaku.
2.11 Strategi Komunikasi Pembangunan
Menurut Academy Educational
Development (1985:Beyond the flipchart: Three decades of development
communication. Washington DC) ada empat strategi komunikasi pembangunan
yang telah digunakan saat ini:
2.11.1
Strategi-strategi yang didasarkan
pada pada media yang dipakai
Para komunikator biasanya mengelompokkan kegiatan
mereka di sekitar medium tertentu yang mereka sukai. Strategi ini paling mudah,
paling populer, tapi kurang efektif.
2.11.2
Strategi-strategi desain
instruksional
Umumnya yang menggunakan pendidik. Mereka memfokuskan
strateginya pada pembelajaran individu-individu yang dituju sebagai suatu
sasaran yang fundamental. Strategi kelompok ini, mendasarkan diri pada
teori-teori belajar formal, dan berfokus pada pendekatan sistem untuk
mengembangkan bahan-bahan belajar.
Para
desainer intruksional merupakan orang-orang yang berorientasi rencana dan
sistem (plan and system oriented). Mereka pertama-tama melakukan identifikasi
mengenai:
a.
Tujuan yang hendak dicapai
b.
Kriteria keberhasilan
c.
Partisipan
d.
Sumber-sumber
e.
Pendekatan yang digunakan
f.
Waktu
2.11.3
Strategi-strategi partisipasi
Dalam
strategi ini, prinsip-prinsip penting dalam mengorganisir kegiatan adalah
kerjasama komunitas dan pertumbuhan pribadi. Yang dipentingkan dalam strategi
ini bukan berapa banyak informasi yang dipelajari seseorang melalui program
komunikasi pembangunan, tapi lebih pada pengalaman keikutsertaan sebagai
seorang yang sederajat dalam proses berbagi pengetahuan atau keterampilan.
2.11.4
Strategi-strategi pemasaran
Strategi
ini tumbuh sebagai suatu strategi komunikasi yang sifatnya paling langsung dan
terasa biasa. “Kalau anda bisa menjual produk, kenapa tidak dapat menjual
kesehatan, pertanian, dan keluarga berencana?”.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Komunikasi
kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu
kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya. Ada
dua kategori didalam komunikasi kelompok yaitu komunikasi kelompok kecil dan
komunikasi kelompok besar.
Diskusi
kelompok adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam bimbingan.
Kegiatan diskusi kelompok merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan
lebih dari satu individu. Kegiatan diskusi kelompok ini dapat menjadi
alternatif dalam membantu memecahkan permasalahan seorang individu
Komunikasi pembangunan adalah upaya organisasi untuk meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi, biasanya
menggunakan proses komunikasi dan media, seperti banyak dilakukan pada
negara-negara berkembang. Dalam penyelenggaraan
pembangunan, diperlukan suatu sistem komunikasi agar terjalin komunikasi
efektif dan memiliki makna yang mampu mengarahkan pencapaian tujuan
pembangunan.
DAFTAR PUSTAKA
Ari, Sedaryaldi. (2022).
Berbagai Rumusan Baru Tentang Perspektif Komunikasi Pembangunan. Diakses pada
23 November 2022, dari https://www.harianatjeh.com/news/berbagai-rumusan-baru-tentang-perspektif-komunikasi-pembangunan/index.html
Fisipol. (2022). Pengertian
Komunikasi Kelompok. Diakses pada 23 November 2022, dari https://fisipol.uma.ac.id/pengertian-komunikasi-kelompok/
FSPI. (2015). Contoh Makalah
Diskusi Kelompok. Diakses pada 23 November 2022, dari https://fspi.fisip.unila.ac.id/contoh-makalah-komunikasi-kelompok/
Mahfud, Asrul. Makalah
Komunikasi Kelompok Group Discussion. Diakses pada 23 November 2022, dari https://www.academia.edu/39814683/Makalah_Komunikasi_Kelompok_Group_Discussion
Noor, Marzuki. Strategi
Komunikasi dan Pembangunan Pusat Masyarakat Perikanan. Diakses pada 23 November
2022, dari https://jurnaljam.ub.ac.id/index.php/jam/article/download/1878/1404
Ruang Dosen. (2008).
Komunikasi Inovasi dalam Perspektif Komunikasi Pembangunan. Diakses pada 23
November 2022, pada https://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/09/komunikasi-inovasi-dalam-perspektif-komunikasi-pembangunan/
Universitas Kristen Petra.
(2016). Komunikasi Kelompok. Diakses pada 23 November 2022, dari https://dewey.petra.ac.id/repository/jiunkpe/jiunkpe/s1/ikom/2016/jiunkpe-is-s1-2016-51409103-37244-kelompok-chapter2.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar