MAKALAH
PEMBANGUNAN PEDESAAN YANG TERPADU
Disusun Oleh,
PUTRY ANJANI
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2020
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR
ISI ii
BAB I
PENDAHULUAN 1
A. Latar
Belakang Masalah 1
B. Rumusan
Masalah 2
C. Tujuan 2
BAB II
PEMBAHASAN 3
A. Pengertian
Pembangunan Pedesaan Terpadu 3
B. Tolak
Ukur Pembangunan Pedesaan 3
C. Prinsip-Prinsip
Pembangunan Pedesaan 3
D. Tujuan
Pembangunan Pedesaan Terpadu 5
E. Strategi
Pembangunan Pedesaan Terpadu 6
BAB
III KESIMPULAN DAN SARAN 8
A. Kesimpulan 8
B. Saran 9
DAFTAR
PUSTAKA 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Berbicara tentang pembangunan desa, selama ini
sebagian diantara kita terlalu terpaku pada pembangunan berskala besar (atau
proyek pembangunan) di wilayah pedesaan. Padahal pembangunan desa yang
sesungguhnya tidaklah terbatas pada pembangunan berskala “proyek” saja, akan
tetapi pembangunan dalam lingkup atau cakupan yang lebih luas. Pembangunan yang
berlangsung di desa dapat saja berupa berbagai proses pembangunan yang dilakukan
di wilayah desa dengan menggunakan sebagian atau seluruh sumber daya (biaya,
material, sumber daya manusia) bersumber dari pemerintah (pusat atau daerah),
selain itu dapat pula berupa sebagian atau seluruh sumber daya pembangunan
bersumber dari desa. Apa sesungguhnya pembangunan desa ?
Sesungguhnya, ada atau tidak ada bantuan
pemerintah terhadap desa, denyut nadi kehidupan dan proses pembangunan di desa
tetap berjalan. Masyarakat desa memiliki kemandirian yang cukup tinggi dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya, mengembangkan potensi diri dan keluarganya, serta
membangun sarana dan prasarana di desa. Namun demikian, tanpa perhatian dan
bantuan serta stimulan dari pihak-pihak luar desa dan pemerintah proses
pembangunan di desa berjalan dalam kecepatan yang relatif rendah. Kondisi ini yang menyebabkan pembangunan di desa terkesan lamban
dan cenderung terbelakang.
B. Rumusan
Masalah
Adapun
masalah yang terkait dengan pembangunan pedesaan yang akan dibahas dalam
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa pembangunan
pedesaan terpadu itu
2. Apa
saja yang menjadi tolak ukur pembangunan pedesaan
3. Bagaimna
prinsip pembangunan pedesaan
4. Apa
saja tujuan pembangunan pedesaan terpadu
5. Apa
saja stategi pembangunan pedesaan
terpadu
C. Tujuan
1. Mengetahui
pengertian pembangunan pedesaan terpadu
2. Mengetahui
apa saja yang menjadi tolak ukur pembangunan pedesaan terpadu
3. Mengetahui
prinsip pembangunan pedesaan terpadu
4. Mengetahui
tujuan dari pembangunan pedesaan terpadu
5. Mengetshui
strategi-strategi pembangunan pedesaan terpadu
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pembangunan Pedesaan Terpadu
Pembangunan desa
terpadu adalah strategi pembangunan yang merupakan perkembangan lebih lanjut
dari strategi pembangunan desa. Dalam pembangunan desa dilakukan usaha yang intensif
dengan tujuan dan kecenderungan memberikan fokus kepada kelompok maupun daerah
tertentu, melalui penyampaian pelayanan, bantuan dan informasi kepada
masyarakat desa (Poostchi,1986). Dengan demikian, strategi ini lebih banyak
menaruh pada proses penyampaian daripada mengembangkan kapasitas dan respon
masyarakat. Karena masyarakat desa mempunyai beberapa aspek, pembangunan desa
yang bersifat menyelurul semestinya juga meliputi keseluruhan aspek tersebut.
B. Tolak
Ukur Pembangunan Pedesaan
Pangkal
tolak pembangunan desa adalah GBHN atau Trilogi Pembangunan Stabilitas nasional
(Pelita I),Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi (Pelita)Pemerataan (8 jalur
pemerataan. Pemerataan dititikberatkan pada pembangunan sektor pertanian menuju
swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolahan bahan baku menjadi bahan
jadi.
C. Prinsip-Prinsip
Pembangunan Desa
Pembangunan pedesaan seharusnya menerapkan pninsip-prinsip
yaitu:
(1) transaparansi
(keterbukaan), (2) partisipatif, (3) dapat dinikmati mayarakat, (4) dapat dipertanggungjawabkan
(akuntabilitas), dan (5) berkelanjutan (sustainable). Kegiatan-kegiatan
pembangunan yang dilakukan dapat dilanjutkan dan dikembangkan ke seluruh
pelosok daerah, untuk seluruh lapisan masyarakat. Pembanguan itu pada dasarnya
adalah dari, oleh dan untuk seluruh rakyat. Oleh karena itu pelibatan
masyarakat seharusnya diajak untuk menentukan visi (wawasan) pembangunan masa
depan yang akan diwujudkan. Masa depan merupakan impian tentang keadaan masa
depan yang lebih baik dan lebih mudah dalam arti tercapainya tingkat kemakmuran
yang lebih tinggi. Pembangunan pedesaan dilakukan dengan pendekatan secara
multisektoral (holistik), partisipatif, berlandaskan pada semangat kemandirian,
berwawasan lingkungan dan berkelanjutan serta melaksanakan pemanfaatan
sumberdaya pembangunan secana serasi dan selaras dan sinergis sehingga tercapai
optimalitas.
Ada tiga prinsip pokok
pembangunan pedesaan, yaitu :
Kebijaksaan dan
langkah-langkah pembangunan di setiap desa mengacu kepada pencapaian sasaran
pembangunan berdasarkan Trilogi Pembangunan. Ketiga unsur Trilogi Pembangunan
tersebut yaitu
a)
pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya,
b)
pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, dan
c)
stabilitas yang sehat dan dinamis, diterapkan di setiap sektor,
temasuk desa dan kota, di setiap wilayah dan antar wilayah secara saling
terkait, serta dikembangkan secara selaras dan terpadu.
Pembangunan desa dilaksanakan dengan prinsip-prinsip pembanguna
yang berkelanjutan. Penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan mensyaratkan
setiap daerah lebih mengandalkan sumber-sumber alam yang terbaharui
sebagaisumber pertumbuhan. Disamping itu setiap desa perlu memanfaatkan SDM
secara luas, memanfaatkan modal fisik, prasarana mesin-mesin, dan peralatan
seefisien mungkin.
Meningkatkan efisiensi masyarakat melalui kebijaksanaan
deregulasi, debirokratisasi dan desentralisasi dengan sebaik-baiknya. Dalam
melaksanakan kegiatan pembangunan pedesaan diperlukan kerjasama yang erat antar
daerah dalam satu wilayah dan antar wilayah. Dalam hubungan ini perlu selalu
diperhatikan kesesuaian hubungan antar kota dengan daerah pedesaan sekitarnya,
dan antara suatu kota dengan kota-kota sekitarnya. Hal ini disebabkan karena
pada umumnya lokasi industri, lokasi kegiatan pertanian atau sektor-sektor lain
yang menunjang/terkait cenderung terkonsentrasi hanya pada beberapa daerah
administrasi yang berdekatan. Dengan kerjasama antar daerah, maka daerah-
daerah yang dimaksud dapat tumbuh secara serasi dan saling menunjang. Melalui
kerjasama antara daerah-daerah/wilayah-wilayah dapat diusahakan keseimbangan
pertumbuhan antara sektor pertanian dan sektor-sektor lain baik dari
segi nilai tambah maupun dari segi penyiapan tenaga kerja. Strategi Pembangunan
Pedesaan.
Pembangunan masyarakat pedesaan merupakan bagian dari pembangunan
masyarakat yang diarahkan pula kepada pembangunan kelembagaan dan partisipasi
serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan pada
satuan wilayah pedesaan. Di negara-negara berkembang, secara demografis
sebagian besar penduduk tinggal di pedesaan dan memiliki tingkat pendidikan
rendah.
D. Tujuan
Pembangunan Pedesaan Terpadu
Tujuan
pembangunan pedesaan jangka panjang adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat
pedesaan secara langsung melalui peningkatan kesempatan kerja, kesempatan berusaha
dan pendapatan berdasarkan pendekatan bina lingkungan, bina usaha dan bina
manusia, dan secara tidak langsung adalah meletakkan dasar-dasar yang kokoh
bagi pembangunan nasional.Tujuan pembanguan pedesaan jangka pendek adalah untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan ekonomi dan pemanfaatan
sumber daya manusia dan sumberdaya alam.Tujuan pembanguan pedesaan secara
spasial adalah terciptanya kawasan pedesaan yang mandiri, berwawasan
lingkungan, selaras, serasi, dan bersinergi dengan kawasan-kawasan lain melalui
pembangunan holistik dan berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang damai,
demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera.
E. Strategi
Pembangunan Pedesaan Terpadu
Pembangunan
masyarakat pedesaan merupakan bagian dari pembangunan masyarakat yang diarahkan
pula kepada pembangunan kelembagaan dan partisipasi serta pemberdayaan
masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan pada satuan wilayah pedesaan. Di
negara-negara berkembang, secara demografis sebagian besar penduduk tinggal di
pedesaan dan memiliki tingkat pendidikan rendah.
Konsep
pembangunan pedesaan menjadi pusat perhatian negara-negara berkembang sejak
tahun 1950-an sampai sekarang. Setiap negara menerapkan strategi pembangunannya
untuk memecahkan masalah yang dihadapi terutama menyangkut pertumbuhan
penduduk, kemiskinan, urbanisasi, dan pengangguran masyarakatnya. Program dan
kegiatan pembangunan pedesaan secara menyeluruh menyangkut bidang ekonomi,
sektor-sektor pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan bidang sosial budaya
dan lainnya. Seperti dalam pembangunan ekonomi pada umumnya, maka dalam
mewujudkan tujuan pembangunan pedesaan, terdapat paling sedikit empat jenis
strategi, yaitu:
1. Strategi
pertumbuhan,
2. Strategi
kesejahteraan,
3. Strategi
yang responsif terhadap kebutuhan masyanakat,
4. Strategi
terpadu atau strategi yang menyeluruh.
Pembangunan pedesaan yang memberi fokus pada
upaya penanggulangan kemiskinan, jika diorientasikan untuk mewujudkan
keberlanjutan proses dan manfaatnya di masa depan, maka strategi yang penting
dilaksanakan ialahmenumbuhkan pembangunan yang berdasarkan kepercayaan diri
(self-reliantdevelopment). Adapun yang menjadi elemen utama dalam strategi
besar tersebutadalah pendekatan people driven dimana rakyat akan menjadi aktor
penting dalam setiap formulasi kebijakan dan pengambilan keputusan
politis. Juga diperlukan pelaksanaan perubahan paradigma yang meredefinisi
peran pemerintah yang akanlebih memberi otonomi pada rakyat, adanya
transformasi kelembagaan dari yang bersifat represif menjadi representatif, dan
transparansi penyelenggaraan pemerintahan.
Secara konsepsional pendekatan pembangunan
dengan rakyat sebagai subjeknya berada pada jalan yang tepat, tetapi salah satu
hal yang perlu disadari bahwa hasil dari pendekatan yang digunakan itu secara
umum belum mencapai kondisi yang diinginkan, yaitu kemandirian masyarakat
perdesaan. Proses penguatan penduduk miskin yang mencakup lima aspek yaitu;
pengembangan sumber daya manusia, penyediaan modal kerja, penciptaan peluang
dankesempatan berusaha, mengembangkan kelembagaan penduduk miskin, dan
penciptaan sistem pelayanan kepada penduduk miskin yang sederhana dan efisien.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Pembangunan desa terpadu adalah strategi
pembangunan yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari strategi pembangunan
desa.
Pangkal tolak pembangunan desa adalah GBHN
atau Trilogi Pembangunan Stabilitas nasional (Pelita I),Pertumbuhan ekonomi
yang cukup tinggi (Pelita)Pemerataan (8 jalur pemerataan. Kegiatan-kegiatan
pembangunan yang dilakukan dapat dilanjutkan dan dikembangkan ke seluruh
pelosok daerah, untuk seluruh lapisan masyarakat. Kebijaksaan dan
langkah-langkah pembangunan di setiap desa mengacu kepada pencapaian sasaran
pembangunan berdasarkan Trilogi Pembangunan.
Pembangunan desa dilaksanakan dengan
prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Meningkatkan efisiensi
masyarakat melalui kebijaksanaan deregulasi, debirokratisasi dan desentralisasi
dengan sebaik-baiknya. Dalam melaksanakan kegiatan pembangunan pedesaan
diperlukan kerjasama yang erat antar daerah dalam satu wilayah dan antar
wilayah.
Pembangunan masyarakat pedesaan merupakan
bagian dari pembangunan masyarakat yang diarahkan pula kepada pembangunan
kelembagaan dan partisipasi serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan
kesejahteraan pada satuan wilayah pedesaan.
Konsep pembangunan pedesaan menjadi pusat
perhatian negara-negara berkembang sejak tahun 1950-an sampai sekarang. Setiap
negara menerapkan strategi pembangunannya untuk memecahkan masalah yang
dihadapi terutama menyangkut pertumbuhan penduduk, kemiskinan, urbanisasi, dan
pengangguran masyarakatnya.
Pembangunan pedesaan yang memberi fokus pada
upaya penanggulangan kemiskinan, jika diorientasikan untuk mewujudkan
keberlanjutan proses dan manfaatnya di masa depan, maka strategi yang penting
dilaksanakan ialah menumbuhkan pembangunan yang berdasarkan kepercayaan diri
(self-reliantdevelopment).
Secara konsepsional pendekatan pembangunan
dengan rakyat sebagai subjeknya berada pada jalan yang tepat, tetapi salah satu
hal yang perlu disadari bahwa hasil dari pendekatan yang digunakan itu secara
umum belum mencapai kondisi yang diinginkan, yaitu kemandirian masyarakat
perdesaan.
Proses penguatan penduduk miskin yang
mencakup lima aspek yaitu; pengembangan sumber daya manusia, penyediaan modal
kerja, penciptaan peluang dankesempatan berusaha, mengembangkan kelembagaan
penduduk miskin, dan penciptaan sistem pelayanan kepada penduduk miskin yang
sederhana dan efisien.
B.
Saran
Penulis
menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak sekali
kesalahan, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun selalu penulis tunggu
sebagai media koreksi untuk pembuatan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Umam K.A, 2014. Makalah Pembangunan Desa Terpadu (Mata Kuliah Pembangunan
Masyarakat), http://pasinaonpls43.blogspot.com/2014/04/makalah-pembangunan-desa-terpadu-mata.html.
diakses pada 4 November 2020.
Gusri Randa, 2013. Pembangunan
Pedesaan, https://rhandayouuww.blogspot.com/2013/03/pembangunan-pedesaan.html.
diakses pada 4 November 2020.
Unknown, 2014. Makalah Model
Pembangunan Desa, http://karangsengo.blogspot.com/2014/05/makalah-model-pembangunan-desa.html.
diakses pada 4 November 2020.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar