KUMPULAN
MATERI
PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA
Disusun Oleh :
Putry Anjani
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2022
DAFTAR ISI
COVER
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
Hakikat
Nilai Moral Dalam Kehidupan Manusia
E. Proses Terbentuknya Nilai, Etika, Moral, Norma dan
Hukum dalam Masyarakat dan Negara
F. Perwujudan Nilai, Etika,
Moral, dan Norma dalam Kehidupan Masyarakat dan Negara
G. Tuntutan dan Sanksi
Moral, Norma Hukum dalam Masyarakat Bernegara
I. Nilai Moral Sebagai Sumber Budaya dan Kebudayaan
J. Problematika Pembinaan
Nilai Moral
Makna
keragaman dan kesederajatan
C. Unsur
Keragaman dan Kesederajatan Masyarakat Indonesia
D. Problematika
Diskriminasi dalam Masyarakat yang Beragam
E. Diskriminasi
diantara Demokrasi dan Hak Asasi
F. Bhineka
Tunggal Ika Upaya Mengatasi Keragaman Sosiokultural
G. Problematika Keragaman Kultural dalam Perkembangan
Peradaban dan Hidup Beradab
H. Pengaruh Keragaman dan Globalisasi terhadap
Pengembangan Kepribadian Masyarakat
I. Kesederajatan versus Diskriminasi
J. Diskriminasi sebagai Realitas yang Problematika
D. Makna Sains, Teknologi, dan Seni bagi Kehidupan
Manusia
F. Perkembangan Sains, Teknologi, dan Seni
G. Problematika Pengembangan Sains, Teknologi, dan Seni
H. Dampak Positif dan Negatif Teknologi
C. Hubungan
Antar Manusia Dengan Lingkungannya
D. Pengaruh Manusia Pada Alam Lingkungan Hidupnya
E. Sumber Alam Yang Terkait Sebagai Kebutuhan Manusia
BAB III PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah
salah satu makhluk ciptaan Allah yang dianugrahi akal pikiran dan memiliki
potensi untuk beriman kepada Allah dan dengan akalnya mampu memahami dan
mengamalkan wahyu serta gejala-gejala alam, memiliki rasa tanggung jawab atas segala
tingkah lakunya dan berakhlak. Dengan anugrah itulah yang menjadikan manusia
sebagai makhluk mulia, dimana makhluk lain tidak memiliki keistimewaan
tersebut.
Perkembangan
manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau
bahkan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Upaya pendidikan dalam menjadikan
manusia semakin berkembang. Perkembangan keindividualan memungkinkan seseorang
untuk mengembangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal dan
untuk memenuhi kebutuhannya.
Manusia mempunyai
suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui
pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada
pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang
ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang
dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri.
Guna meningkatkan
kualitas hidup, manusia memerlukan pendidikan, baik pendidikan yang formal,
informal maupun nonformal. Dalam kenyataannya, manusia menunjukkan bahwa
pendidikan merupakan pembimbingan diri sudah berlangsung sejak zaman primitif.
Kegiatan pendidikan terjadi dalam hubungan orangtua dan anak.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
hakikat moral dalam kehidupan manusia?
2.
Bagaimana
makna keragaman dan kesederajatan?
3.
Bagaimana
sains, teknologi dan seni?
4.
Bagaimana
manusia dengan lingkungan?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mendeskripsikan hakikat moral dalam kehidupan manusia
2.
Untuk
mendeskripsikan makna keragaman dan kesederajatan
3.
Untuk
mendeskripsikan sains, teknologi dan seni
4. Untuk mendeskripsikan manusia dengan lingkungan
BAB II
PEMBAHASAN
Hakikat Nilai Moral Dalam Kehidupan Manusia
A.
Pengertian
Nilai
Nilai adalah
sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia.
Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan
manusia.
Nilai merupakan
sesuatu yang abstrak dan hanya bisa dipikirkan, difahami dan dihayati.
Nilai berkaitan
dengan cita cita, harapan, keyakinan, dan hal-hal lain yang bersifat batiniah.
Jadi,nilai adalah suatu kualitas yang merujuk pada sifat yang ideal dan
berkaitan dengan istilah “apa yang seharusnya” atau
sollen.
Nilai adalah “
prinsip umum tingkah laku abstrak yang ada dalam alam pikiran anggota-anggota
kelompok yang merupakan komitmen yang positif dan standar untuk memertimbangkan
tindakan dan tujuan tertentu. Fungsi nilai adalah sebagai pedoman, pendorong
tingkah laku manusia dalam hidup.
B.
Pengertian
Etika dan Moral
Etika berasal
dari bahasa Yunani yaitu “Ethos” yang artinya adat kebiasaan. Begitu pula
denganmoral yang berasal dari kata Latin (mos, miros) yang artinya juga adat
kebiasaan. Etika dan moral dibedakan dari kaidah istilah dan ajarannya.
Istilah etika
digunakan untuk menyebut ilmu dan prinsip dasar penilaian baik buruknya
perilaku manusia atau berisi tentang kajian ilmiah terhadap ajaran moral
tersebut, yaitu untuk member landasan kritis tentang mengapa orang dituntut
untuk tidak melanggar aturan-aturan masyrakat, seperti tidak mencuri, bersaksi
palsu,dan sebagainya.
Sedangkan
istilah moral digunakan untuk menunjuk aturan dan norma yanglebih konkret bagi
penilaian baik-buruknya perilaku manusia. Ajaran moral berisi nasihat-nasihat
konkret supaya manusia hidup lebih baik.
C.
Pengertian
Norma
Norma merupakan
kaidah atau aturan-aturan yang berisi petunjuk tentang tingkah lakuyang harus
atau tidak boleh dilakukan oleh manusia dan bersifat mengikat. Mengikat disini
berarti seseorang wajib mentaati semua aturan yang berlaku dilingkungannya.
Menurut Kamus
Besar Indonesia, norma memiliki arti sebagai aturan maupun ketentuan yang
sifatnya mengikat suatu kelompok orang dalam masyarakat. Norma diterapkan
sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai.
D.
Pengertian
Hukum
Hukum adalah
himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah dan larangan-larangan)yang
mengurusi tata tertib suatu masyarakat dan harus ditaati oleh masyrakat
tersebut. Dengankata lain, bahwa hukum berisi perintah-perintah dan
larangan-larangan serta sanksi yang tegas bagi mereka yang melanggar
peraturan-peraturan tersebut.
Peraturan-peraturan tersebut mempunyai ciri-ciri yaitu
a)
Peraturan
tentang tingkah laku manusia didalam pergaulan antar masyarakat.
b)
Peraturan
tersebut dibuat oleh berbagai badan resmi yang berwajib.
c)
Peraturan
tersebut bersifat memaksa.
E.
Proses
Terbentuknya Nilai, Etika, Moral, Norma dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara
Proses
terbentuknya nilai, etika, moral, norma, dan hukum meruapakan proses yang
berjalanmelalui suatu kebiasaan (habitus) untuk berbuat baik, suatu disposisi
batin untuk berbuat baik yang tertanam karena dilatihkan, suatu kesiapsediaan
untuk bertindak secara baik, dankualitas jiwa yang baik dalam membantu kita
untuk hidup secara benar. Etika keutamaan nilai, etika, moral, norma, dan hukum
lebih mengandalkan pada adanya latihan dan bukan begitu saja muncul dari dalam
diri manusia. Akan tetapi,mungkinsaja ada manusia yang memiliki potensi
keutamaan sudah dari kodratnya. Namun begitu, biar bagaimanapun juga perlu
adanya adanya latihan untuk memunculkan potensitersebut sebagai suatu keutamaan
dan perlu pembiasaan-pembiasaan agar lebih meneguhkan keutamaan
yang dimilikinya.
Seseorang akan
dinilai baik atau buruk sebagai manusia dilihat dari moralitas yangdimiliknya,
karena moralitas memiliki otoritas tertinggi dalm penilaian manusia sebagai
manusia. Salah satu mekanisme yang dapat membentuk jati diri yang berkualitas
adalah keutamaan nilai, norma dan etika. Dengan keutamaan moral, seseorang
membentuk dirinya sendiri bukankarena pengaruh luar belaka.
F.
Perwujudan
Nilai, Etika, Moral, dan Norma dalam Kehidupan Masyarakat dan Negara
Perwujudan
nilai-nilai, etika, moral, dan norma dalam keyakinan iman bisa sajaditerapkan
sebagai hukum jika norma moral yang terkandung didalamnya bersifat
universal.Artinya, dalam keyakinan iman yang lain pun tercermin norma moral
yang kurang lebih sama.Misalnya, norma moral yang terkandung dalam agama untuk
menghormati agama lain dengancara member toleransi itu sifatnya universal.
Oleh karena itu,
norma tersebut bisa saja diterapkankedalam hukum. Akan tetapi, jika nilai-nilai
dalam keyakinan iman sifatnya local, normatersebut tidak bisa diterapkan menjadi
sebuah hukum yang berlaku untuk seluruh masyarakatmajemuk. Oleh karena itu,
etika, moral, norma, dan nilai sering menjadi tuntutan dalamkehidupan
masyarakat supaya kita dapat bertingkah laku dengan baik.
G.
Tuntutan
dan Sanksi Moral, Norma Hukum dalam Masyarakat Bernegara
Kriteria untuk
menilai baim buruknya manusia adalah aturan dan prinsip-prinsip yang berlaku
dalam masyarakat. Orang tidak tertantang untuk melakukan kebaikan yang
mengatasi aturan. Kasarnya, orang hanya melakukan kalau itu merupakan sebuah
perintah atau larangan.
Tidak ada
kewajiban dan aturan berarti tidak ada tindakan kebaikan. Oleh karena itu, pada
umumnya apabila seseorang telah melakukan kesalahan di dalam masyarakat,
tuntutan dan sanksi yang akan diterimanya adalah dikucilkan, merasa
dipermalukan, dicap orang sebagai orang yang tidak tahu aturan dan lain
sebagainya.
H.
Keadilan,
Ketertiban, dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat Bermoral dan
Menaati Hukum
Aristoteles memberikan contoh keutamaan moral, yaitu :
a)
Keberanian,
yaitu orang dihindarkan dari sifat nekat dan pengecut.
b)
Ugahari
(prinsip secukupnya, kesederhanaan, empan papan), yaitu orang dihindarkan
darikelaparan dan kekenyangan.
c)
Keadilan
Kualitas manusia
tidak ditentukan oleh keahlian atau kemampuan yang dia milikimelainkan oleh
kualitas watak pribadinya. Seseorang dianggap baik hanya secara moral memangdia
baik. Oleh karena itu, sebagai warga masyarakat yang bai seharusnya bisa
mentaati danmematuhi norma dan nilai yang berlaku, sehingga kita bisa menjadi warga
yang bermoral dan beretika. Dengan sikap moralitas yang tinggi, akan terwujud
keadilan, ketertiban, dankesejahteraan dalam masyarakat. Jadi, moralitas
memiliki otoritas tertinggi untuk menilai apakahseseorang itu baik atau tidak
sebagai manusia.
I.
Nilai Moral
Sebagai Sumber Budaya dan Kebudayaan
Ciri utama suatu
masyarakat manusia adalah suatu kebudayaan sebagai hasil berbagai karya, rasa dan
cipta manusia selaku mahluk berakal baik untuk melindungi dirinya sendiri dari keganasan alam
maupun dalam rangka menaklukkannya ataupun untuk menyelenggarakan hubungan hidup
bermasyarakat secara tertib dan utuh. Karakter utama kebudayaan adalah memanusiakan manusia.
Kebudayaan
memiliki tiga dimensi, yaitu hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan
alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Hubungan pertama dan kedua selalu
berkembang namun hubungan yang ketiga bersifat konstan. Orang yang bermoral
adalah orang yang
berbudaya. Moral di perlukan untuk memahami kehidupan yang baik, khususnya dalam hubungan horizontal
antar sesama.
J.
Problematika
Pembinaan Nilai Moral
1)
Pengaruh
Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral
Keluarga sangat
penting bagi pembinaan nilai moral anak. Hal ini karena dalamkeluargalah,
pendidikan pertama dan utama anak sebelum memasuki dunia pendidikan
danmasyarkat. Kehidupan keluarga yang baik akan mempengaruhi perkembangan jiwa
dan nilaimoral anak kearah yang baik. Sebaliknya, kehidupan keluarga yang tidak
baik akanmempengaruhi perkembangan jiwa dan nilai moral anak kearah yang tidak
baik.
Keluarga sebagai
bagian dari masyarakat, terpengaruh oleh tuntutan kemajuan yangterjadi, namun
masih banyak orang yang meyakini bahwa nilai moral itu hidup dan dibangundalam
lingkungan keluarga keluarga. Sering kali pada keluarga yangbroken home atau
pada keluarga yang kedua orang tuanya bekerja berakibat pada penurunan
intensitas hubungan antara anak dengan orang tua. Dalamlingkungan yang kurang
baik dn kadang menegangkan ini seorang anak sangat sulit untukmembangun
nilai-nilainya secara jelas.
2)
Pengaruh
Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral
Sebagai makhluk
sosial, anak pasti punya teman, dan pergaulan dengan teman akan menambah
pembendaharaan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi berbagai jenis kepercayaan
yng dimilikinya. Kumpulan kepercayaan yang dimiliki anak akan membentuk
sikapyang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu. Sikap-sikap yang
mengkristal pada diri anak akan menjadi nilai dan nilai tersebut akan
berpengaruh pada perilakunya.
Setiap orang
yang menjadi teman anak akan menampilkan kebiasaan yang dimilikinya, pengaruh
pertemanan ini akan berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu
positif pula, sebaliknya akan berdaampak negative bila sikap dan tabiat yang
ditampilkan memang buruk.
Pertemanan yang
paling berpengaruh timbul dari teman sebaya, karena diantara merekarelative
lebih terbuka, dan intensitas pergaulannya relative sering, baik
disekolah/kampusmaupun dalam lingkungan masyarakat. Bukan sesuatu yang mustahil
bila upaya mencoba perilaku buruk lainnya disebabkan pula karena pengruh teman
sebaya.
3)
Pengaruh
Figur Otoritas Terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu
Jika seorang
anak mengungkapkan kebingungannya dihadapan orang dewasa, maka dapat diprediksi
reaksi orang dewasa tersebut, langsung ataupun tidak langsung, orang dewasa
akan berusaha menunjukkan jalan mana yang paling bijak dan paling benar atau
menuinjukkan jalanyang baik bagi anak atau remaja tersebut.
Orang dewasa
mempunyai pemikiran bahwa fungsi utama dalam menjalin hubungan dengan anak-anak
adalah member tahu sesuatu kepada mereka.
Dengan kata
lain, orang dewasa hanya menambahkan berbagai nilai atau norma yang
sudah ada pada anka baik yang didpatnya dari sekolah, tokoh politik, guru
ngaji, buku bacaan, radio, televisi, film, koran, majalah, maupun anak-anak
lainnya.
Lembaga pendidikan
juga perlu mengupayakan agar peserta didik mampu menemukan nilai dirinya tanpa
harus bertentangan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat.
4)
Pengaruh
Media Komunikasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral
Yang sangat
berpengaruh terhadap nilai atau norma dan pandangan hidup biasanya didpatdari
hasil yang sangat dramatis, baik dari radio, film, televise, VCD, majalah, anak
terbiasa melihat dan menyimak pandangan hidup yang bervariasi,
bahkan banyak diantara pandangn dannilai kehidupan tersebut dalam kehidupan
keluarga tidak akan mereka temui.
Sekarang persoalan fornografi,
seksualitas, dan kekersan disuguhkan secara terbuka. Bahkan adegan-adegan yang
benar dipandang immoral dilakukan oleh orang-orang yang tampaknya berpendidikan
tinggi,sementra semua orang menonton, menyimak dan mencernanya. Sudah tentu
anak akanmemumngut sejumlah gagasan atau nilai dari semua ini baik nilai-nilai
positif dan termasuk pengaruh negatifnya.
5)
Pengaruh
Otak atau Berfikir Terhadap Perkembangan Nilai Moral
Dalam lingkungan
pendidikan, peserta didik akan belajar tentang sesuatu yang diinginkan
guru/dosen, dan biasanya mahasiswa hanya menunjukkan respons yang sederhana.
Apabila mereka diberi kesempatan untuk berfikir dan memilih responsnya sendiri
setiap hari, tanpa disadari akan terjadi pertumbuhan atau kematangan, meskipun
mereka tidak mengkritisi hal yang sama, namun mereka sama-sama sedang tumbuh
dan berubah.
Dalam konteks
pendidikan, berfikir dimaknai sebagai proses yang berhubungan dengan
penyelidikan dan pembuatan keputusan. Dimana pun keputusan diambil,
pertimbangan nilai pastiterlibat, dan dimana pun penyelidikan berlangsung akan
selalu melibatkan tujuan.
6)
Pengaruh
Informasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral
Setiap hari
manusia mendapatkan informasi, informasi ini berpengaruh terhadap sistem
keyakinan yang dimiliki aleh individu, baik informasi itu diterima secara
keseluruhan, diterima sebagian atau titolak semuanya, namun bagaimanapun
informasi itu ditolak akan menguatkan keyakinan yang telah ada pada individu
tersebut. Apabila informasi baru tersebut telah diterima individu serta
mengubah atau menguatkan keyakinannya, maka akan terbentuklah sikap.
ISBD sebagai
sebuah studi yang membahas problema sosial dan budaya sebaiknya bukan hanya menambah informasi nilai, moral,
dan kaidah-kaidah hukum kepada mahasiswa, tetapi lebih memfasilitasi mereka
agar konflik nilai, konflik moral, dan lemahnya supremasi hukum dapat
dikritisi, dianalisis, dan dicari solusisnya, sehingga kebingungan nilai, tidak
jelasnya rujukan dan orientasi moral akan dapat dikurangi.
K.
Manusia
dan Hukum
Dalam hidupnya,
manusia tidak pernah terlepas dari hukum. Setiap sikap dan perilakunyatermsuk
tutur kata senantiasa diawasi dan dikontrol oleh hukum yang berlaku.
Kehidupanmanusia sehari-hari berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku. Bagi
manusia yang mematuhi hukum akan selamat, sedangkan bagi manusia yang tidak
mematuhi hukum akan mendapatsanksi atau hukuman.
Manusia yang sadar
hukum akan selalu bersikap dan bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
Manusia tersebut juga akan senantiasa mentaati peraturan lalu lintas, seperti
memilikiSurat Izin Mengemudi (SIM), membawa Surat Tanda No Kendaraan (STNK),
dan mamakaihelm standar bagi pengendara sepeda motor. Hal ini ia lakukan agar
tidak kenatilang (bukti pelanggaran) kalau
sedang ada razia.
L.
Kesimpulan
Nilai mempunyai
peran peting dalam kehidupan manusia. Nilai adalah sumber kekuataan dalam
menegakkan ketertiban dan keteraturan sosial. Norma sebagai patokan perilaku
manusia mengalami perubahan makna , namun demkian secara moral tetap menjadi landasan bagi perilaku
manusia
Demikian hal,
moral sebagai landasan perilaku manusia yang menjadikan kehidupan berjalan
dalam norma-norma kehidupan yang humanis-religius . Kekuatan hukum menjadi
kontrol dalam mengatur keadilan akan hak dan kewajiban setiap manusia dalam menjalankan
peran-peran penting bagi kehidupan manusia. Nilai, norma dan hukum serta moral
adalah landasan pokok yang diperlukan bagi pembentukkan karakter manusia.
Oleh karena itu,
proses pembentukan karakter tidak boleh
mengabaikan tekanan nilai dan moral. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan
terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
Norma tersebut adalah perwujudan martabat manusia sebagai makhluk budaya,
sosial, moral dan religi. Norma merupakan suatu kesadaran dan sikap luhur yang
dikehendaki oleh tata nilai untuk dipatuhi.
Makna keragaman dan kesederajatan
A.
Keragaman
Suatu kondisi
dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang,
terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, adat kesopanan serta situasi
ekonomi. Struktur masyarakat Indonesia yang majemuk dan dinamis ditandai dengan
keragaman suku bangsa, agama, dan kebudayaan. Di Indonesia banyak sekali suku
bangsa dari sabang sampai merauke. Demikian pula dengan agama, terdapat beragam
agama mulai dari islam, Kristen, katolik, hindu, budha, dan Kong Hu Cu yang
semuanya diakui oleh pemerintah. Keberaagaman suku bangsa dan agama yang ada di
Indonesia, juga melahirkan budaya yang beragam, dimana antara corak budaya pada
suku bangsa yang satu berbeda dengan corak budaya suku bangsa yang lain.
B.
Kesederajatan
Suatu kondisi
dimana dalam perbedaan dan keragaman yng ada, manusia tetap memiliki satu
kedudukan yang sama. Didalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang HAM
disebutkan bahwa setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat yang
sama dan sederajat. Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengecualian,
sementara dalam Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa setiap orang berhak
bebas dari perlakuan yang diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapat
perlindungan terhadap perlakuan yang diskriminatif itu. Diskriminasi adalah
setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok
orang berdasarkan ras, agama, suku, etnis, kelompok, golongan, status,
dll.
C.
Unsur Keragaman dan
Kesederajatan Masyarakat Indonesia
1.
Suku bangsa dan
ras
Suku bangsa yang menempati
wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke sangat beragam. Sedangkan
perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki
ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran
tubuh, mata, ukuran kepala, dan lain sebagainya.
2.
Agama dan
keyakinan
Agama menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga
disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban
yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Kata "agama" berasal dari
bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi".
Sedangkan kata lain untuk
menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan
berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali".
Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. Agama
mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan yang
dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai
kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan panca indra. Dalam peraktiknya
fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah :
§ Untuk berfungsi edukatif : ajaran agama secara hukum
berfungsi menyuruh dan melarang.
§ Untuk berfungsi penyelamat
§ Untuk berfungsi sebagai perdamaian
Ada beberapa
alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia, antara
lain adalah :
§ Karena agama merupakan sumber moral
§ Karena agama merupakan petunjuk kebenaran
§ Karena agama merupakan sumber informasi tentang
masalah metafisika.
§ Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia
baik di kala suka,maupun di kala duka
3. Ideologi
dan Politik
Ideologi adalah kumpulan ide
atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir
abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat
dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu
(bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari
hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide
yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan
untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses
pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya
sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat
konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik
mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir
yang eksplisit.(definisi ideologi Marxisme). Definisi Ideologi menurut
Karl Marx: Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan
kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
Politik adalah
proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain
berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini
merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai
hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Sedangkan Ideologi adalah
suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah
laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan
kepercayaan yang fundamental.
4. Tatakrama
Tatakrama yang
dianggap arti bahasa jawa yang berarti “ adat sopan santun, basa basi “ pada
dasarnya ialah segala tindakan, perilaku, adat istiadat, tegur sapa, ucap dan
cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.
5. Kesenjangan
Ekonomi dan Sosial
Masyarakat
Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat, pangkat,
dan strata sosial. Kesenjangan ekonomi antara masyarakat level atas dan bawah
yang cukup lebar. Hal ini menjadi salah satu sumber konflik dan mudah sekali
tersulut di masyarakat. "Ada stagnasi perkembangan ekonomi mikro karena
kebijakan yang belum berpihak ke masyarakat bawah. Anggaran negara itu belum
sepenuhnya menetes ke masyarakat level bawah seperti nelayan, petani,
masyarakat pesisir, dan pedagang kecil.
D.
Problematika Diskriminasi dalam
Masyarakat yang Beragam
Diskriminasi
adalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau
sekelompok orang berdasarkan ras, agama,
suku, etnis, kelompok, golongan, status, kelas sosial ekonomi, jenis
kelamin, kondisi fisik, usia, orientasi seksual, pandangan ideologi, dan
politik serta batas negara dan kebangsaan seseorang.Pasal 281 Ayat 2 UUD NKRI
1945 Telah menegaskan bahwa “ Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang
bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan
perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat
diskriminatif itu “. Sementara itu Pasal 3 UU No 30 Tahun 1999
tentang HAM Telah menegaskan bahwa “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat
dan martabat yang sama dan sederajat” Komunitas Internasional telah mengakui
bahwa diskriminasi masih terjadi diberbagai belahan dunia, dan prinsip non
diskriminasi harus mengawali kesepakatan antar bangsa untuk dapat hidup dalam
kebebasan, keadilan, dan perdamaian.
E.
Diskriminasi diantara Demokrasi
dan Hak Asasi
Manusia memiliki
seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung
tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi
kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia, hal ini disebut Hak
Asasi Manusia. Seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan, tidak
memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia disebut sebagai
Kewajiban Dasar Manusia. Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau
pengucilan yang langsung ataupun tidak didasarkan pada pembedaan manusia atas
dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, bahasa, dan keyakinan politik.
F.
Bhineka Tunggal Ika Upaya
Mengatasi Keragaman Sosiokultural
Bangsa Indonesia
mendasarkan pandangan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
pada suatu asas kultural yang melekat pada bangsa itu sendiri. Nilai - nilai
kenegaraan itu terletak pada sila-sila Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
G.
Problematika
Keragaman Kultural dalam Perkembangan Peradaban dan Hidup Beradab
Keragaman kultural
seringkali menyebabkan munculnya permasalahan-permasalahan dan kesalahpahaman
antarsuku tersebut. Contohnya konflik berbau SARA dan konflik bersenjata di
beberapa daerah, teror bom, dan lainnya.
H.
Pengaruh
Keragaman dan Globalisasi terhadap Pengembangan Kepribadian Masyarakat
Keragaman dan
globalisasi terhadap pengembangan kepribadian masyarakat dapat menimbulkan
pengaruh dalam kehidupan. Pengaruh tersebut dapat mendatangkan hal posotif dan
negatif. Pengaruh positif nya yaitu adanya IPTEK yang sangat berguna dalam
globalisasi dunia, sedangkan pengaruh negatifnya adalah kebudayaan luar yang
masuk secara langsung atau dapat menggeser kebudayaan asli.
I.
Kesederajatan
versus Diskriminasi
Kesederajatan
artinya setiap orang sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban,
baik terhadap masyarakat maupun pemerintah dan Negara. Diskriminasi lebih
menunjukan kepada suatu tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Diskriminasi
dihubungkan dengan prasangka dan seolah-olah menyatu. Seseorang yang mempunyai
prasangka rasial biasanya bertindak diskriminansi terhadap ras yg
diprasangkainya.
J.
Diskriminasi
sebagai Realitas yang Problematika
Dalam kehidupan
bermasyarakat ada sesuatu yang dihargai yaitu kekayaan, kekuasaan, ilmu
pengetahuan, dan sebagainya. Hal itu merupakan awal terbentuknya pelapisan
sosial yang dapat menimbulkan diskrimisnasi sosial. Mereka yang banyak memiliki
sesuatu yang dihargai dianggap oleh masyarakat sebagai orang yang menduduki
lapisan atas, begitu pula sebaliknya.
K.
Persaingan,
Tekanan atau Intimidasi dan ketidak berdayaan sebagai Faktor Terjadinya
Diskriminasi Sosial
Diskriminasi
terjadi karena faktor persaingan. Diskriminasi karena faktor tekanan atau
intimidasi biasanya terjadi karena pihak yang lemah cenderung menjadi pihak
yang ditekan oleh pihak yang kuat. Dan karena merupakan pihak yang tertekan,
umumnya tidak berdaya sehingga tidak dapat melepaskan belenggu diskriminasi
tersebut dari kehidupan mereka.
L.
Kesimpulan
Keragaman adalah suatu kondisi dalam
masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama
suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta
situasi ekonomi.
Kesederajatan adalah suatu kondisi
dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memilik satu
kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
keseragaman antara lain terdiri faktor yang berasal dari luar masyarakat dan
dari dalam masyarakat.
Sebagai makhluk individu yang menjadi
satuan terkecil dalam suatu organisasi/kelompok manusia harus memiliki
kesadaran diri terhadap realita yang berkembang di tengah masyarakat sehingga
dapat menghindari masalah yang berpokok pangkal dari keragaman dan keserataan
sebagai sifat dasar manusia.
Sains, Teknologi dan Seni
A.
Ilmu Pengetahuan ( Sains )
Menurut P. Medawar
sains dalam istilah Inggris berarti science, berasal dari bahasa Latin yaitu
scientia yang berarti ilmu pengetahuan. Pengertian pengetahuan adalah sebagai
istilah filsafat yang tidak sederhana dan mudah dipahami secara umum karena
memiliki bermacam-macam pandangan serta teori yang melingkupi makna pengetahuan
tersebut. Diantaranya pandangan Aristoteles yang berpandangan bahwa pengetahuan
merupakan sesuatu yang dapat ditangkap melalui indera.
Menurut Bacon dan
David Home, pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Tetapi
tidak semua ilmu boleh dikatakan sains. Ilmu pengetahuan (sains) yang
sesungguhnya adalah ilmu yang dapat diuji kebenarannya dan dikembangkan secara
bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan
yang ada, sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut bisa dipercayai melalui
percobaan secara teori.
Permasalahan yang
timbul dalam bidang ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran
pengetahuan, serta sikap ilmuwan sebagai dasar langkah berkelanjutan. Ilmu
pengetahuan mencakup ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial dan
kemanusiaan. Sains memberikan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia
dalam menguasai ilmu pengetahuan itu. Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban
atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan pendekatan saintifik dan
itu menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur
terpenting dalam peradaban manusia.
B.
Teknologi
Teknologi berasal
dari kata techne dan logia, kata Yunani Kuno techne berarti seni kerajinan.
Dari kata techne, kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang
memiliki keahlian tertentu. Dengan perkembangan keterampilan tersebut menjadi
semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti.
Sehingga keterampilan tersebut menjadi teknik. Diungkapkan Jacques Ellul dalam
tulisannya berjudul The Technological Society tidak mengatakan teknologi tetapi
teknik, meski arti dan maksudnya sama.
Teknologi
memperlihatkan fenomena dalam masyarakat sebagai hal inpersonal dan memiliki
otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis.
Batasan ini bukan dalam bentuk teoritis, melainkan perolehan aktivitas
masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan
perlengkapan tekniknya. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha,
metode, dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan
diperhitungkan sebelumnya.
Dalam kepustakaan,
teknologi memiliki berbagai ragam pendapat yang menyatakan teknologi adalah
transformasi kebutuhan (perubaan bentuk dari alam). Teknologi adalah kenyataan
yang diperoleh dari dunia ide. Secara konvensional mencakup penguasaan dunia
fisik dan biologis, tetapi secara luas juga mencakup teknologi sosial terutama
teknologi sosial pembangunan sehingga teknologi itu menjadi metode sistematis
untuk mencapai tujuan insani. Sedangkan teknologi dalam makna subyektif adalah
keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. Jadi secara umum,
teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang
diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Teknologi dibedakan menjadi 3 (tiga) macam :
a) Teknologi
Modern
Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri antara lain:
padat modal, mekanis elektris, menggunakan bahan impor, berdasarkan penelitian
mutakhir dll.
b) Teknologi
Madya
Jenis teknologi ini mempunyai ciriciri antara lain:
padat karya, dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat, menggunakan alat
setempat, berdasarkan alat penelitian.
c) Teknologi
Tradisional
Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri seperti: bersifat padat karya
(menyerap banyak tenaga kerja), menggunakan keterampilan setempat, menggunakan
alat setempat, menggunakan bahan setempat, dan berdasarkan kebiasaan dan
pengamatan.
C.
Seni
Menurut Janet Woll
seni adalah produk sosial. Sedangkan menurut Kamus B.Indonesia, seni adalah
keahlian yang membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya,
keindahannya, dll), seni dapat berupa seni rupa, seni musik dll. Menurut bahasa
”seni” berarti indah, tetapi menurut istilah ”seni” merupakan suatu
manisfestasi dan pancaran rasa keindahan, pemikiran, kesenangan yang lahir dari
dalam diri seseorang untuk menghasilkan suatu aktiviti.
Wujud dari
lahirnya suatu karya seni adalah hasil dari ide-ide para seniman yang
berlandaskan daya imajinasi, pengetahuan, pendidikan dan inspirasi serta tenaga
seniman itu sendiri. Karya seni dapat dituangkan dalam bentuk garis, warna,
gerak, bunyi, kata-kata, bahasa dan rupa bentuk yang bersifat kreatif dan
imajinatif dari suatu kemahiran.
Seni juga
merupakan segi batin masyarakat yang juga berfungsi sebagai jembatan penghubung
antar kebudayaan yang beraneka ragam. Karya seni selalu bersifat sosial karena
kehadirannya menggambarkan masyarakat yang berjiwa kreatif, dinamis dan agung.
Memahami seni suatu masyarakat berarti memahami aktivitas penting masyarakat
yang bersangkutan dalam momen yang paling dalam dan kreatif.
D.
Makna
Sains, Teknologi, dan Seni bagi Kehidupan Manusia
Menurut Kluchkhon ketujuh unsur pokok kebudayaan
tersebut meliputi:
1)
Peralatan hidup
(teknologi),
2)
Sistem mata
pencaharian hidup (ekonomi),
3)
Sistem
kemasyarakat (organisasi sosial),
4)
Sistem bahasa,
5)
Kesenian (seni),
6)
Sistem pengetahuan
(ilmu pengatehuan/sains),
7)
Sistem kepercayaan
(religi).
Ketujuh unsur
budaya tersebut merupakan unsur-unsur budaya pokok yang pasti ada apabila kita
meneliti atau mempelajari setiap kehidupan masyarakat. Karena ada pada setiap,
atau unsur-unsur kebudayaan universal.
Ilmu pengetahuan
(sains), peralatan hidup (teknologi), serta kesenian (seni) atau sering
disingkat IPTEKS, termasuk bagian dari unsur-unsur pokok dari kebudayaan
universal tersebut. Maka dapat dipastikan IPTEKS akan kita jumpai pada setiap
kehidupan masyarakat manusia dimanapun berada, baik yang telah maju, sedang
berkembang, sampai masyarakat yang masih sangat rendah tingkat peradabannya.
Bahkan pada kehidupan masyarakat purba atau pada zaman prasejarah sekalipun,
ketujuh unsur-unsur budaya universal tersebut telah ada, termasuk IPTEKS,
meskipun tentunya pada tingkatan yang sangat sederhana atau primitif sekali.
kehidupan masyarakat manusia di dunia ini, maka ketujuh unsur pokok dari
kebudayaan yang ada di dunia itu sering kali dikatakan sebagai unsur-unsur
budaya yang bersifat universal
Salah satu bukti
bahwa pada zaman purba telah muncul ketujuh unsur-unsur budaya universal adalah
pada zaman itu manusia telah mengenal adanya peralatan hidup atau teknologi
berupa alat-alat sederhana yang terbuat dari batu maupun tulang yang digunakan
untuk mencari makanan (berburu, meramu makanan, atau bercocok tanam secara
sederhana atau berladang). Kemudian, pada saat itu manusia purba juga telah
mengenal adanya sistem kepercayaan yang sekaligus menunjukkan adanya nilai seni
serta sistem mata pencaharian hidup manusia purba, yakni sebagaimana terpotret
pada gambar-gambar mistis berupa lukisan telapak tangan serta lukisan babi rusa
yang terkena panah pada bagian perutnya, yang ditemukan di gua-gua tempat
tinggal mereka. Pada zaman purba, ternyata juga telah dikenal adanya sistem
pengetahuan dalam pelayaran yang menggunakan sandaran pengetahuan pada
perbintangan.
Demikianlah pada
masa-masa sesudahnya, pelan tapi pasti IPTEKS terus berkembang semakin maju
sejalan dengan kemajuan penalaran yang telah dicapai oleh umat manusia. Bahkan,
kini IPTEKS yang pada awal perkembangannya berasal dari embrio filsafat,
sekarang pertumbuhannya telah bercabang-cabang menjadi puluhan, bahkan ratusan
disiplin ilmu ataupun teknologi yang masing-masing memiliki karakteristik serta
dasar keilmiahannya sendiri-sendiri.
Salah satu fungsi
utama ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk sarana bagi kehidupan
manusia, yakni untuk membantu manusia agar aktivitas kehidupannya menjadi lebih
muda, lancar, efisien, dan efektif, sehingga kehidupannya menjadi lebih
bermakna dan produktif. Oleh karena itu, khususnya dalam ilmu antropologi,
istilah atau pengertian ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut sering dipakai
untuk merujuk pada keterkaitan antara manusia, lingkungan, dan kebudayaan. Hal
ini dikarenakan dalam berinteraksi menghadapi lingkungannya, manusia mau tidak
mau pasti akan berusaha menggunakan sarana-sarana berupa pengetahuan yang
dimiliki serta menciptakan peralatan hidup untuk membantu kehidupannya. Dengan
demikian, IPTEKS bagi manusia selalu berkaitan dengan usaha manusia untuk
menciptakan taraf kehidupannya yang lebih baik.
Dalam definisi
lain (terutama berdasarkan kajian filsafat ilmu), istilah IPTEK (ilmu,
pengetahuan, teknologi) juga sering dibedakan secara terpisah atau
sendiri-sendiri, karena masing-masing ketiga istilah itu dianggap memiliki
bobot keilmiahan yang berbeda-beda. Menurut pengertian ini, pengetahuan
merupakan pengalaman yang bermakna dalam diri tiap orang yang tumbuh sejak ia
dilahirkan. Oleh karena itu, manusia yang normal, sekolah atau tidak sekolah,
sudah pasti dianggap memiliki pengetahuan. Pengetahuan dapat dikembangkan
manusia karena dua hal,
-
manusia mempunyai
bahasa yang dapat mengomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang
melatarbelakangi informasi tersebut;
-
manusia mempunyai
kemampuan berpikir menurut suatu alur pikir tertentu yang merupakan kemampuan
menalar. Penalaran merupakan suatu proses berpikir menurut suatu proses
berpikir dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan.
Pengetahuan yang sifatnya acak perlu
ditingkatkan lagi derajat atau bobot keilmiahannya sehingga berubah menjadi
ilmu. Dengan demikian pengetahuan yang bersifat acak serta terbuka itu dengan
melalui proses yang cukup panjang, dapat diorganisasikan dan disusun menjadi
bidang-bidang ilmu filsafat, humaniora, serta ilmu.
Ilmu dapat diartikan sebagai
pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan
pemikiran, di mana pengetahuan tersebut selalu dapat dikontrol oleh setiap orang
yang ingin mengetahuinya. Berpijak dari pengertian ini, maka ilmu memiliki
kandungan unsur-unsur pokok sebagai berikut:
1) Berisi
pengetahuan (knowledge);
2) Tersusun
secara sistematis;
3) Menggunakan
penalaran;
4) Dapat
dikontrol secara kritis oleh orang lain
E.
Dalam kajian filsafat, suatu
pengetahuan dapat dikatakan (dikategorikan) sebagai suatu ilmu apabila memenuhi
tiga kriteria sebagai berikut:
1)
Adanya aspek
ontologis, artinya bidang studi yang bersangkutan telah memiliki objek
studi/kajian yang jelas, artinya dapat diidentifikasikan, dapat diberi batasan,
serta dapat diuraikan sifat-sifatnya yang esensial. Objek studi suatu ilmu itu
sendiri terdapat dua macam, yaitu objek material serta objek formal.
2)
Adanya aspek
epistemologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan telah memiliki
metode kerja yang jelas. Dalam hal ini terdapat tiga metode kerja suatu bidang
studi, yaitu dedukasi, induksi, serta eduksi;
3)
Adanya aspek
aksiologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan memiliki nilai
guna atau kemanfaatanya. Misalnya, bidang studi tersebut dapat menunjukkan
adanya nilai teoretis, hukum, generalisasi, kecenderungan umum, konsep, serta
kesimpulan yang logis, sistematis, dan koheren. Selain itu, bahwa dalam teori
serta konsep tersebut tidak menunjukkan adanya kerancuan, kesemrawutan pikiran,
atau penentangan kontradiktif di antara satu sama lain.
Sains atau ilmu pengetahuan (di dalamnya menyangkut pula bahwa teknologi),
tidak bisa bebas dari nilai-nilai. Jadi, sesuai dengan sifat sains itu sendiri yang
kebenarannya bersifat tidak mutlak.
Sedangkan
berbicara masalah teknologi, dimana istilah teknologi sendiri sebenarnya sudah
mengandung pengertian sains dan teknik atau engineering, sebab produk-produk
teknologi tidaklah mungkin ada tanpa didasari adanya sains. Sementara itu,
dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai
hasil penerapan praktis dari sains. Walaupun pada dasarnya teknologi juga
memilliki karakteristik objektif dan netral, namun dalam kenyataannya teknologi
tidak bisa netral seluruhnya karena memerlukan juga sentuhan-sentuhan estetika
yang bersifat objektif.
Sains dan
teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi bagaikan pohon tak
berakar (science without technology has no fruit, technology without science
has no root). Sains hanya mampu mengajarkan fakta dan nonfakta pada manusia, ia
tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia.
Jadi, fungsi sains di sini hanyalah mengoordinasikan semua pengalaman manusia dan
menempatkannya ke dalam suatu sistem yang logis, sedangkan fungsi seni sebagai
pemberi persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan
suatu keberaturan padanya. Tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan
manusia dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan seni memberi sentuhan estetik
sebagai hasil budaya yang indah dari manusia.
Permasalahan yang
timbul dalam bidang ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran
pengetahuan, serta sikap ilmuwan sebagai dasar langkah berkelanjutan. Ilmu
pengetahuan mencakup ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial dan
kemanusiaan. Sains memberikan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia
dalam menguasai ilmu pengetahuan itu. Proses mencari kebenaran serta mencari
jawaban atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan pendekatan
saintifik dan itu menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah
satu unsur terpenting dalam peradaban manusia.
F.
Perkembangan
Sains, Teknologi, dan Seni
Perkembangan dunia
IPTEKS yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan
peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut
kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat
mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot
manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.
Begitupun dengan
telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah
sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu
dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai
sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan
kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah
merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari
permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator
yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini
akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan
iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri.
Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek
mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern
yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif
iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua
tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran.
Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi
haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula
unsur keadilan.
Kemajuan teknologi
adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena
kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan
manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan
aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati
banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam
dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk
menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan
untuk hal negatif.
G.
Problematika
Pengembangan Sains, Teknologi, dan Seni
Kemajuan teknologi
adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan ini, karena
kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan
manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan
aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati
banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam
dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk
menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk
hal negatif.
Arus informasi
yang berkembang cepat menumbuhkan cakrawala pandangan man usia makin terbuka
luas. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu/ekstensi kemampuan diri
manusia, dewasa ini telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru
'membelenggu' perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Akibatnya rasa tanggung
jawab sudah pudar terhadap budaya. Masyarakat tidak lagi peduli dengan
budayanya. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh
sistem-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi,
teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia.
Perubahan cepat
dalam teknologi informasi telah merubah budaya sebagian besar masyarakat dunia,
terutama yang tinggal di perkotaan, perubahan budaya lokal dan sosial akibat
revolusi informasi merupakan kelompok masyarakat yang langsung terkena pengaruh
budaya global.
Media elektronik,
khususnya TV yang selalu menayangkan kebudayaan luar, hal ini dengan mudah
mengubah pola pikir masyarakat khususnya para generasi muda. Mereka cenderung
melupakan kebudayaan sendiri dan beralih ke budaya luar.
H.
Dampak
Positif dan Negatif Teknologi
1)
Bidang Informasi
dan Komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi
kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya
antara lain:
a)
Kita akan lebih
cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian
manapun melalui internet
b)
Kita dapat berkomunikasi
dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone
c)
Kita mendapatkan
layanan bank yang dengan sangat mudah, dll.
Disamping
keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi
tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a)
Pemanfaatan jasa
komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas), Penggunaan informasi tertentu dan
situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak
tertentu untuk tujuan tertentu
b)
Kerahasiaan alat
tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang
tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara
langsung dari internet.
c)
Kecemasan
teknologi Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer.
Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting
dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi.
Rusaknya modem internet karena disambar petir.
2)
Bidang Ekonomi dan
Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat
pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara
lain:
a)
Pertumbuhan
ekonomi yang semakin tinggi
b)
Terjadinya
industrialisasi
c)
Produktifitas
dunia industri semakin meningkat Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan
produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada
aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara
besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di
masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin
penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi
bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung
dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera
individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke
toko.
Dampak negatifnya
antara lain :
a)
Terjadinya
pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai
dengan yang dibutuhkan.
b)
Sifat konsumtif
sebgaia akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan
generasi yang secara moral mengalami kemerosotan : konsumtif, boros dan
memiliki jalan pinas yang bermental ïnstan”.
3)
Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam
bidang pendidikan antara lain :
a)
Munculnya media
massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.
Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
b)
Munculnya
metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam
proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru
yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi
tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
c)
Sistem
pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses
pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga
menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses
pendidikan antara lain:
a)
Kerahasiaan alat
tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential
Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan
ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan
tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet
tersebut.
b)
Penyalahgunaan
pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita
tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang
berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu
komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan
lain-lain.
Manusia dan Lingkungan
A.
Manusia dan Lingkungan
Manusia adalah
makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk
kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati,
dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya
dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif. Manusia adalah
makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Ini karena manusia memiliki
perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar di antara semua makhluk
yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun
perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari
segi intelektual relatif.
Lingkungan adalah
suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki
karakter serta fungsi yang khas yang terkait secara timbal balik dengan
keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki
peranan yang lebih kompleks. Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari
lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas
memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan,
semuanya memerlukan lingkungan.
Dalam kaitannya
dengan hubungan manusia
dan lingkungan, terdapatbeberapa paham yang menjelaskan hakekat dari
hubungan tersebut, yaitu
pahamdeterminisme, paham posibilisme dan paham optimisme teknologi.
a)
Paham Determinisme :
Paham determinisme memberikan penjelasan bahwa bahwa manusia
dan perilakunya ditentukan oleh alam.
b) Paham
posibilisme : Menurut
paham ini, alam
tidak berperan menentukan tetapi
hanya memberikan peluang.
Manusia berperan menentukan
pilihan dari peluang-peluang yang diberikan alam.
c) Paham
Opitisme Teknologi : Manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagian rahasia
alam terungkap dan
teknologi untuk
mengeksploitasinya terus berkembang.
Bahkan, dengan kemajuan teknologi saat ini sebagian manusia
menjadikan teknologi segala-galanya. Mereka
sangat optimis bahwa
teknologi berkembang
apapun dapat menjamin kebutuhan
manusia. Teknologi bukan
lagi menjadi alternatif tetapi telah
menjadi keyakinan yang
dapat menjamin hidup
dan kehidupan manusia.
B.
Etika Lingkungan
Terdapat tiga model teori etika lingkungan, yaitu :
a) Antroposentisme
: Antroposentrisme adalah aliran
yang memandangbahwa manusia
adalah pusat dari
alam semesta, dan
hanya manusia yangmemiliki
nilai, sementara alam
dan segala isinya
sekedar alat bagi
pemuasankepentingan dan kebutuhan hidup manusia.
b) Biosentrisme
: Memiliki pandangan bahwa
setiap kehidupan danmakhluk
hidup mempunyai nilai
dan berharga pada
dirinya sendiri, Teori inimenganggap serius setiap kehidupan
dan makhluk hidup di alam semesta.
c) Ekosentrisme
: Lebih memandang etika
berlaku pada keseluruhankomponen lingkungan,
seluruh komunitas ekologis,
baik yang hidup
maupuntidak. Secara ekologis,
makhluk hidup dan benda-benda abiotis lainnya salingterkait satu sama lainnya
C.
Hubungan Antar Manusia Dengan
Lingkungannya
1)
Ekologi
Berasal dari kata Yunani oikos
(habitat) dan logos (ilmu). Ekologi berarti ilmu yang mempelajari baik
interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan
lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel
(1834-1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau
sistem dengan lingkungannya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat
mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antara makhluk hidup
dengan benda tidak hidup di tempat hidup atau lingkungannya.
Para ahli ekologi mempelajari
perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu kepada makhluk hidup
yang lain dalam lingkungannya serta faktor-faktor yang menyebabkannya. Serta
perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor
yang menyebabkannya. Terjadi hubungan antar spesies (interaksi antar spesies)
makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Kini para
ekolog (orang yang mempelajari ekologi) berfokus kepada ekowilayah bumi dan
riset perubahan iklim.
2)
Lingkungan Hidup Manusia
Dalam Undang-Undang Nomor 23
Tahun 1997 Pasal 1 Angka 1 mengartikan Lingkungan Hidup sebagai “kesatuan ruang
dengan kesemua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lainnya”.
Dalam lingkungan alamnya
manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni, suatu unit atau satuan fungsional
dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam ekosistem terdapat
komponen abiotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi
makhluk-makhluk hidup di antaranya: tanah, udara atau gas-gas yang membentuk
atmosfer, air, cahaya, suhu atau temperatur, Sedangkan komponen biotik di
antaranya adalah: produsen, konsumen, pengurai.
D.
Pengaruh
Manusia Pada Alam Lingkungan Hidupnya
Manusia merupakan
komponen biotik lingkungan yang memiliki kemampuan berpikir dan penalaran yang
tinggi. Di samping itu manusia memiliki budaya, pranata sosial dan pengetahuan
serta teknologi yang makin berkembang. Peranan manusia dalam lingkungan ada
yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang
bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara
langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang
berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya
dukung lingkungan.
1)
Peranan manusia yang bersifat negatif
Peranan manusia yang bersifat
negatif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:
a)
Eksploitasi yang
melampaui batas sehingga persediaan sumber daya alam makin menciut (depletion)
b)
Punah atau
merosotnya jumlah keanekaan jenis biota
c)
Berubahnya
ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak
mantap karena terus menerus memerlukan subsidi energi
d)
Berubahnya profil
permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan
longsor
e)
Masuknya energi
bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran
air, udara, dan tanah. Hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup.
Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan terhadap
manusia itu sendiri.
2)
Peranan manusia yang bersifat positif
Peranan manusia yang bersifat
positif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:
a)
Melakukan
eksploitasi sumber daya alam secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak
dapat diperbaharui
b)
Mengadakan
penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keanekaan jenis flora serta
untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir
c)
Melakukan proses
daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar yang terbuang ke
dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batasnya
d)
Melakukan sistem
pertanian secara tumpang sari atau multikultur untuk menjaga kesuburan tanah.
Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi
serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus
e)
Membuat peraturan,
organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan keanekaan jenis
makhluk hidup.
E.
Sumber
Alam Yang Terkait Sebagai Kebutuhan Manusia
Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian
yakni:
§ Sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable
resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. Yang tergolong ke dalam
sumber alam ini adalah semua makhluk hidup, hutan, hewan-hewan, dan
tumbuhan-tumbuhan.
§ Sumber alam yang tidak diperbaharui (non-renewable
resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam biotik. Yang
tergolong ke dalam sumber abiotik adalah tanah, air, bahan-bahan galian,
mineral, dan bahan-bahan tambang lainnya.
Sumber alam biotik
mempunyai kemampuan diri atau bertambah, misalkan tumbuhan dapat berkembang
biak dengan biji atau spora, dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan
telur atau melahirkan. Lain halnya dengan sumber daya alam abiotik yang tidak
dapat memperbaharui dirinya.
Manusia memandang
alam lingkungannya dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Manusia
bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai
cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah,
air, fauna, flora, bahan-bahan galian, dan sebagainya. Namun sesuai dengan
kondisi lingkungan saat ini manusia susah seharusnya melakukan perubahan.
Perubahan yang dimaksud di sini bukanlah transformasi yang diartikan sebagai
perubahan seluruhnya (dari teknologi, sosial budaya dan ekonomi). Perubahan di
sini lebih kepada perubahan hidup berperilaku, kebiasaan dalam hidup yang
menunjang pada penyelamatan lingkungan, perilaku hidup manusia.
F.
Kesimpulan
Manusia bertindak sosial dengan cara
memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan
kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya. Manusia mempunyai
pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem serta habitat manusia itu
sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang
hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu
sendiri.
Kemampuan kita untuk menyadari hal
tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan
kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari
hubungan manusia dengan lingkungan. Manusia memiliki tugas untuk menjaga
lingkungan demi menjaga kelangsungan hidup manusia itu sendiri dimasa akan
datang.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sistem sosial budaya dalam masyarakat
merupakan segala adat-istiadat yang biasanya diatur oleh masyarakat itu. Dalam
sistem sosial budaya dalam masyarakat terdapat lingkungan keluarga, sistem
kekerabatan dan garis keturunan serta lingkungan sekolah. Lingkungan keluarga
merupakan wahana untuk memantapkan adat istiadat yang ada dilingkungan
masyarakat kita yang mencangkup sistem nilai budaya, sistem norma, dan
norma-norma agama. Salah satu aspek kehidupan masyarakat yang diatur
diantaranya adalah organisasi sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar