MAKALAH
UPAYA PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA UNTUK MENANGGULANGI PENGANGGURAN
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR i
DAFTAR
ISI ii
BAB I
PENDAHULUAN 1
A. Latar
Belakang 1
B. Rumusan
Masalah 1
C. Tujuan 2
BAB II
PEMBAHASAN 3
A. Pengertian
Pengangguran 3
B. Dampak
Pengangguran Terhadap Perekonomian dan Kehidupan Sosial 3
C. Cara
Mengatasi Pengangguran 3
D. Upaya
Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran 4
BAB
III KESIMPULAN DAN SARAN 6
A. Kesimpulan 6
B. Saran 6
DAFTAR
PUSTAKA 8
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Salah satu masalah
pokok yang dihadapi bangsa dan negara
Indonesia adalah masalah
pengangguran. Pengangguran yang tinggi
berdampak langsung maupun tidak
langsung terhadap kemiskinan, kriminalitas dan
masalah-masalah sosial politik yang
juga semakin meningkat. Dengan jumlah angkatan kerja yang
cukup besar, arus migrasi
yang terus mengalir, serta dampak
krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai
saat ini, membuat permasalahan tenaga
kerja menjadi sangat besar
dan kompleks. Negara berkembang
seringkali dihadapkan dengan
besarnya angka pengangguran karena sempitnya
lapangan pekerjaan dan besarnya
jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan
dikarenakan karena faktor kelangkaan
modal untuk berinvestasi.
Hal ini
akibat dari krisis finansial yang
memporak-porandakan perkonomian
nasional.
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena
jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga
kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.Selain itu juga kurang
efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan pengangguran
2. Apa
saja dampak dari pengangguran terhadap perekonomian dan kehidupan sosial
3. Bagaimana
cara mengatasi pengangguran
4. Kebijakan
pemerintah dalam mengatasi pengangguran
C. Tujuan
1. Mengetahui
arti dari pengangguran
2. Mengetahui
dampak dari pengangguran terhadap perekonomian dan kehidupan sosial
3. Mengetahui
cara untuk mengatasi pengangguran
4. Mengetahui
kebijakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pengangguran
Pengangguran
adalah orang yang
masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari
pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja
yang karena sesuatu
hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.
Setengah
Pengangguran adalah bagian dari
angkatan kerja yang bekerja di bawah
jam kerja normal
(kurang dari 35 jam
seminggu). Setengah pengangguran dibagi menjadi
dua kelompok : Setengah Penganggur Terpaksa,
yaitu mereka yang bekerja
dibawah jam kerja
normal dan masih mencari
pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain. Setengah Penganggur
Sukarela, yaitu mereka yang
bekerja di bawah
jam kerja normal tetapi
tidak mencari pekerjaan atau tidak
bersedia menerima pekerjaan lain.
B. Dampak
Pengangguran Terhadap Perekonomian dan Kehidupan Sosial
1. Menurunkan
pendapatan masyarakat
2. Menurunkan
tingkat investasi modal
3. Menurunkan
penerimaan pemerintahan
4. Menurunkan
keterampilan masyarakat
5. Meningkatkan
biaya sosial.
C. Cara
Mengatasi Pengangguran
1. Meningkatkan
mutu pendidikan,
2. Meningkatkan
latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan keterampilan sesuai tuntutan industri
modern,
3. Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan,
4. Mendorong
terbukanya kesempatan usaha-usaha informal,
5. Meningkatkan
pembangunan dengan sistem padat karya,
6. Membuka kesempatan kerja ke luar negeri
D. Upaya
Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran
Kondisi Indonesia masalah pengangguran harus dapat diatasi
dengan berbagai upaya. Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan sesuai dengan UUD 45 pasal 27 ayat 2.
Sebagai solusi pengangguran berbagai
strategi dan kebijakan dapat
ditempuh, untuk itu diperlukan
kebijakan yaitu :
1. Pemerintah
memberikan bantuan wawasan, pengetahuan dan kemampuan jiwa kewirausahaan kepada
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa bimbingan teknis dan manajemen memberikan
bantuan modal lunak jangka panjang, perluasan pasar. Serta pemberian fasilitas
khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan andal bersaing di bidangnya.
Mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan lingkungan usaha yang
menunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha kecil dan menengah yang mampu
mengembangkan usaha, menguasai teknologi dan informasi pasar dan peningkatan
pola kemitraan UKM dengan BUMN, BUMD, BUMS dan pihak lainnya.
2. Segera
melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya
daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun
fasilitas transportasi dan komunikasi. Ini akan membuka lapangan kerja bagi
para penganggur di berbagai jenis tingkatan. Harapan akan berkembangnya potensi
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya
alam, sumber daya manusia.
3. Membangun
lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur.
4. Segera
menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena terlalu banyak jenis
perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing maupun
Penanaman Modal Dalam Negeri
5. Mengembangkan
sektor pariwisata dan kebudayaan Indonesia (khususnya daerah-daerah yang belum
tergali potensinya)
6. Melakukan
program sinergi antar BUMN atau BUMS yang memiliki keterkaitan usaha atau hasil
produksi akan saling mengisi kebutuhan.
7. Dengan
memperlambat laju pertumbuhan penduduk (meminimalisirkan menikah pada usia
dini)
8. Segera
harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas).
Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang
berorientasi kompetensi.Karena sebagian besar para penganggur adalah para
lulusan perguruan tinggi yang tidak siap menghadapi dunia kerja.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Pengangguran adalah problem yang terus menumpuk. Bertambah
dari tahun ke tahun. Persoalan pengangguran
bukan sekedar bertumpu pada
makin menyempitnya dunia kerja,
tetapi juga rendahnya kualitas
SDM (sumber daya manusia) yang kita punyai. Pengangguran
terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang
tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.Juga kompetensi
pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.
Ketidakmerataan pendapatan karyawan, pertumbuhan ekonomi
dan stabilitas politik juga sangat berpengaruh terhadap ketenagakerjaan di
Indonesia. Semua permasalahan hal diatas tampaknya sudah dipahami oleh pembuat
kebijakan (Decision Maker). Namun hal yang tampaknya kurang dipahami adalah
bahwa masalah ketenagakerjaan atau pengangguran bersifat multidimensi, sehingga
juga memerlukan cara pemecahan yang multidimensi pula.
B. Saran
Pemerintah harus bisa mengeluarkan kebijakan yang
bisa terciptanya lapangan pekerjaan,
serta menjalankan kebijakan yang konsisten tersebut
dengan sungguh-sungguh sampai
terlihat hasil yang maksimal. Pemerintah memberikan
penyuluhan, pembinaan dan pelatihan
kerja kepada masyarakat untuk
bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sesuai
dengan kemampuan dan minatnya
masing-masing untuk
mengembangkan kompetensi kerja guna
meningkatkan kemampuan,
produktifitas dan kesejahteraan.
DAFTAR PUSTAKA
https://zenaoke.wordpress.com/2012/04/17/makalah-pengangguran/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar