MAKALAH
PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN SOSIAL
Sub Topik “Aspek-Aspek Perubahan Sosial”
Disusun
untuk memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah : Teori Pembangunan Sosial
Disusun
oleh,
Nama : Putry Anjani
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
2020
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR i
DAFTAR
ISI ii
BAB I
PENDAHULUAN 1
A. LATAR
BELAKANG 1
B. RUMUSAN
MASALAH 1
C. TUJUAN 1
BAB II
PEMBAHASAN 2
A. PENGERTIAN
PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN SOSIAL 2
B. SEBAB-SEBAB
PERUBAHAN SOSIAL 3
C. ASPEK-ASPEK
PERUBAHAN SOSIAL 5
D. CARA-CARA
MENGATASI PERUBAHAN SOSIAL 6
BAB
III
PENUTUP 8
KESIMPULAN 8
DAFTAR
PUSTAKA 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Setiap kehidupan manusia senantiasa mengalami
perubahan-perubahan. Hal ini terjadi karena manusia mempunyai
kepentingan-kepentingan yang berbeda, dan perubahan ini merupakan fenomena
sosial yang wajar dalam kehidupan manusia baik itu individu maupun kelompok.
Perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat, dapat
terjadi karena proses penyebaran manusia dari individu yang satu ke individu
yang lain. Hal ini dikarenakan, proses perubahan sosial tidak saja berasal
melalui proses evaluasi, namun juga dapat terjadi melalui proses penyebaran
unsur-unsur kebudayaan antar masyarakat.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Adapun
rumusan masalah dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Apa
pengertian dari perubahan sosial
2. Apa
saja sebab-sebab dari perubahan sosial
3. Apa
saja aspek perubahan sosial
4. Bagaimana
cara mengatasi perubahan sosial
C.
TUJUAN
1. Mengetahui
pengertian dari pembangunan perubahan sosial
2. Mengetahui
penyebab dari perubahan sosial
3. Mengetahui
aspek-aspek perubahan sosial
4. Mengetahui
cara-cara mengatasi perubahan sosial
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN SOSIAL
Secara terminologis, pembangunan identik dengan istilah development, modernization, westernization,
empowering, industrialization, economic growth, europanization, bahkan
terma political change. Identifikasi
tersebut lahir karena pembangunan memiliki makna yang multi-interpretable
sehinggga istilah tersebut sering disamakan dengan beberapa terma lain yang
berlainan arti (Moeljarto Tjokrowinoto, 2004: 23). Makna dasar dari development
adalah pembangunan. Artinya serangkaian upaya atau langkah untuk memajukan
kondisi masyarakat sebuah kawasan atau negara dengan konsep pembangunan
tertentu.
Pembangunan adalah upaya memajukan atau memperbaiki serta
meningkatkan nilai sesuatu yang sudah ada. Pembangunan juga berarti seperangkat
usaha manusia untuk mengarahkan perubahan sosial dan kebudayaan sesuai dengan
tujuan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu mencapai pertumbuhan
peradaban kehidupan sosial dan kebudayaan atas dasar target-target yang telah
ditetapkan.
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai
suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat,
meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk
mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.
Pengertian
perubahan sosial menurut para ahli:
a. William
F. Ogburn mengemukakan bahwa “ruang lingkup perubahan-perubahan
sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang
immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material
terhadap unsur-unsur immaterial”.
b. Kingsley
Davis mengartikan “perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan
yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat”.
c. Mac
Iver mengatakan “perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai
perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai
perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial”.
B.
SEBAB-SEBAB
PERUBAHAN SOSIAL
Menurut Prof. Soerjono Soekamto ada dua penyebab terjadinya
perubahan sosial yaitu perubahan yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri
(intern) dan dari luar (ekstern).
1. Sebab
Intern
Merupakan sebab yang berasal
dari dalam masyarakat sendiri, antara lain:
a. Dinamika
penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk di suatu desa.
Pertambahan penduduk akan menyebabkan perubahan pada tempat tinggal. Tempat
tinggal yang semula terpusat pada lingkungan kerabat akan berubah atau
terpancar karena faktor pekerjaan. Berkurangnya penduduk pedesan juga akan
menyebabkan perubahan sosial budaya.
b. Adanya
penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang
bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan
dari bentuk penemuan lama (invention).
c. Munculnya
berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.
2. Sebab
Ekstern
Merupakan
sebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri, antara lain:
a. Adanya
pengaruh bencana alam.
Kondisi
ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan
tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang
baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan
yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan
pada struktur dan pola kelembagaannya.
b. Adanya
peperangan.
Peristiwa
peperangan, baik perang saudara maupun perang antar negara dapat menyebabkan
perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan
kebudayaannya kepada pihak yang kalah.
c.
Adanya
pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan
menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa
paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan
saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih
tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun
unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur
kebudayaan baru tersebut.
C.
ASPEK-ASPEK PERUBAHAN SOSIAL
1.
Demokratisasi
Terjadinya reformasi secara besar-besaran
yang mencakup kondisi
penduduk Indonesia dan kehidupan
bermasyarakat dan berbangsa di seluruh wilayah Negara Indonesia ini telah
menyebabkan terjadinya perubahan dasar yang melingkupi segala aspek kehidupan
manusia seperto pada bidang politik, ekonomi, hukum, kebudayaan dan juga
pendidikan. Adanya sistem pemerintahan yang merubah seluruh penyelenggaraan
sentralistik dengan menghapuskan segala bentuk inisiatif atau parakarsa,
kreativitas, segala macam keseragaman baik secara pribadi maupun bermasyarakat.
Oleh
karena itu, dewasa ini kita membuthkan sesuatu yang mendorong
pengaktualisasi dan peningkatan segala bentuk aspirasi masyarakat. Terjadinya
kehidupan masyarakat yang baru ini
dapat memberikan banyak kesempatan kepada masyarakat, ciri-ciri
kelompok sosial, organisasi dan seluruh warga untuk
terus memberikan pendapat, mengambil peran secara aktif namun sesuai dengan
kapasitas masing-masing. Akan tetapi hal tersebut tidak boleh kelaur
dari jalur atau menyimpang dari hal-hal yang mnegatur dan berlaku sebagai
falsafah kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia.
2. Globalisasi
Dewasa ini, seluruh umat manusia di dunia dihadapkan pada
sebuah tantangan-tantangan penyebab terjadinya konflik yang meliputi
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat masalah
kesejahteraan material dan spiritual yang semakin kompleks serta pada
cepatnya perubahan sosial. Globalisasi ini telah menempatkan manusia untuk
memasuki dan mempelajari seluruh kehidupan masyarakat globa yang terjadi di
seluruh aspek kehidupan masyarakat sepert politik, ekonomi, budaya dan
teknologi.
3. Ilmu
pengetahuan dan teknologi yang berkembang
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi seluruh
kehiduapan masyarakat secara global. Hasil dari penelitian-penelitian terbaru
menyebutkan bahwa adanya kenyatan yang mutlak dan tidak bisa dihindari bahwa
kehidupan manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan
teknologi, maka akan menghasilkan berbagai perangkat seperti halnya transportasi, telekomunikasi,
komputer dan peralatan perang. Akibat dari dampak positif dan negatif perubahan sosial ,kemajuan
yang cepat dan lebih mudah antara beberpaa bidang terebut dapat senantiasa
memenuhi kebutuhan manusia secara cepat dan lebih mudah disamping adanya suatu
penciptaan yang terjadi di berbagai bidang seperti kesehatan, pemukiman, aspek
pendidikan dan sebagainya.
D.
CARA-CARA
MENGATASI PERUBAHAN SOSIAL
1. Memberi
pengetahuan atau informasi baru, menghilangkan pandangan-pandangan sempit,
memperluas pengetahuan dari masyarakat yang terbatas.
2. Mengadakan
diskusi-diskusi dalam kelompok-kelompok kecil mengenai pengetahuan,
masalah-masalah dan kejadian-kejadian baru.
3. Mengadakan
kegiatan-kegiatan dalam kelompok kecil. Jikalau diskusi dalam kelompok tidak
diikuti oleh kegiatan-kegiatan maka akan timbul kemacetan dan kekosongan dan
kebosanan.
Menciptakan
wadah baru, misalnya koperasi simpan pinjam, organisasi wanita, organisasi
muda-mudi dengan mengggunakan metode kelompok kerja.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Pembangunan adalah upaya memajukan atau memperbaiki serta
meningkatkan nilai sesuatu yang sudah ada. Pembangunan juga berarti seperangkat
usaha manusia untuk mengarahkan perubahan sosial dan kebudayaan sesuai dengan
tujuan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu mencapai pertumbuhan
peradaban kehidupan sosial dan kebudayaan atas dasar target-target yang telah
ditetapkan.
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai
suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat,
meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk
mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.
Menurut Prof. Soerjono Soekamto ada dua penyebab terjadinya
perubahan sosial yaitu perubahan yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri
(intern) dan dari luar (ekstern).
Aspek-aspek perubahan sosial :
1. Demokratisasi
2. Globalisasi
3. Ilmu
pengetahuan dan teknologi yang berkembang.
DAFTAR PUSTAKA
http://rinitarosalinda.blogspot.com/2015/09/perubahan-sosial-dan-pembangunan.html
http://aliahsan27.blogspot.com/2014/02/makalah-perubahan-sosial-masyarakat-desa.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar