Kamis, 16 Maret 2023

Review 2 Pendidikan Sosial Budaya

 

KUMPULAN MATERI

PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA

Disusun Oleh :

Putry Anjani 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

2022


DAFTAR ISI

COVER

DAFTAR ISI. ii

BAB I PENDAHULUAN.. 1

A.   Latar Belakang. 1

B.    Rumusan Masalah. 1

C.    Tujuan. 2

BAB II PEMBAHASAN.. 3

Hakikat Nilai Moral Dalam Kehidupan Manusia. 3

A.   Pengertian Nilai 3

B.    Pengertian Etika dan Moral 3

C.    Pengertian Norma. 4

D.   Pengertian Hukum.. 4

E.    Proses Terbentuknya Nilai, Etika, Moral, Norma dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara  4

F.    Perwujudan Nilai, Etika, Moral, dan Norma dalam Kehidupan Masyarakat dan Negara. …………………………………………………………………………………………5

G.   Tuntutan dan Sanksi Moral, Norma Hukum dalam Masyarakat Bernegara. 5

H.   Keadilan, Ketertiban, dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat Bermoral dan Menaati Hukum.. 6

I.     Nilai Moral Sebagai Sumber Budaya dan Kebudayaan. 6

J.     Problematika Pembinaan Nilai Moral 7

K.   Manusia dan Hukum.. 9

L.    Kesimpulan. 10

Makna keragaman dan kesederajatan. 11

A.   Keragaman. 11

B.    Kesederajatan. 11

C.    Unsur Keragaman dan Kesederajatan Masyarakat Indonesia. 12

D.   Problematika Diskriminasi dalam Masyarakat yang Beragam.. 14

E.    Diskriminasi diantara Demokrasi dan Hak Asasi 14

F.    Bhineka Tunggal Ika Upaya Mengatasi Keragaman Sosiokultural 14

G.   Problematika Keragaman Kultural dalam Perkembangan Peradaban dan Hidup Beradab. ………………………………………………………………………………………...15

H.   Pengaruh Keragaman dan Globalisasi terhadap Pengembangan Kepribadian Masyarakat ………………………………………………………………………………………...15

I.     Kesederajatan versus Diskriminasi 15

J.     Diskriminasi sebagai Realitas yang Problematika. 15

K.   Persaingan, Tekanan atau Intimidasi dan ketidak berdayaan sebagai Faktor Terjadinya Diskriminasi Sosial 16

L.    Kesimpulan. 16

Sains, Teknologi dan Seni 17

A.   Ilmu Pengetahuan ( Sains ) 17

B.    Teknologi 18

C.    Seni 19

D.   Makna Sains, Teknologi, dan Seni bagi Kehidupan Manusia. 19

E.    Dalam kajian filsafat, suatu pengetahuan dapat dikatakan (dikategorikan) sebagai suatu ilmu apabila memenuhi tiga kriteria sebagai berikut: 22

F.    Perkembangan Sains, Teknologi, dan Seni 23

G.   Problematika Pengembangan Sains, Teknologi, dan Seni 24

H.   Dampak Positif dan Negatif Teknologi 25

I.     Kesimpulan. 27

Manusia dan Lingkungan. 28

A.   Manusia dan Lingkungan. 28

B.    Etika Lingkungan. 29

C.    Hubungan Antar Manusia Dengan Lingkungannya. 29

D.   Pengaruh Manusia Pada Alam Lingkungan Hidupnya. 30

E.    Sumber Alam Yang Terkait Sebagai Kebutuhan Manusia. 31

F.    Kesimpulan. 32

BAB III PENUTUP. 33

A.   Kesimpulan. 33

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang dianugrahi akal pikiran dan memiliki potensi untuk beriman kepada Allah dan dengan akalnya mampu memahami dan mengamalkan wahyu serta gejala-gejala alam, memiliki rasa tanggung jawab atas segala tingkah lakunya dan berakhlak. Dengan anugrah itulah yang menjadikan manusia sebagai makhluk mulia, dimana makhluk lain tidak memiliki keistimewaan tersebut.

Perkembangan manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahkan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Upaya pendidikan dalam menjadikan manusia semakin berkembang. Perkembangan keindividualan memungkinkan seseorang untuk mengembangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal dan untuk memenuhi kebutuhannya.

Manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri.

Guna meningkatkan kualitas hidup, manusia memerlukan pendidikan, baik pendidikan yang formal, informal maupun nonformal. Dalam kenyataannya, manusia menunjukkan bahwa pendidikan merupakan pembimbingan diri sudah berlangsung sejak zaman primitif. Kegiatan pendidikan terjadi dalam hubungan orangtua dan anak.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana hakikat moral dalam kehidupan manusia?

2.      Bagaimana makna keragaman dan kesederajatan?

3.      Bagaimana sains, teknologi dan seni?

4.      Bagaimana manusia dengan lingkungan?

 

C.    Tujuan

1.      Untuk mendeskripsikan hakikat moral dalam kehidupan manusia

2.      Untuk mendeskripsikan makna keragaman dan kesederajatan

3.      Untuk mendeskripsikan sains, teknologi dan seni

4.      Untuk mendeskripsikan manusia dengan lingkungan 


BAB II

PEMBAHASAN

Hakikat Nilai Moral Dalam Kehidupan Manusia

A.    Pengertian Nilai

Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.

Nilai merupakan sesuatu yang abstrak dan hanya bisa dipikirkan, difahami dan dihayati.

Nilai berkaitan dengan cita cita, harapan, keyakinan, dan hal-hal lain yang bersifat batiniah. Jadi,nilai adalah suatu kualitas yang merujuk pada sifat yang ideal dan berkaitan dengan istilah “apa yang seharusnya” atau  sollen.

Nilai adalah “ prinsip umum tingkah laku abstrak yang ada dalam alam pikiran anggota-anggota kelompok yang merupakan komitmen yang positif dan standar untuk memertimbangkan tindakan dan tujuan tertentu. Fungsi nilai adalah sebagai pedoman, pendorong tingkah laku manusia dalam hidup.

 

B.     Pengertian Etika dan Moral

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos” yang artinya adat kebiasaan. Begitu pula denganmoral yang berasal dari kata Latin (mos, miros) yang artinya juga adat kebiasaan. Etika dan moral dibedakan dari kaidah istilah dan ajarannya.

Istilah etika digunakan untuk menyebut ilmu dan prinsip dasar penilaian baik buruknya perilaku manusia atau berisi tentang kajian ilmiah terhadap ajaran moral tersebut, yaitu untuk member landasan kritis tentang mengapa orang dituntut untuk tidak melanggar aturan-aturan masyrakat, seperti tidak mencuri, bersaksi palsu,dan sebagainya.

Sedangkan istilah moral digunakan untuk menunjuk aturan dan norma yanglebih konkret bagi penilaian baik-buruknya perilaku manusia. Ajaran moral berisi nasihat-nasihat konkret supaya manusia hidup lebih baik.

 

C.    Pengertian Norma

Norma merupakan kaidah atau aturan-aturan yang berisi petunjuk tentang tingkah lakuyang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia dan bersifat mengikat. Mengikat disini berarti seseorang wajib mentaati semua aturan yang berlaku dilingkungannya.

Menurut Kamus Besar Indonesia, norma memiliki arti sebagai aturan maupun ketentuan yang sifatnya mengikat suatu kelompok orang dalam masyarakat. Norma diterapkan sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai.

 

D.    Pengertian Hukum

Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah dan larangan-larangan)yang mengurusi tata tertib suatu masyarakat dan harus ditaati oleh masyrakat tersebut. Dengankata lain, bahwa hukum berisi perintah-perintah dan larangan-larangan serta sanksi yang tegas bagi mereka yang melanggar peraturan-peraturan tersebut.

Peraturan-peraturan tersebut mempunyai ciri-ciri yaitu

a)      Peraturan tentang tingkah laku manusia didalam pergaulan antar masyarakat.

b)      Peraturan tersebut dibuat oleh berbagai badan resmi yang berwajib.

c)      Peraturan tersebut bersifat memaksa.

 

E.     Proses Terbentuknya Nilai, Etika, Moral, Norma dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara

Proses terbentuknya nilai, etika, moral, norma, dan hukum meruapakan proses yang berjalanmelalui suatu kebiasaan (habitus) untuk berbuat baik, suatu disposisi batin untuk berbuat baik yang tertanam karena dilatihkan, suatu kesiapsediaan untuk bertindak secara baik, dankualitas jiwa yang baik dalam membantu kita untuk hidup secara benar. Etika keutamaan nilai, etika, moral, norma, dan hukum lebih mengandalkan pada adanya latihan dan bukan begitu saja muncul dari dalam diri manusia. Akan tetapi,mungkinsaja ada manusia yang memiliki potensi keutamaan sudah dari kodratnya. Namun begitu, biar bagaimanapun juga perlu adanya adanya latihan untuk memunculkan potensitersebut sebagai suatu keutamaan dan perlu pembiasaan-pembiasaan agar lebih meneguhkan keutamaan yang dimilikinya.

Seseorang akan dinilai baik atau buruk sebagai manusia dilihat dari moralitas yangdimiliknya, karena moralitas memiliki otoritas tertinggi dalm penilaian manusia sebagai manusia. Salah satu mekanisme yang dapat membentuk jati diri yang berkualitas adalah keutamaan nilai, norma dan etika. Dengan keutamaan moral, seseorang membentuk dirinya sendiri bukankarena pengaruh luar belaka.

 

F.     Perwujudan Nilai, Etika, Moral, dan Norma dalam Kehidupan Masyarakat dan Negara

Perwujudan nilai-nilai, etika, moral, dan norma dalam keyakinan iman bisa sajaditerapkan sebagai hukum jika norma moral yang terkandung didalamnya bersifat universal.Artinya, dalam keyakinan iman yang lain pun tercermin norma moral yang kurang lebih sama.Misalnya, norma moral yang terkandung dalam agama untuk menghormati agama lain dengancara member toleransi itu sifatnya universal.

Oleh karena itu, norma tersebut bisa saja diterapkankedalam hukum. Akan tetapi, jika nilai-nilai dalam keyakinan iman sifatnya local, normatersebut tidak bisa diterapkan menjadi sebuah hukum yang berlaku untuk seluruh masyarakatmajemuk. Oleh karena itu, etika, moral, norma, dan nilai sering menjadi tuntutan dalamkehidupan masyarakat supaya kita dapat bertingkah laku dengan baik.

 

G.    Tuntutan dan Sanksi Moral, Norma Hukum dalam Masyarakat Bernegara

Kriteria untuk menilai baim buruknya manusia adalah aturan dan prinsip-prinsip yang berlaku dalam masyarakat. Orang tidak tertantang untuk melakukan kebaikan yang mengatasi aturan. Kasarnya, orang hanya melakukan kalau itu merupakan sebuah perintah atau larangan.

Tidak ada kewajiban dan aturan berarti tidak ada tindakan kebaikan. Oleh karena itu, pada umumnya apabila seseorang telah melakukan kesalahan di dalam masyarakat, tuntutan dan sanksi yang akan diterimanya adalah dikucilkan, merasa dipermalukan, dicap orang sebagai orang yang tidak tahu aturan dan lain sebagainya.

 

H.    Keadilan, Ketertiban, dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat Bermoral dan Menaati Hukum

Aristoteles memberikan contoh keutamaan moral, yaitu :

a)      Keberanian, yaitu orang dihindarkan dari sifat nekat dan pengecut. 

b)      Ugahari (prinsip secukupnya, kesederhanaan, empan papan), yaitu orang dihindarkan darikelaparan dan kekenyangan.

c)      Keadilan

Kualitas manusia tidak ditentukan oleh keahlian atau kemampuan yang dia milikimelainkan oleh kualitas watak pribadinya. Seseorang dianggap baik hanya secara moral memangdia baik. Oleh karena itu, sebagai warga masyarakat yang bai seharusnya bisa mentaati danmematuhi norma dan nilai yang berlaku, sehingga kita bisa menjadi warga yang bermoral dan beretika. Dengan sikap moralitas yang tinggi, akan terwujud keadilan, ketertiban, dankesejahteraan dalam masyarakat. Jadi, moralitas memiliki otoritas tertinggi untuk menilai apakahseseorang itu baik atau tidak sebagai manusia.

 

I.       Nilai Moral Sebagai Sumber Budaya dan Kebudayaan

Ciri utama suatu masyarakat manusia adalah suatu kebudayaan sebagai hasil berbagai karya, rasa dan cipta manusia selaku mahluk berakal baik untuk melindungi dirinya sendiri dari keganasan alam maupun dalam rangka menaklukkannya ataupun untuk menyelenggarakan hubungan hidup bermasyarakat secara tertib dan utuh. Karakter utama kebudayaan adalah memanusiakan manusia.

Kebudayaan memiliki tiga dimensi, yaitu hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Hubungan pertama dan kedua selalu berkembang namun hubungan yang ketiga bersifat konstan. Orang yang bermoral adalah orang yang berbudaya. Moral di perlukan untuk memahami kehidupan yang baik, khususnya dalam hubungan horizontal antar sesama.

 

J.      Problematika Pembinaan Nilai Moral

1)      Pengaruh Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral

Keluarga sangat penting bagi pembinaan nilai moral anak. Hal ini karena dalamkeluargalah, pendidikan pertama dan utama anak sebelum memasuki dunia pendidikan danmasyarkat. Kehidupan keluarga yang baik akan mempengaruhi perkembangan jiwa dan nilaimoral anak kearah yang baik. Sebaliknya, kehidupan keluarga yang tidak baik akanmempengaruhi perkembangan jiwa dan nilai moral anak kearah yang tidak baik.

Keluarga sebagai bagian dari masyarakat, terpengaruh oleh tuntutan kemajuan yangterjadi, namun masih banyak orang yang meyakini bahwa nilai moral itu hidup dan dibangundalam lingkungan keluarga keluarga. Sering kali pada keluarga yangbroken home atau pada keluarga yang kedua orang tuanya bekerja berakibat pada penurunan intensitas hubungan antara anak dengan orang tua. Dalamlingkungan yang kurang baik dn kadang menegangkan ini seorang anak sangat sulit untukmembangun nilai-nilainya secara jelas.

2)      Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral

Sebagai makhluk sosial, anak pasti punya teman, dan pergaulan dengan teman akan menambah pembendaharaan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi berbagai jenis kepercayaan yng dimilikinya. Kumpulan kepercayaan yang dimiliki anak akan membentuk sikapyang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu. Sikap-sikap yang mengkristal pada diri anak akan menjadi nilai dan nilai tersebut akan berpengaruh pada perilakunya.

Setiap orang yang menjadi teman anak akan menampilkan kebiasaan yang dimilikinya, pengaruh pertemanan ini akan berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu positif pula, sebaliknya akan berdaampak negative bila sikap dan tabiat yang ditampilkan memang buruk.

Pertemanan yang paling berpengaruh timbul dari teman sebaya, karena diantara merekarelative lebih terbuka, dan intensitas pergaulannya relative sering, baik disekolah/kampusmaupun dalam lingkungan masyarakat. Bukan sesuatu yang mustahil bila upaya mencoba perilaku buruk lainnya disebabkan pula karena pengruh teman sebaya.

3)      Pengaruh Figur Otoritas Terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu

Jika seorang anak mengungkapkan kebingungannya dihadapan orang dewasa, maka dapat diprediksi reaksi orang dewasa tersebut, langsung ataupun tidak langsung, orang dewasa akan berusaha menunjukkan jalan mana yang paling bijak dan paling benar atau menuinjukkan jalanyang baik bagi anak atau remaja tersebut.

Orang dewasa mempunyai pemikiran bahwa fungsi utama dalam menjalin hubungan dengan anak-anak adalah member tahu sesuatu kepada mereka.

Dengan kata lain, orang dewasa hanya menambahkan berbagai nilai atau norma yang sudah ada pada anka baik yang didpatnya dari sekolah, tokoh politik, guru ngaji, buku bacaan, radio, televisi, film, koran, majalah, maupun anak-anak lainnya.

Lembaga pendidikan juga perlu mengupayakan agar peserta didik mampu menemukan nilai dirinya tanpa harus bertentangan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat.

4)      Pengaruh Media Komunikasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral

Yang sangat berpengaruh terhadap nilai atau norma dan pandangan hidup biasanya didpatdari hasil yang sangat dramatis, baik dari radio, film, televise, VCD, majalah, anak terbiasa melihat dan menyimak pandangan hidup yang bervariasi, bahkan banyak diantara pandangn dannilai kehidupan tersebut dalam kehidupan keluarga tidak akan mereka temui.

Sekarang persoalan fornografi, seksualitas, dan kekersan disuguhkan secara terbuka. Bahkan adegan-adegan yang benar dipandang immoral dilakukan oleh orang-orang yang tampaknya berpendidikan tinggi,sementra semua orang menonton, menyimak dan mencernanya. Sudah tentu anak akanmemumngut sejumlah gagasan atau nilai dari semua ini baik nilai-nilai positif dan termasuk pengaruh negatifnya.

5)      Pengaruh Otak atau Berfikir Terhadap Perkembangan Nilai Moral

Dalam lingkungan pendidikan, peserta didik akan belajar tentang sesuatu yang diinginkan guru/dosen, dan biasanya mahasiswa hanya menunjukkan respons yang sederhana. Apabila mereka diberi kesempatan untuk berfikir dan memilih responsnya sendiri setiap hari, tanpa disadari akan terjadi pertumbuhan atau kematangan, meskipun mereka tidak mengkritisi hal yang sama, namun mereka sama-sama sedang tumbuh dan berubah.

Dalam konteks pendidikan, berfikir dimaknai sebagai proses yang berhubungan dengan penyelidikan dan pembuatan keputusan. Dimana pun keputusan diambil, pertimbangan nilai pastiterlibat, dan dimana pun penyelidikan berlangsung akan selalu melibatkan tujuan.

6)      Pengaruh Informasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral

Setiap hari manusia mendapatkan informasi, informasi ini berpengaruh terhadap sistem keyakinan yang dimiliki aleh individu, baik informasi itu diterima secara keseluruhan, diterima sebagian atau titolak semuanya, namun bagaimanapun informasi itu ditolak akan menguatkan keyakinan yang telah ada pada individu tersebut. Apabila informasi baru tersebut telah diterima individu serta mengubah atau menguatkan keyakinannya, maka akan terbentuklah sikap.

ISBD sebagai sebuah studi yang membahas problema sosial dan budaya sebaiknya  bukan hanya menambah informasi nilai, moral, dan kaidah-kaidah hukum kepada mahasiswa, tetapi lebih memfasilitasi mereka agar konflik nilai, konflik moral, dan lemahnya supremasi hukum dapat dikritisi, dianalisis, dan dicari solusisnya, sehingga kebingungan nilai, tidak jelasnya rujukan dan orientasi moral akan dapat dikurangi.

 

K.    Manusia dan Hukum

Dalam hidupnya, manusia tidak pernah terlepas dari hukum. Setiap sikap dan perilakunyatermsuk tutur kata senantiasa diawasi dan dikontrol oleh hukum yang berlaku. Kehidupanmanusia sehari-hari berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku. Bagi manusia yang mematuhi hukum akan selamat, sedangkan bagi manusia yang tidak mematuhi hukum akan mendapatsanksi atau hukuman.

Manusia yang sadar hukum akan selalu bersikap dan bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Manusia tersebut juga akan senantiasa mentaati peraturan lalu lintas, seperti memilikiSurat Izin Mengemudi (SIM), membawa Surat Tanda No Kendaraan (STNK), dan mamakaihelm standar bagi pengendara sepeda motor. Hal ini ia lakukan agar tidak kenatilang  (bukti pelanggaran) kalau sedang ada razia.

 

L.     Kesimpulan

Nilai mempunyai peran peting dalam kehidupan manusia. Nilai adalah sumber kekuataan dalam menegakkan ketertiban dan keteraturan sosial. Norma sebagai patokan perilaku manusia mengalami perubahan makna , namun demkian  secara moral tetap menjadi landasan bagi perilaku manusia

Demikian hal, moral sebagai landasan perilaku manusia yang menjadikan kehidupan berjalan dalam norma-norma kehidupan yang humanis-religius . Kekuatan hukum menjadi kontrol dalam mengatur keadilan akan hak dan kewajiban setiap manusia dalam menjalankan peran-peran penting bagi kehidupan manusia. Nilai, norma dan hukum serta moral adalah landasan pokok yang diperlukan bagi pembentukkan karakter manusia.

Oleh karena itu, proses pembentukan karakter tidak  boleh mengabaikan tekanan nilai dan moral. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Norma tersebut adalah perwujudan martabat manusia sebagai makhluk budaya, sosial, moral dan religi. Norma merupakan suatu kesadaran dan sikap luhur yang dikehendaki oleh tata nilai untuk dipatuhi.

 


Makna keragaman dan kesederajatan

A.    Keragaman

Suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, adat kesopanan serta situasi ekonomi. Struktur masyarakat Indonesia yang majemuk dan dinamis ditandai dengan keragaman suku bangsa, agama, dan kebudayaan. Di Indonesia banyak sekali suku bangsa dari sabang sampai merauke. Demikian pula dengan agama, terdapat beragam agama mulai dari islam, Kristen, katolik, hindu, budha, dan Kong Hu Cu yang semuanya diakui oleh pemerintah. Keberaagaman suku bangsa dan agama yang ada di Indonesia, juga melahirkan budaya yang beragam, dimana antara corak budaya pada suku bangsa yang satu berbeda dengan corak budaya suku bangsa yang lain.

 

B.     Kesederajatan

Suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yng ada, manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama. Didalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat yang sama dan sederajat. Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengecualian, sementara dalam Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapat perlindungan terhadap perlakuan yang diskriminatif itu. Diskriminasi adalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras, agama, suku, etnis, kelompok, golongan, status, dll. 

 

C.    Unsur Keragaman dan Kesederajatan Masyarakat Indonesia

1.      Suku bangsa dan ras

Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke sangat beragam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran tubuh, mata, ukuran kepala, dan lain sebagainya.

2.      Agama dan keyakinan

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi". 

Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan panca indra. Dalam peraktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah :

§  Untuk berfungsi edukatif : ajaran agama secara hukum berfungsi menyuruh dan melarang.

§  Untuk berfungsi penyelamat

§  Untuk berfungsi sebagai perdamaian

Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia, antara lain adalah :

§  Karena agama merupakan sumber moral

§  Karena agama merupakan petunjuk kebenaran

§  Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.

§  Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik di kala suka,maupun di kala duka

3.      Ideologi dan Politik

Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.(definisi ideologi Marxisme). Definisi Ideologi menurut  Karl Marx:  Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Sedangkan Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental.

4.      Tatakrama

Tatakrama yang dianggap arti bahasa jawa yang berarti “ adat sopan santun, basa basi “ pada dasarnya ialah segala tindakan, perilaku, adat istiadat, tegur sapa, ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.

5.      Kesenjangan Ekonomi dan Sosial

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat, pangkat, dan strata sosial. Kesenjangan ekonomi antara masyarakat level atas dan bawah yang cukup lebar. Hal ini menjadi salah satu sumber konflik dan mudah sekali tersulut di masyarakat. "Ada stagnasi perkembangan ekonomi mikro karena kebijakan yang belum berpihak ke masyarakat bawah. Anggaran negara itu belum sepenuhnya menetes ke masyarakat level bawah seperti nelayan, petani, masyarakat pesisir, dan pedagang kecil.

 

D.    Problematika Diskriminasi dalam Masyarakat yang Beragam

Diskriminasi adalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang   atau   sekelompok   orang    berdasarkan   ras, agama, suku,  etnis, kelompok, golongan, status, kelas sosial ekonomi, jenis kelamin, kondisi fisik, usia, orientasi seksual, pandangan ideologi, dan politik serta batas negara dan kebangsaan seseorang.Pasal 281 Ayat 2 UUD NKRI 1945 Telah menegaskan bahwa “ Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif  atas dasar apapun dan berhak mendapatkan   perlindungan   terhadap   perlakuan   yang   bersifat   diskriminatif   itu “. Sementara itu Pasal 3 UU No 30 Tahun 1999 tentang HAM Telah menegaskan bahwa “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat yang sama dan sederajat” Komunitas Internasional telah mengakui bahwa diskriminasi masih terjadi diberbagai belahan dunia, dan prinsip non diskriminasi harus mengawali kesepakatan antar bangsa untuk dapat hidup dalam kebebasan, keadilan, dan perdamaian. 

 

E.     Diskriminasi diantara Demokrasi dan Hak Asasi

Manusia memiliki seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia, hal ini disebut Hak Asasi Manusia. Seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan, tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia disebut sebagai Kewajiban Dasar Manusia. Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tidak didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, bahasa, dan keyakinan politik.

 

F.     Bhineka Tunggal Ika Upaya Mengatasi Keragaman Sosiokultural

Bangsa Indonesia mendasarkan pandangan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada suatu asas kultural yang melekat pada bangsa itu sendiri. Nilai - nilai kenegaraan itu terletak pada sila-sila Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

G.    Problematika Keragaman Kultural dalam Perkembangan Peradaban dan Hidup Beradab

Keragaman kultural seringkali menyebabkan munculnya permasalahan-permasalahan dan kesalahpahaman antarsuku tersebut. Contohnya konflik berbau SARA dan konflik bersenjata di beberapa daerah, teror bom, dan lainnya.

 

H.    Pengaruh Keragaman dan Globalisasi terhadap Pengembangan Kepribadian Masyarakat

Keragaman dan globalisasi terhadap pengembangan kepribadian masyarakat dapat menimbulkan pengaruh dalam kehidupan. Pengaruh tersebut dapat mendatangkan hal posotif dan negatif. Pengaruh positif nya yaitu adanya IPTEK yang sangat berguna dalam globalisasi dunia, sedangkan pengaruh negatifnya adalah kebudayaan luar yang masuk secara langsung atau dapat menggeser kebudayaan asli.

 

I.       Kesederajatan versus Diskriminasi

Kesederajatan artinya setiap orang sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun pemerintah dan Negara. Diskriminasi lebih menunjukan kepada suatu tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Diskriminasi dihubungkan dengan prasangka dan seolah-olah menyatu. Seseorang yang mempunyai prasangka rasial biasanya bertindak diskriminansi terhadap ras yg diprasangkainya.

 

J.      Diskriminasi sebagai Realitas yang Problematika

Dalam kehidupan bermasyarakat ada sesuatu yang dihargai yaitu kekayaan, kekuasaan, ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Hal itu merupakan awal terbentuknya pelapisan sosial yang dapat menimbulkan diskrimisnasi sosial. Mereka yang banyak memiliki sesuatu yang dihargai dianggap oleh masyarakat sebagai orang yang menduduki lapisan atas, begitu pula sebaliknya.

 

K.    Persaingan, Tekanan atau Intimidasi dan ketidak berdayaan sebagai Faktor Terjadinya Diskriminasi Sosial

Diskriminasi terjadi karena faktor persaingan. Diskriminasi karena faktor tekanan atau intimidasi biasanya terjadi karena pihak yang lemah cenderung menjadi pihak yang ditekan oleh pihak yang kuat. Dan karena merupakan pihak yang tertekan, umumnya tidak berdaya sehingga tidak dapat melepaskan belenggu diskriminasi tersebut dari kehidupan mereka.

 

L.     Kesimpulan

Keragaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta situasi ekonomi.

Kesederajatan adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memilik satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keseragaman antara lain terdiri faktor yang berasal dari luar masyarakat dan dari dalam masyarakat.

Sebagai makhluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi/kelompok manusia harus memiliki kesadaran diri terhadap realita yang berkembang di tengah masyarakat sehingga dapat menghindari masalah yang berpokok pangkal dari keragaman dan keserataan sebagai sifat dasar manusia.

 


Sains, Teknologi dan Seni

A.    Ilmu Pengetahuan ( Sains )

Menurut P. Medawar sains dalam istilah Inggris berarti science, berasal dari bahasa Latin yaitu scientia yang berarti ilmu pengetahuan. Pengertian pengetahuan adalah sebagai istilah filsafat yang tidak sederhana dan mudah dipahami secara umum karena memiliki bermacam-macam pandangan serta teori yang melingkupi makna pengetahuan tersebut. Diantaranya pandangan Aristoteles yang berpandangan bahwa pengetahuan merupakan sesuatu yang dapat ditangkap melalui indera.

Menurut Bacon dan David Home, pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Tetapi tidak semua ilmu boleh dikatakan sains. Ilmu pengetahuan (sains) yang sesungguhnya adalah ilmu yang dapat diuji kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan yang ada, sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut bisa dipercayai melalui percobaan secara teori.

Permasalahan yang timbul dalam bidang ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan sebagai dasar langkah berkelanjutan. Ilmu pengetahuan mencakup ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. Sains memberikan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan itu. Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan pendekatan saintifik dan itu menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting dalam peradaban manusia.

 

B.     Teknologi

Teknologi berasal dari kata techne dan logia, kata Yunani Kuno techne berarti seni kerajinan. Dari kata techne, kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang memiliki keahlian tertentu. Dengan perkembangan keterampilan tersebut menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti. Sehingga keterampilan tersebut menjadi teknik. Diungkapkan Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul The Technological Society tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meski arti dan maksudnya sama. 

Teknologi memperlihatkan fenomena dalam masyarakat sebagai hal inpersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Batasan ini bukan dalam bentuk teoritis, melainkan perolehan aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode, dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya.

Dalam kepustakaan, teknologi memiliki berbagai ragam pendapat yang menyatakan teknologi adalah transformasi kebutuhan (perubaan bentuk dari alam). Teknologi adalah kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga mencakup teknologi sosial terutama teknologi sosial pembangunan sehingga teknologi itu menjadi metode sistematis untuk mencapai tujuan insani. Sedangkan teknologi dalam makna subyektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. Jadi secara umum, teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Teknologi dibedakan menjadi 3 (tiga) macam :

a)      Teknologi Modern

Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri antara lain: padat modal, mekanis elektris, menggunakan bahan impor, berdasarkan penelitian mutakhir dll.

b)      Teknologi Madya

Jenis teknologi ini mempunyai ciriciri antara lain: padat karya, dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat, menggunakan alat setempat, berdasarkan alat penelitian.

c)      Teknologi Tradisional

Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri seperti: bersifat padat karya (menyerap banyak tenaga kerja), menggunakan keterampilan setempat, menggunakan alat setempat, menggunakan bahan setempat, dan berdasarkan kebiasaan dan pengamatan.

 

C.    Seni

Menurut Janet Woll seni adalah produk sosial. Sedangkan menurut Kamus B.Indonesia, seni adalah keahlian yang membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dll), seni dapat berupa seni rupa, seni musik dll. Menurut bahasa ”seni” berarti indah, tetapi menurut istilah ”seni” merupakan suatu manisfestasi dan pancaran rasa keindahan, pemikiran, kesenangan yang lahir dari dalam diri seseorang untuk menghasilkan suatu aktiviti.

Wujud dari lahirnya suatu karya seni adalah hasil dari ide-ide para seniman yang berlandaskan daya imajinasi, pengetahuan, pendidikan dan inspirasi serta tenaga seniman itu sendiri. Karya seni dapat dituangkan dalam bentuk garis, warna, gerak, bunyi, kata-kata, bahasa dan rupa bentuk yang bersifat kreatif dan imajinatif dari suatu kemahiran.

Seni juga merupakan segi batin masyarakat yang juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antar kebudayaan yang beraneka ragam. Karya seni selalu bersifat sosial karena kehadirannya menggambarkan masyarakat yang berjiwa kreatif, dinamis dan agung. Memahami seni suatu masyarakat berarti memahami aktivitas penting masyarakat yang bersangkutan dalam momen yang paling dalam dan kreatif.

 

D.    Makna Sains, Teknologi, dan Seni bagi Kehidupan Manusia

Menurut Kluchkhon ketujuh unsur pokok kebudayaan tersebut meliputi:

1)      Peralatan hidup (teknologi),

2)      Sistem mata pencaharian hidup (ekonomi),

3)      Sistem kemasyarakat (organisasi sosial),

4)      Sistem bahasa,

5)      Kesenian (seni),

6)      Sistem pengetahuan (ilmu pengatehuan/sains),

7)      Sistem kepercayaan (religi).

Ketujuh unsur budaya tersebut merupakan unsur-unsur budaya pokok yang pasti ada apabila kita meneliti atau mempelajari setiap kehidupan masyarakat. Karena ada pada setiap, atau unsur-unsur kebudayaan universal.

Ilmu pengetahuan (sains), peralatan hidup (teknologi), serta kesenian (seni) atau sering disingkat IPTEKS, termasuk bagian dari unsur-unsur pokok dari kebudayaan universal tersebut. Maka dapat dipastikan IPTEKS akan kita jumpai pada setiap kehidupan masyarakat manusia dimanapun berada, baik yang telah maju, sedang berkembang, sampai masyarakat yang masih sangat rendah tingkat peradabannya. Bahkan pada kehidupan masyarakat purba atau pada zaman prasejarah sekalipun, ketujuh unsur-unsur budaya universal tersebut telah ada, termasuk IPTEKS, meskipun tentunya pada tingkatan yang sangat sederhana atau primitif sekali. kehidupan masyarakat manusia di dunia ini, maka ketujuh unsur pokok dari kebudayaan yang ada di dunia itu sering kali dikatakan sebagai unsur-unsur budaya yang bersifat universal

Salah satu bukti bahwa pada zaman purba telah muncul ketujuh unsur-unsur budaya universal adalah pada zaman itu manusia telah mengenal adanya peralatan hidup atau teknologi berupa alat-alat sederhana yang terbuat dari batu maupun tulang yang digunakan untuk mencari makanan (berburu, meramu makanan, atau bercocok tanam secara sederhana atau berladang). Kemudian, pada saat itu manusia purba juga telah mengenal adanya sistem kepercayaan yang sekaligus menunjukkan adanya nilai seni serta sistem mata pencaharian hidup manusia purba, yakni sebagaimana terpotret pada gambar-gambar mistis berupa lukisan telapak tangan serta lukisan babi rusa yang terkena panah pada bagian perutnya, yang ditemukan di gua-gua tempat tinggal mereka. Pada zaman purba, ternyata juga telah dikenal adanya sistem pengetahuan dalam pelayaran yang menggunakan sandaran pengetahuan pada perbintangan.

Demikianlah pada masa-masa sesudahnya, pelan tapi pasti IPTEKS terus berkembang semakin maju sejalan dengan kemajuan penalaran yang telah dicapai oleh umat manusia. Bahkan, kini IPTEKS yang pada awal perkembangannya berasal dari embrio filsafat, sekarang pertumbuhannya telah bercabang-cabang menjadi puluhan, bahkan ratusan disiplin ilmu ataupun teknologi yang masing-masing memiliki karakteristik serta dasar keilmiahannya sendiri-sendiri.

Salah satu fungsi utama ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk sarana bagi kehidupan manusia, yakni untuk membantu manusia agar aktivitas kehidupannya menjadi lebih muda, lancar, efisien, dan efektif, sehingga kehidupannya menjadi lebih bermakna dan produktif. Oleh karena itu, khususnya dalam ilmu antropologi, istilah atau pengertian ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut sering dipakai untuk merujuk pada keterkaitan antara manusia, lingkungan, dan kebudayaan. Hal ini dikarenakan dalam berinteraksi menghadapi lingkungannya, manusia mau tidak mau pasti akan berusaha menggunakan sarana-sarana berupa pengetahuan yang dimiliki serta menciptakan peralatan hidup untuk membantu kehidupannya. Dengan demikian, IPTEKS bagi manusia selalu berkaitan dengan usaha manusia untuk menciptakan taraf kehidupannya yang lebih baik.

Dalam definisi lain (terutama berdasarkan kajian filsafat ilmu), istilah IPTEK (ilmu, pengetahuan, teknologi) juga sering dibedakan secara terpisah atau sendiri-sendiri, karena masing-masing ketiga istilah itu dianggap memiliki bobot keilmiahan yang berbeda-beda. Menurut pengertian ini, pengetahuan merupakan pengalaman yang bermakna dalam diri tiap orang yang tumbuh sejak ia dilahirkan. Oleh karena itu, manusia yang normal, sekolah atau tidak sekolah, sudah pasti dianggap memiliki pengetahuan. Pengetahuan dapat dikembangkan manusia karena dua hal,

-          manusia mempunyai bahasa yang dapat mengomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut;

-          manusia mempunyai kemampuan berpikir menurut suatu alur pikir tertentu yang merupakan kemampuan menalar. Penalaran merupakan suatu proses berpikir menurut suatu proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan.

Pengetahuan yang sifatnya acak perlu ditingkatkan lagi derajat atau bobot keilmiahannya sehingga berubah menjadi ilmu. Dengan demikian pengetahuan yang bersifat acak serta terbuka itu dengan melalui proses yang cukup panjang, dapat diorganisasikan dan disusun menjadi bidang-bidang ilmu filsafat, humaniora, serta ilmu.

Ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, di mana pengetahuan tersebut selalu dapat dikontrol oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. Berpijak dari pengertian ini, maka ilmu memiliki kandungan unsur-unsur pokok sebagai berikut:

1)      Berisi pengetahuan (knowledge);

2)      Tersusun secara sistematis;

3)      Menggunakan penalaran;

4)      Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain

 

E.     Dalam kajian filsafat, suatu pengetahuan dapat dikatakan (dikategorikan) sebagai suatu ilmu apabila memenuhi tiga kriteria sebagai berikut:

1)      Adanya aspek ontologis, artinya bidang studi yang bersangkutan telah memiliki objek studi/kajian yang jelas, artinya dapat diidentifikasikan, dapat diberi batasan, serta dapat diuraikan sifat-sifatnya yang esensial. Objek studi suatu ilmu itu sendiri terdapat dua macam, yaitu objek material serta objek formal.

2)      Adanya aspek epistemologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan telah memiliki metode kerja yang jelas. Dalam hal ini terdapat tiga metode kerja suatu bidang studi, yaitu dedukasi, induksi, serta eduksi; 

3)      Adanya aspek aksiologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan memiliki nilai guna atau kemanfaatanya. Misalnya, bidang studi tersebut dapat menunjukkan adanya nilai teoretis, hukum, generalisasi, kecenderungan umum, konsep, serta kesimpulan yang logis, sistematis, dan koheren. Selain itu, bahwa dalam teori serta konsep tersebut tidak menunjukkan adanya kerancuan, kesemrawutan pikiran, atau penentangan kontradiktif di antara satu sama lain.
Sains atau ilmu pengetahuan (di dalamnya menyangkut pula bahwa teknologi), tidak bisa bebas dari nilai-nilai. Jadi, sesuai dengan sifat sains itu sendiri yang kebenarannya bersifat tidak mutlak.

Sedangkan berbicara masalah teknologi, dimana istilah teknologi sendiri sebenarnya sudah mengandung pengertian sains dan teknik atau engineering, sebab produk-produk teknologi tidaklah mungkin ada tanpa didasari adanya sains. Sementara itu, dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains. Walaupun pada dasarnya teknologi juga memilliki karakteristik objektif dan netral, namun dalam kenyataannya teknologi tidak bisa netral seluruhnya karena memerlukan juga sentuhan-sentuhan estetika yang bersifat objektif.

Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi bagaikan pohon tak berakar (science without technology has no fruit, technology without science has no root). Sains hanya mampu mengajarkan fakta dan nonfakta pada manusia, ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Jadi, fungsi sains di sini hanyalah mengoordinasikan semua pengalaman manusia dan menempatkannya ke dalam suatu sistem yang logis, sedangkan fungsi seni sebagai pemberi persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. Tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan seni memberi sentuhan estetik sebagai hasil budaya yang indah dari manusia.

Permasalahan yang timbul dalam bidang ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan sebagai dasar langkah berkelanjutan. Ilmu pengetahuan mencakup ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. Sains memberikan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan itu. Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan pendekatan saintifik dan itu menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting dalam peradaban manusia.

 

F.     Perkembangan Sains, Teknologi, dan Seni

Perkembangan dunia IPTEKS yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.

Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

 

G.    Problematika Pengembangan Sains, Teknologi, dan Seni

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

Arus informasi yang berkembang cepat menumbuhkan cakrawala pandangan man usia makin terbuka luas. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu/ekstensi kemampuan diri manusia, dewasa ini telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru 'membelenggu' perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Akibatnya rasa tanggung jawab sudah pudar terhadap budaya. Masyarakat tidak lagi peduli dengan budayanya. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia.

Perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah budaya sebagian besar masyarakat dunia, terutama yang tinggal di perkotaan, perubahan budaya lokal dan sosial akibat revolusi informasi merupakan kelompok masyarakat yang langsung terkena pengaruh budaya global. 

Media elektronik, khususnya TV yang selalu menayangkan kebudayaan luar, hal ini dengan mudah mengubah pola pikir masyarakat khususnya para generasi muda. Mereka cenderung melupakan kebudayaan sendiri dan beralih ke budaya luar.

 

H.    Dampak Positif dan Negatif Teknologi

1)      Bidang Informasi dan Komunikasi

Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:

a)      Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet

b)      Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone

c)      Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah, dll.

Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:

a)      Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas), Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu

b)      Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.

c)      Kecemasan teknologi Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.

2)      Bidang Ekonomi dan Industri

Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:

a)      Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi

b)      Terjadinya industrialisasi

c)      Produktifitas dunia industri semakin meningkat Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.

Dampak negatifnya antara lain :

a)      Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

b)      Sifat konsumtif sebgaia akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan : konsumtif, boros dan memiliki jalan pinas yang bermental ïnstan”.

3)      Bidang Pendidikan

Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain :

a)      Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.

b)      Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.

c)      Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.

Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:

a)      Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.

b)      Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.


Manusia dan Lingkungan

A.    Manusia dan Lingkungan

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif. Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Ini karena manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar di antara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif. 

Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks. Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.  

Dalam   kaitannya   dengan   hubungan   manusia   dan   lingkungan,   terdapatbeberapa paham   yang menjelaskan  hakekat dari  hubungan  tersebut,  yaitu  pahamdeterminisme, paham posibilisme dan paham optimisme teknologi.

a)      Paham Determinisme  :   Paham   determinisme   memberikan penjelasan bahwa bahwa manusia dan perilakunya ditentukan oleh alam.

b)      Paham posibilisme  :   Menurut   paham   ini,   alam   tidak   berperan menentukan   tetapi   hanya   memberikan   peluang.   Manusia   berperan menentukan pilihan dari peluang-peluang yang diberikan alam.

c)      Paham Opitisme Teknologi : Manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan   teknologi.   Sebagian   rahasia   alam   terungkap   dan   teknologi   untuk mengeksploitasinya   terus   berkembang.   Bahkan,   dengan   kemajuan teknologi saat ini sebagian manusia menjadikan teknologi segala-galanya. Mereka   sangat   optimis   bahwa   teknologi   berkembang   apapun   dapat menjamin  kebutuhan  manusia.  Teknologi  bukan  lagi  menjadi  alternatif tetapi   telah   menjadi   keyakinan   yang   dapat   menjamin   hidup   dan kehidupan manusia.

 

B.     Etika Lingkungan

Terdapat tiga model teori etika lingkungan, yaitu :

a)      Antroposentisme : Antroposentrisme   adalah   aliran   yang  memandangbahwa   manusia   adalah   pusat   dari  alam   semesta,   dan   hanya   manusia   yangmemiliki  nilai,  sementara  alam  dan  segala  isinya   sekedar   alat   bagi  pemuasankepentingan dan kebutuhan hidup manusia.

b)      Biosentrisme : Memiliki   pandangan  bahwa   setiap  kehidupan   danmakhluk  hidup  mempunyai   nilai  dan  berharga  pada  dirinya  sendiri,  Teori inimenganggap serius setiap kehidupan dan makhluk hidup di alam semesta.

c)      Ekosentrisme : Lebih   memandang   etika   berlaku   pada   keseluruhankomponen  lingkungan,  seluruh   komunitas   ekologis,  baik   yang  hidup   maupuntidak. Secara   ekologis, makhluk   hidup dan   benda-benda abiotis  lainnya salingterkait satu sama lainnya

 

C.    Hubungan Antar Manusia Dengan Lingkungannya

1)      Ekologi 

Berasal dari kata Yunani oikos (habitat) dan logos (ilmu). Ekologi berarti ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834-1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antara makhluk hidup dengan benda tidak hidup di tempat hidup atau lingkungannya.  

Para ahli ekologi mempelajari perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu kepada makhluk hidup yang lain dalam lingkungannya serta faktor-faktor yang menyebabkannya. Serta perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya. Terjadi hubungan antar spesies (interaksi antar spesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Kini para ekolog (orang yang mempelajari ekologi) berfokus kepada ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim.

2)      Lingkungan Hidup Manusia 

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Pasal 1 Angka 1 mengartikan Lingkungan Hidup sebagai “kesatuan ruang dengan kesemua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya”.  

Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni, suatu unit atau satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam ekosistem terdapat komponen abiotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi makhluk-makhluk hidup di antaranya: tanah, udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer, air, cahaya, suhu atau temperatur, Sedangkan komponen biotik di antaranya adalah: produsen, konsumen, pengurai.

 

D.    Pengaruh Manusia Pada Alam Lingkungan Hidupnya

Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki kemampuan berpikir dan penalaran yang tinggi. Di samping itu manusia memiliki budaya, pranata sosial dan pengetahuan serta teknologi yang makin berkembang. Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.

 

1)      Peranan manusia yang bersifat negatif 

Peranan manusia yang bersifat negatif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:

a)      Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan sumber daya alam makin menciut (depletion)

b)      Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota

c)      Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsidi energi

d)      Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor

e)      Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. Hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri.

2)      Peranan manusia yang bersifat positif 

Peranan manusia yang bersifat positif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:

a)      Melakukan eksploitasi sumber daya alam secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak dapat diperbaharui

b)      Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keanekaan jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir

c)      Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar yang terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batasnya

d)      Melakukan sistem pertanian secara tumpang sari atau multikultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus

e)      Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan keanekaan jenis makhluk hidup.

 

E.     Sumber Alam Yang Terkait Sebagai Kebutuhan Manusia

Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian yakni:  

§  Sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. Yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua makhluk hidup, hutan, hewan-hewan, dan tumbuhan-tumbuhan. 

§  Sumber alam yang tidak diperbaharui (non-renewable resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam biotik. Yang tergolong ke dalam sumber abiotik adalah tanah, air, bahan-bahan galian, mineral, dan bahan-bahan tambang lainnya. 

Sumber alam biotik mempunyai kemampuan diri atau bertambah, misalkan tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora, dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan. Lain halnya dengan sumber daya alam abiotik yang tidak dapat memperbaharui dirinya.

Manusia memandang alam lingkungannya dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Manusia bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah, air, fauna, flora, bahan-bahan galian, dan sebagainya. Namun sesuai dengan kondisi lingkungan saat ini manusia susah seharusnya melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud di sini bukanlah transformasi yang diartikan sebagai perubahan seluruhnya (dari teknologi, sosial budaya dan ekonomi). Perubahan di sini lebih kepada perubahan hidup berperilaku, kebiasaan dalam hidup yang menunjang pada penyelamatan lingkungan, perilaku hidup manusia.

 

F.     Kesimpulan

Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya. Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem serta habitat manusia itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.

Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan. Manusia memiliki tugas untuk menjaga lingkungan demi menjaga kelangsungan hidup manusia itu sendiri dimasa akan datang.


BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Sistem sosial budaya dalam masyarakat merupakan segala adat-istiadat yang biasanya diatur oleh masyarakat itu. Dalam sistem sosial budaya dalam masyarakat terdapat lingkungan keluarga, sistem kekerabatan dan garis keturunan serta lingkungan sekolah. Lingkungan keluarga merupakan wahana untuk memantapkan adat istiadat yang ada dilingkungan masyarakat kita yang mencangkup sistem nilai budaya, sistem norma, dan norma-norma agama. Salah satu aspek kehidupan masyarakat yang diatur diantaranya adalah organisasi sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat

  RESUME PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Disusun oleh, Putry Anjani  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS KEGURU...